Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Infografis BPS Republik Indonesia

Nilai Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) pada Tahun 1447H/2026M mencapai 83,28(1)

Nilai Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) pada Tahun 1447H/2026M mencapai 83,28(1)

2026-08-06

Pada Tahun 1447H/2026M, nilai Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) secara keseluruhan mencapai 83,28 dengan rincian IKLHI Luar Negeri (IKLHI LN) tahun 2026 sebesar 82,71 dan Nilai IKLHI Dalam Negeri (IKLHI DN) tahun 2026 sebesar 83,85.Daerah Kerja Bandara, Makkah, dan Madinah memperoleh kategori memuaskan, sedangkan ARMUZNA memperoleh kategori cukup memuaskan.Mulai Tahun 2026, kepuasan layanan haji diukur menggunakan IKLHI yang mencakup aspek proses dan hasil (output) layanan.Seluruh kelompok layanan haji dalam negeri memperoleh kategori memuaskan, kecuali layanan transportasi bus menuju bandara yang memperoleh kategori sangat memuaskan.Seluruh kelompok layanan haji luar negeri memperoleh kategori memuaskan.

Download Infografis
IKBM pada Triwulan II-2026 tercatat sebesar 52,31, menunjukkan Industri Manufaktur Indones(1)

IKBM pada Triwulan II-2026 tercatat sebesar 52,31, menunjukkan Industri Manufaktur Indones(1)

2026-08-05

Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) merupakan indikator cepat (early indicator) yang dirancang untuk menggambarkan fenomena aktivitas produksi di sektor industri pengolahan secara tepat waktu. Sebagai barometer ekonomi, IKBM berfungsi sebagai data pendukung bagi Produk Domestik Bruto (PDB) yang memungkinkan pengambil kebijakan dan pelaku usaha untuk mendeteksi titik balik siklus bisnis (business cycle turning points). Data yang digunakan untuk penghitungan IKBM bersumber dari Survei Industri Besar Sedang Triwulanan. Nilai Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur (IKBM) Triwulan II-2026 tercatat sebesar 52,31, berada pada posisi ekspansi dan menguat dibanding triwulan sebelumnya. Komponen pembentuk IKBM yang mengalami ekspansi di Triwulan II-2026 yaitu komponen pesanan, produksi, dan stok. Sementara komponen pembentuk IKBM yang mengalami kontraksi di Triwulan II- 2026 adalah komponen tenaga kerja dan waktu kirim.

Download Infografis
Ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 Tumbuh 5,29 Persen (Y-on-Y)(1)

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 Tumbuh 5,29 Persen (Y-on-Y)(1)

2026-08-05

Perekonomian Indonesia triwulan II-2026 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.576,2 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan II-2026 tumbuh sebesar 3,73 persen dibanding triwulan I-2026 (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,26 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,08 persen.Ekonomi Indonesia triwulan II-2026 tumbuh sebesar 5,29 persen dibanding triwulan II-2025 (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,81 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,97 persen.Ekonomi Indonesia semester I-2026 tumbuh sebesar 5,45 persen dibanding semester I-2025 (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,83 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,62 persen.Pada triwulan II-2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur dan kinerja ekonomi Indonesia dengan kontribusi sebesar 56,47 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,65 persen (y-on-y).

Download Infografis
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen ; Rata-rata upah buruh sebesar 3,39(2)

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen ; Rata-rata upah buruh sebesar 3,39(2)

Tanggal tidak tersedia

Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Mei 2026 sebanyak 155,41 juta orang, naik 0,497 juta orang dibanding Februari 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,57 persen, naik sebesar 0,01 persen poin dibanding Februari 2026.Penduduk bekerja pada Mei 2026 sebanyak 148,19 juta orang, naik 0,522 juta orang dari Februari 2026. Lapangan usaha dengan distribusi penduduk bekerja yang terbesar adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebanyak 42,60 juta orang dengan distribusi 28,75 persen.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibanding Februari 2026.Rata-rata upah buruh pada Mei 2026 sebesar 3,39 juta rupiah.

Download Infografis
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen ; Rata-rata upah buruh sebesar 3,39(1)

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen ; Rata-rata upah buruh sebesar 3,39(1)

2026-08-05

Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Mei 2026 sebanyak 155,41 juta orang, naik 0,497 juta orang dibanding Februari 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,57 persen, naik sebesar 0,01 persen poin dibanding Februari 2026.Penduduk bekerja pada Mei 2026 sebanyak 148,19 juta orang, naik 0,522 juta orang dari Februari 2026. Lapangan usaha dengan distribusi penduduk bekerja yang terbesar adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebanyak 42,60 juta orang dengan distribusi 28,75 persen.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibanding Februari 2026.Rata-rata upah buruh pada Mei 2026 sebesar 3,39 juta rupiah.

