Infografis BPS Republik Indonesia
Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen (Y-on-Y)(1)
2026-05-05
Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.447,7 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,81 persen.Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan IV-2025 terkontraksi sebesar 0,77 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 8,20 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-P mengalami kontraksi terdalam sebesar 30,13 persen.Pada triwulan I-2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial, dengan kontribusi mencapai 57,24 persen dan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,79 persen (y-on-y).
Download InfografisIndeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional April 2026 naik 3,81 persen (y-on-y).(1)
2026-05-04
Pada April 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,81 persen terhadap IHPB April 2025. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi Barang Lainnya yang Dapat Diangkut, kecuali Produk Logam, Mesin, dan Perlengkapannya, yakni sebesar 5,15 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada April 2026 antara lain: solar industri, beras biasa, kelapa sawit (TBS), telur konsumsi ayam ras, dan SKM (rokok/sigaret kretek mesin).Pada April 2026, perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) naik sebesar 1,44 persen, sedangkan menurut tahun kalender (y-to-d) naik sebesar 2,61 persen.Perubahan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) April 2026 sebesar 5,35 persen terhadap April 2025, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas aspal, batu pecahan, kerikil, kerangka/kusen pintu/jendela dari aluminium, dan pasir.
Download InfografisHarga Produsen Mengalami Inflasi 1,70 Persen di Triwulan I-2026(1)
2026-05-04
Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan I-2026 naik 1,70 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 3,15 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan I-2026 naik 1,02 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 3,25 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2026 naik 7,46 persen dibandingkan triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 6,44 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan I-2026 naik 1,01 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 2,76 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan I-2026 naik 0,41 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2025 (y-on-y) naik 1,88 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan I-2026 naik 2,52 persen jika dibandingkan dengan triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 3,85 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Pengangkutan triwulan I-2026 naik 1,47 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2025 (y-on-y) naik 3,42 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan I-2026 naik 0,69 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 2,00 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan I-2026 naik 0,16 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2025 (y-on-y) naik 1,69 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan I-2026 naik 0,86 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 1,74 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).
Download InfografisJumlah penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan pada Maret 2026 naik 100,99 per(1)
2026-05-04
Pada Maret 2026, penumpang angkutan udara domestik naik 37,60 persen menjadi 5,6 juta orang, penumpang internasional naik 2,25 persen menjadi 1,5 juta orang, dan barang domestik naik 7,07 persen menjadi 53,0 ribu ton. Selama Januari–Maret 2026, penumpang domestik 14,6 juta orang (naik 6,48 persen), penumpang internasional 4,8 juta orang (naik 1,78 persen), dan barang 153,6 ribu ton (turun 12,48 persen).Penumpang angkutan laut domestik pada Maret 2026 naik 51,82 persen menjadi 3,1 juta orang dan barang yang diangkut naik 10,50 persen menjadi 43,2 juta ton. Selama Januari–Maret 2026, penumpang 7,4 juta orang (naik 4,44 persen) dan barang 119,9 juta ton (naik 0,43 persen).Penumpang kereta pada Maret 2026 naik 11,25 persen menjadi 48,1 juta orang dan barang juga naik 31,76 persen menjadi 5,8 juta ton. Selama Januari–Maret 2026, penumpang kereta 139,5 juta orang (naik 10,48 persen) dan barang 15,6 juta ton (turun 8,46 persen).Penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan pada Maret 2026 naik 100,99 persen menjadi 7,1 juta orang. Selama Januari–Maret 2026, penumpang naik 23,83 persen.
Download InfografisMaret 2026, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,09 juta kunjungan, jumlah perjalanan (1)
2026-05-04
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan, naik 10,50 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Maret 2026 mencapai 126,34 juta perjalanan, naik 42,10 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Maret 2026 mencapai 793,16 ribu perjalanan, naik 36,26 persen (y-on-y).Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Maret 2026 mencapai 42,78 persen, naik 9,22 persen poin (y-on-y).
