Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Ekonomi Indonesia Triwulan I-2024 Tumbuh 5,11 Persen (Y-on-Y) dan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2024 Terkontraksi 0,83 Persen (Q-to-Q).
2024-05-06
Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2024 mencapai Rp5.288,3 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 Rp3.112,9 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan I-2024 terhadap triwulan I-2023 tumbuh sebesar 5,11 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 18,88 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 24,29 persen.Ekonomi Indonesia triwulan I-2024 terhadap triwulan sebelumnya terkontraksi sebesar 0,83 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Pendidikan sebesar 10,34 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 36,69 persen.Selama triwulan I-2024 kelompok provinsi di Pulau Jawa masih menunjukkan pengaruhnya secara spasial dalam perekonomian Indonesia dengan mencatat peranan sebesar 57,70 persen walaupun mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar 4,84 persen dibanding triwulan I-2023 (y-on-y).
Download PDFTingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,82 persen dan Rata-rata upah buruh sebesar 3,04 juta rupiah per bulan
2024-05-06
Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Februari 2024 sebanyak 149,38 juta orang, naik 2,76 juta orang dibanding Februari 2023. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,50 persen poin dibanding Februari 2023.Penduduk yang bekerja pada Februari 2024 sebanyak 142,18 juta orang, naik sebanyak 3,55 juta orang dari Februari 2023. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbesar adalah Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum sebesar 0,96 juta orang.Pada Februari 2024 sebanyak 58,05 juta orang (40,83 persen) bekerja pada kegiatan formal, naik sebesar 0,95 persen poin dibanding Februari 2023.Persentase setengah pengangguran pada Februari 2024 naik sebesar 1,61 persen poin, sementara pekerja paruh waktu turun sebesar 0,73 persen poin dibanding Februari 2023.Jumlah pekerja komuter Februari 2024 sebesar 7,13 juta orang, turun sebesar 0,05 juta orang dibanding Februari 2023.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2024 sebesar 4,82 persen, turun sebesar 0,63 persen poin dibanding Februari 2023.
Download PDFHarga Produsen Mengalami Inflasi 0,37 Persen di Triwulan I-2024
2024-05-02
Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan I-2024 naik 0,37 persen terhadap triwulan IV-2023 (q-to-q) dan turun 2,44 persen terhadap triwulan I-2023 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan I-2024 naik 2,25 persen terhadap triwulan IV-2023 (q-to-q) dan naik 6,48 persen terhadap triwulan I-2023 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2024 turun 1,47 persen dibandingkan triwulan IV-2023 (q-to-q) dan turun 29,56 persen terhadap triwulan I-2023 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan I-2024 naik 0,92 persen terhadap triwulan IV-2023 (q-to-q) dan naik 2,54 persen terhadap triwulan I-2023 (y-on-y).IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan I-2024 naik 0,02 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2023 (y-on-y) naik 1,88 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan I-2024 naik 3,00 persen jika dibandingkan dengan triwulan IV-2023 (q-to-q) dan naik 4,13 persen terhadap triwulan I-2023 (y-on-y).IHP Sektor Pengangkutan triwulan I-2024 turun 1,74 persen terhadap triwulan IV-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2023 (y-on-y) naik 0,49 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan I-2024 naik 0,75 persen terhadap triwulan IV-2023 (q-to-q) dan naik 2,83 persen terhadap triwulan I-2023 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan I-2024 naik 3,57 persen terhadap triwulan IV-2023 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2023 (y-on-y) naik 7,12 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan I-2024 naik 0,55 persen terhadap triwulan IV-2023 (q-to-q) dan naik 3,48 persen terhadap triwulan I-2023 (y-on-y).
Download PDFPada Maret 2024, jumlah penumpang kereta yang berangkat naik 2,71 persen dibandingkan Februari 2024.