Download Infografis
Gini ratio Maret 2026 tercatat sebesar 0,368.(1)

Gini ratio Maret 2026 tercatat sebesar 0,368.(1)

2026-08-05

Pada Maret 2026, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan gini ratio adalah sebesar 0,368. Angka ini naik 0,005 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2025 yang sebesar 0,363 dan menurun 0,007 poin jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,375.Gini ratio di daerah perkotaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,387, naik dibanding gini ratio September 2025 yang sebesar 0,383 dan turun dibanding gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,395.Gini ratio di daerah perdesaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,296, naik dibanding gini ratio September 2025 yang sebesar 0,295 dan turun dibanding gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,299.Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, pada Maret 2026, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 19,22 persen. Jika dirinci berdasarkan daerah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 18,31 persen. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 22,24 persen.

Download Infografis
Persentase Penduduk Miskin Maret 2026 turun menjadi 8,07 persen.(1)

Persentase Penduduk Miskin Maret 2026 turun menjadi 8,07 persen.(1)

2026-08-05

Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen, menurun 0,18 persen poin terhadap September 2025 dan menurun 0,40 persen poin terhadap Maret 2025.Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 22,93 juta orang, menurun 0,43 juta orang terhadap September 2025 dan menurun 0,92 juta orang terhadap Maret 2025.Persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2026 sebesar 6,34 persen, turun dibandingkan September 2025 yang sebesar 6,60 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin di perdesaan pada Maret 2026 sebesar 10,67 persen, menurun dibandingkan September 2025 yang sebesar 10,72 persen.Dibanding September 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2026 berkurang sebanyak 0,35 juta orang (dari 11,18 juta orang pada September 2025 menjadi 10,83 juta orang pada Maret 2026). Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 0,08 juta orang (dari 12,18 juta orang pada September 2025 menjadi 12,10 juta orang pada Maret 2026).Garis Kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp669.235,00/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp499.886,00 (74,70 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp169.349,00 (25,30 persen).

Download Infografis
Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional Juli 2026 naik 5,66 persen (y-on-y).(1)

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional Juli 2026 naik 5,66 persen (y-on-y).(1)

2026-08-03

Pada Juli 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 5,66 persen terhadap IHPB Juli 2025. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi Bijih Besi dan Mineral; Listrik, Gas, dan Air, yakni sebesar 10,78 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Juli 2026 antara lain: solar industri, elpiji non subsidi, beras biasa, minyak pelumas, dan minyak goreng.Pada Juli 2026, perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) turun sebesar 0,37 persen, sedangkan menurut tahun kalender (y-to-d) naik sebesar 4,55 persen.Perubahan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Juli 2026 sebesar 9,37 persen terhadap Juli 2025, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas aspal, baja tulangan (besi beton), pasir, batu pecahan, dan semen.

Download Infografis
Harga Produsen Mengalami Inflasi 2,83 Persen di Triwulan II-2026(1)

Harga Produsen Mengalami Inflasi 2,83 Persen di Triwulan II-2026(1)

2026-08-03

Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan II-2026 naik 2,83 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 5,62 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan II-2026 naik 1,36 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 3,79 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan II-2026 naik 8,03 persen dibandingkan triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 16,86 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan II-2026 naik 2,57 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 4,94 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan II-2026 naik 1,33 persen dibandingkan dengan triwulan I-2026 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2025 (y-on-y) naik 2,22 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan II-2026 naik 0,38 persen jika dibandingkan dengan triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 3,80 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Pengangkutan triwulan II-2026 naik 4,42 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2025 (y-on-y) naik 6,01 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan II-2026 naik 1,11 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 2,65 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan II-2026 naik 0,03 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2025 (y-on-y) naik 1,60 persen. IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan II-2026 naik 0,34 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 1,80 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).

Download Infografis
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Juni 2026 naik 17,03 persen.(1)

Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Juni 2026 naik 17,03 persen.(1)

2026-08-03

Pada Juni 2026, penumpang angkutan udara domestik naik 14,15 persen menjadi 4,7 juta orang, penumpang internasional naik 1,59 persen menjadi 1,7 juta orang, dan barang domestik turun 9,48 persen menjadi 44,9 ribu ton. Selama Januari–Juni 2026, penumpang domestik turun 2,41 persen, penumpang internasional turun 0,38 persen, dan barang turun 13,30 persen.Penumpang angkutan laut domestik pada Juni 2026 naik 17,03 persen menjadi 3,0 juta orang dan barang yang diangkut turun 1,90 persen menjadi 43,1 juta ton. Selama Januari–Juni 2026, penumpang naik 1,62 persen dan barang naik 3,90 persen.Penumpang kereta pada Juni 2026 naik 5,49 persen menjadi 49,5 juta orang dan barang naik 2,49 persen menjadi 6,4 juta ton. Selama Januari–Juni 2026, penumpang kereta naik 8,58 persen dan barang turun 1,67 persen.Penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan pada Juni 2026 naik 10,05 persen menjadi 5,0 juta orang. Selama Januari–Juni 2026, penumpang naik 7,63 persen.

Download Infografis