Download InfografisProduksi Jagung Maret 2026 Diperkirakan Turun Sekitar 14%(1)
2026-05-04
Luas panen jagung pipilan pada Maret 2026 sebesar 0,25 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,04 juta hektare atau 14,44 persen dibandingkan luas panen pada Maret 2025 yang sebesar 0,29 juta hektare. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Maret 2026 diperkirakan sebanyak 1,40 juta ton, turun sebanyak 0,23 juta ton atau 14,23 persen dibandingkan pada Maret 2025 yang sebanyak 1,64 juta ton. Potensi luas panen jagung pipilan periode April–Juni 2026 diperkirakan sebesar 0,66 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen periode April–Juni 2026 diperkirakan sebanyak 3,77 juta ton.
Download InfografisEkspor dan Impor Indonesia Maret 2026 masing-masing tercatat USD 22,53 miliar dan USD 19,2(1)
2026-05-04
Nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2026 mencapai US$66,85 miliar atau naik 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas naik 0,98 persen menjadi US$63,60 miliar. Sementara pada Maret 2026, ekspor mencapai US$22,53 miliar, turun 3,10 persen dibanding Maret 2025. Demikian juga dengan ekspor nonmigas Maret 2026 turun 2,52 persen menjadi US$21,25 miliar. Nilai impor Indonesia Januari–Maret 2026 mencapai US$61,30 miliar atau naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 12,16 persen menjadi US$52,97 miliar. Sementara pada Maret 2026, impor mencapai US$19,21 miliar, naik 1,51 persen dibandingkan Maret 2025. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 1,54 persen menjadi US$16,04 miliar. Neraca perdagangan Indonesia Januari–Maret 2026 mengalami surplus US$5,55 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$10,63 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$5,08 miliar.
Download InfografisNilai Tukar Petani (NTP) April 2026 sebesar 125,24 atau turun 0,09 persen.(2)
Tanggal tidak tersedia
NTP nasional April 2026 sebesar 125,24 atau turun 0,09 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen lebih rendah dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,24 persen.Pada April 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) diIndonesia sebesar 0,06 persen. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi pada kelompok transportasi.Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional April 2026 sebesar 130,30 atau turun 0,47 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Pada April 2026, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp14.585 per kg, naik sebesar 0,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.298 per kg atau naik sebesar 0,27 persen.
Download InfografisNilai Tukar Petani (NTP) April 2026 sebesar 125,24 atau turun 0,09 persen.(1)
2026-05-04
NTP nasional April 2026 sebesar 125,24 atau turun 0,09 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen lebih rendah dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,24 persen.Pada April 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) diIndonesia sebesar 0,06 persen. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi pada kelompok transportasi.Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional April 2026 sebesar 130,30 atau turun 0,47 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Pada April 2026, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp14.585 per kg, naik sebesar 0,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.298 per kg atau naik sebesar 0,27 persen.
Download InfografisPada Maret 2026, luas panen padi sebesar 1,61 juta hektare dengan produksi padi diperkirak(1)
2026-05-04
Luas panen padi pada Maret 2026 sebesar 1,61 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,05 juta hektare atau 3,16 persen dibandingkan luas panen padi di Maret 2025 yang sebesar 1,67 juta hektare.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada Maret 2026 diperkirakan sebanyak 10,48 juta ton GKP, mengalami penurunan sebanyak 0,40 juta ton GKP atau 3,63 persen dibandingkan produksi padi GKP di Maret 2025 yang sebanyak 10,87 juta ton GKP.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Maret 2026 diperkirakan sebanyak 8,75 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 0,34 juta ton GKG atau 3,69 persen dibandingkan produksi padi GKG di Maret 2025 yang sebanyak 9,08 juta ton GKG.Produksi beras pada Maret 2026 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sebanyak 5,04 juta ton beras, mengalami penurunan sebanyak 0,19 juta ton beras atau 3,67 persen dibandingkan produksi beras di Maret 2025 yang sebanyak 5,23 juta ton beras.
Download Infografis