Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Pada Juni 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,36 persen

Pada Juni 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,36 persen

2024-07-01

Pada Juni 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) UmumNasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,36 persen terhadap IHPB Juni2023. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar7,39 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun(y-on-y) pada Juni 2024 antara lain: beras, kelapa sawit, kakao, rokok kretekdengan filter, dan jahe.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Juni 2024 sebesar 0,03 persendan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Juni 2024 sebesar 1,85 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Juni2024 sebesar 1,22 persen terhadap Juni 2023, antara lain disebabkan olehkenaikan harga komoditas solar, pasir, aspal, batu fondasi bangunan, danbatu split.

Download PDF
Juni 2024 inflasi Year-on-Year (y-on-y) sebesar 2,51 persen. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,65 persen dan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 7,86 persen.

Juni 2024 inflasi Year-on-Year (y-on-y) sebesar 2,51 persen. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,65 persen dan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 7,86 persen.

2024-07-01

Pada Juni 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,28. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,65 persen dengan IHK sebesar 111,29 dan terendah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 1,08 persen dengan IHK sebesar 103,95. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 7,86 persen dengan IHK sebesar 110,53 dan terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 104,64.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,95 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,09 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,47 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,95 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,89 persen; kelompok transportasi sebesar 1,61 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,50 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,69 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,31 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,24 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen.Tingkat deflasi month to month (m-to-m) Juni 2024 sebesar 0,08 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Juni 2024 sebesar 1,07 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Juni 2024 sebesar 1,90 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,10 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 1,14 persen.

Download PDF
Ekspor Mei 2024 mencapai US$22,33 miliar, naik 13,82 persen dibanding April 2024 serta Impor Mei 2024 senilai US$19,40 miliar, naik 14,82 persen dibanding April 2024.

Ekspor Mei 2024 mencapai US$22,33 miliar, naik 13,82 persen dibanding April 2024 serta Impor Mei 2024 senilai US$19,40 miliar, naik 14,82 persen dibanding April 2024.

2024-06-19

A. Perkembangan EksporNilai ekspor Indonesia Mei 2024 mencapai US$22,33 miliar atau naik 13,82 persen dibanding ekspor April 2024. Dibanding Mei 2023 nilai ekspor naik sebesar 2,86 persen.Ekspor nonmigas Mei 2024 mencapai US$20,91 miliar, naik 14,46 persen dibanding April 2024, demikian juga naik 2,50 persen jika dibanding ekspor nonmigas Mei 2023.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2024 mencapai US$104,25 miliar atau turun 3,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$97,58 miliar atau turun 3,84 persen.Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Mei 2024, hampir semua komoditas mengalami peningkatan, dengan peningkatan terbesar pada mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar US$263,6 juta (26,66 persen). Sementara yang mengalami penurunan hanya lemak dan minyak hewani/ nabati sebesar US$268,0 juta (14,32 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Mei 2024 turun 0,63 persen dibanding periode yang sama tahun 2023, demikian juga ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 14,90 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 5,90 persen.Ekspor nonmigas Mei 2024 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,73 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,18 miliar, dan India US$1,95 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,39 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,79 miliar dan US$1,61 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Mei 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai US$14,99 miliar (14,38 persen), diikuti Kalimantan Timur US$10,39 miliar (9,97 persen) dan Jawa Timur US$10,35 miliar (9,93 persen). B. Perkembangan ImporNilai impor Indonesia Mei 2024 mencapai US$19,40 miliar, naik 14,82 persen dibandingkan April 2024 atau turun 8,83 persen dibandingkan Mei 2023.Impor migas Mei 2024 senilai US$2,75 miliar, turun 7,91 persen dibandingkan April 2024 atau turun 12,34 persen dibandingkan Mei 2023.Impor nonmigas Mei 2024 senilai US$16,65 miliar, naik 19,70 persen dibandingkan April 2024 atau turun 8,23 persen dibandingkan Mei 2023.Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Mei 2024, hanya golongan serealia yang mengalami penurunan senilai US$49,5 juta (7,70 persen) dibandingkan April 2024. Sementara peningkatan terbesar adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya US$670,3 juta (30,17 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Mei 2024 adalah Tiongkok US$27,10 miliar (35,45 persen), Jepang US$5,35 miliar (6,99 persen), dan Thailand US$4,08 miliar (5,35 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$13,44 miliar (17,58 persen) dan Uni Eropa US$4,90 miliar (6,41 persen).Menurut golongan penggunaan barang, perkembangan nilai impor Januari–Mei 2024 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan pada golongan bahan baku/penolong US$980,0 juta (1,45 persen). Sementara golongan barang konsumsi dan barang modal naik US$465,2 juta (5,68 persen) dan US$128,6 juta (0,82 persen).Neraca perdagangan Indonesia Mei 2024 mengalami surplus US$2,93 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$4,26 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,33 miliar.