2024-05-02
Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Maret 2024 sebanyak 4,5 juta orang atau turun 3,51 persen dibanding kondisi pada Februari 2024. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 4,97 persen menjadi 1,3 juta orang. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik mengalami peningkatan sebesar 11,24 persen menjadi 57,4 ribu ton. Selama Januari–Maret 2024, jumlah penumpang domestik sebanyak 14,1 juta orang atau turun 0,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023, sedangkan jumlah penumpang internasional naik 27,75 persen atau mencapai 4,2 juta orang. Sementara jumlah barang yang diangkut naik 10,01 persen menjadi 162,6 ribu ton.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Maret 2024 tercatat 1,5 juta orang atau naik 1,26 persen dibanding Februari 2024. Jumlah barang yang diangkut naik 6,31 persen menjadi 29,9 juta ton. Selama Januari–Maret 2024, jumlah penumpang mencapai 4,7 juta orang atau naik 8,85 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2023, sementara jumlah barang yang diangkut naik 0,15 persen atau mencapai 86,5 juta ton.Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada Maret 2024 sebanyak 32,8 juta orang atau naik 2,71 persen dibanding Februari 2024. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut dengan kereta mengalami peningkatan sebesar 7,87 persen menjadi 5,7 juta ton. Selama Januari–Maret 2024, jumlah penumpang mencapai 98,8 juta orang atau naik 14,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 3,25 persen menjadi 16,7 juta ton.
Download PDFKunjungan wisatawan mancanegara pada April 2024 mencapai 1,07 juta kunjungan, naik 23,23 persen Year-on-Year (Y-on-Y)
2024-05-02
Pada Maret 2024, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,04 juta kunjungan. Jumlah ini turun sebesar 1,91 persen dibandingkan Februari 2024 month-to-month (m-to-m) dan naik 19,86 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (y-on-y). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Maret 2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (15,38 persen), Australia (11,92 persen), dan Singapura (11,52 persen). Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Maret 2024 meningkat 25,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai-Bali dan Soekarno Hatta-Banten, masing-masing meningkat sebesar 31,49 persen dan 33,03 persen. Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Maret 2024 mencapai 691,55 ribu perjalanan. Jumlah tersebut naik sebesar 4,85 persen bila dibandingkan dengan Februari 2024 (m-to-m) dan naik 7,45 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y). Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas yang paling diminati di bulan Maret 2024 (29,95 persen) diikuti negara Singapura (17,26 persen), Arab Saudi (16,99 persen), dan Thailand (4,96 persen). Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Maret 2024 mencapai 43,41 persen, mengalami penurunan sebesar 2,85 poin (y-on-y), dan turun sebesar 6,04 poin (m-to-m). Berbeda dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada Maret 2024 mencapai 22,10 persen, naik 0,84 poin (y-on-y), dan mengalami penurunan 4,16 poin (m-to-m). Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami peningkatan sebesar 0,03 poin dibandingkan Maret 2023, yaitu mencapai 1,70 malam.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) April 2024 sebesar 116,79 atau turun 2,18 persen.
2024-05-02
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade ) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. NTP nasional April 2024 sebesar 116,79 atau turun 2,18 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 1,74 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,45 persen. Pada April 2024, NTP Provinsi Banten mengalami penurunan terbesar (6,31 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan tertinggi (6,81 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Pada April 2024 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,58 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional April 2024 sebesar 120,25 atau turun 1,88 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Download PDFPada April 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,71 persen.
2024-05-02
Pada April 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,71 persen terhadap IHPB April 2023. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar 9,09 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada April 2024 antara lain: beras, biji coklat kering, rokok kretek dengan filter, kakao, dan jahe. Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) April 2024 sebesar 0,20 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) April 2024 sebesar 1,86 persen. Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) April 2024 sebesar 0,61 persen terhadap April 2023, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, solar, batu fondasi bangunan, lantai, dan batu split.
Download PDFInflasi April 2024 Year-on-Year (y-on-y) sebesar 3,00 persen. Inflasi provinsi tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 4,65 persen.
2024-05-02
Pada April 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,40. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 4,65 persen dengan IHK sebesar 106,70 dan terendah terjadi di Provinsi Papua sebesar 1,78 persen dengan IHK sebesar 104,12. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 7,56 persen dengan IHK sebesar 108,41 dan terendah terjadi di Kabupaten Belitung Timur sebesar 0,78 persen dengan IHK sebesar 104,11.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,04 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,67 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,99 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,08 persen; kelompok transportasi sebesar 1,33 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,58 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,72 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,47 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,31 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) April 2024 sebesar 0,25 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) April 2024 sebesar 1,19 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti April 2024 sebesar 1,82 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,29 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,86 persen.
Download PDFEkspor Maret 2024 mencapai US$22,43 miliar, naik 16,40 persen dibanding Februari 2024 dan Impor Maret 2024 senilai US$17,96 miliar, turun 2,60 persen dibanding Februari 2024
2024-04-22
A. Perkembangan EksporNilai ekspor Indonesia Maret 2024 mencapai US$22,43 miliar atau naik 16,40 persen dibanding ekspor Februari 2024. Dibanding Maret 2023 nilai ekspor turun sebesar 4,19 persen.Ekspor nonmigas Maret 2024 mencapai US$21,15 miliar, naik 17,12 persen dibanding Februari 2024, dan turun 4,21 persen jika dibanding ekspor nonmigas Maret 2023.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2024 mencapai US$62,20 miliar atau turun 7,25 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$58,30 miliar atau turun 7,53 persen.Sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar pada Maret 2024 semuanya mengalami peningkatan. Komoditas dengan peningkatan terbesar dibanding Februari 2024 adalah logam mulia dan perhiasan/permata sebesar US$925,8 juta (206,58 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Maret 2024 turun 4,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2023, demikian juga ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 17,31 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 8,05 persen.Ekspor nonmigas Maret 2024 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,75 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,19 miliar, dan India US$1,78 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,22 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,78 miliar dan US$1,42 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Maret 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai US$9,15 miliar (14,71 persen), diikuti Provinsi Jawa Timur US$6,33 miliar (10,18 persen) dan Provinsi Kalimantan Timur US$6,29 miliar (10,11 persen).B. Perkembangan ImporNilai impor Indonesia Maret 2024 mencapai US$17,96 miliar, turun 2,60 persen dibandingkan Februari 2024 atau turun 12,76 persen dibandingkan Maret 2023.Impor migas Maret 2024 senilai US$3,33 miliar, naik 11,64 persen dibandingkan Februari 2024 atau naik 10,34 persen dibandingkan Maret 2023.Impor nonmigas Maret 2024 senilai US$14,63 miliar, turun 5,34 persen dibandingkan Februari 2024 atau turun 16,72 persen dibandingkan Maret 2023.Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Maret 2024, mesin/peralatan mekanis dan bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai US$473,0 juta (17,18 persen) dibandingkan Februari 2024. Sementara peningkatan terbesar adalah serealia senilai US$182,2 juta (25,97 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2024 adalah Tiongkok US$16,44 miliar (35,83 persen); Jepang US$3,30 miliar (7,19 persen); dan Thailand US$2,70 miliar (5,88 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$8,30 miliar (18,09 persen) dan Uni Eropa US$2,79 miliar (6,08 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Maret 2024 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan pada golongan bahan baku/ penolong US$821,0 juta (2,01 persen). Sementara golongan barang konsumsi dan barang modal naik US$760,4 juta (16,11 persen) dan US$6,2 juta (0,07 persen).Neraca perdagangan Indonesia Maret 2024 mengalami surplus US$4,47 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$6,51 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$2,04 miliar.
Download PDFSelama Januari–Februari 2024, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri naik 34,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
2024-04-01
Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Februari 2024 sebanyak 4,7 juta orang atau turun 2,65 persen dibanding kondisi pada Januari 2024. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 4,66 persen menjadi 1,4 juta orang. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik mengalami penurunan sebesar 3,92 persen menjadi 51,5 ribu ton. Selama Januari–Februari 2024, jumlah penumpang domestik sebanyak 9,5 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 2,9 juta orang, masing-masing naiksebesar 2,06 persen dan 34,17 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut naik 10,98 persen menjadi 105,1 ribu ton.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Februari 2024 tercatat 1,5 juta orang atau turun 9,68 persen dibanding Januari 2024. Jumlah barang yang diangkut turun 1,55 persen menjadi 28,1 juta ton. Selama Januari–Februari 2024, jumlah penumpang mencapai 3,2 juta orang atau naik 11,17 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2023, sementara jumlah barang yang diangkut turun 0,36 persen atau mencapai 56,7 juta ton.Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada Februari 2024 sebanyak 31,9 juta orang atau turun 6,49 persen dibanding Januari 2024. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut dengan kereta mengalami penurunan sebesar 9,29 persen menjadi 5,3 juta ton. Selama Januari–Februari 2024, jumlah penumpang mencapai 66,0 juta orang atau naik 18,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 5,12 persen menjadi 11,1 juta ton.
Download PDF