Download PDF
Pada April 2024, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat naik 36,05 persen dibandingkan Maret 2024. Jumlah barang yang diangkut menggunakan kereta pada April 2024 naik 2,19 pers

Pada April 2024, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat naik 36,05 persen dibandingkan Maret 2024. Jumlah barang yang diangkut menggunakan kereta pada April 2024 naik 2,19 pers

2024-06-03

Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada April 2024 sebanyak 5,9 juta orang atau naik 30,63 persen dibanding kondisi pada Maret 2024. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 11,45 persen menjadi 1,5 juta orang. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik mengalami penurunan sebesar 16,72 persen menjadi 47,8 ribu ton. Selama Januari–April 2024, jumlah penumpang domestik sebanyak 19,9 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 5,7 juta orang, masing-masing naik sebesar 3,44 persen dan 29,74 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut naik 9,98 persen menjadi 210,4 ribu ton.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada April 2024 tercatat 2,1 juta orang atau naik 36,05 persen dibanding Maret 2024. Jumlah barang yang diangkut turun 7,30 persen menjadi 27,7 juta ton. Selama Januari–April 2024, jumlah penumpang mencapai 6,8 juta orang atau naik 10,32 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2023, sementara jumlah barang yang diangkut naik 1,44 persen atau mencapai 114,2 juta ton.Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada April 2024 sebanyak 34,8 juta orang atau naik 6,31 persen dibanding Maret 2024. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut dengan kereta mengalami peningkatan sebesar 2,19 persen menjadi 5,8 juta ton. Selama Januari–April 2024, jumlah penumpang mencapai 133,7 juta orang atau naik 16,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 5,83 persen menjadi 22,5 juta ton.

Download PDF
Perkembangan Pariwisata April 2024

Perkembangan Pariwisata April 2024

2024-06-03

Pada April 2024, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,07 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 2,41 persen dibandingkan Maret 2024 month-to-month (m-to-m) dan naik 23,23 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (y-on-y). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada April 2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (15,99 persen), Australia (11,99 persen), dan Tiongkok (8,06 persen).Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga April 2024 meningkat 24,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai-Bali dan Soekarno HattaBanten, masing-masing meningkat sebesar 28,92 persen dan 38,31 persen.Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada April 2024 mencapai 756,02 ribu perjalanan. Jumlah tersebut naik sebesar 9,28 persen bila dibandingkan dengan Maret 2024 (m-to-m) dan naik 33,13 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y). Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas yang paling diminati di bulan April 2024 (33,17 persen) diikuti negara Singapura (16,33 persen), Arab Saudi (10,65 persen), dan Tiongkok (5,44 persen).Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada April 2024 mencapai 47,14 persen, mengalami kenaikan sebesar 5,77 poin secara y-on-y, dan naik sebesar 3,73 poin (m-to-m). Berbeda dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada April 2024 mencapai 26,21 persen, naik 4,35 poin (y-on-y), dan mengalami kenaikan 4,11 (m-to-m). Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang tidak mengalami perubahan dibandingkan April 2023, yaitu sebesar 1,63 malam.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Mei 2024 sebesar 116,71 atau turun 0,06 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 2,73 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 3,79 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Mei 2024 sebesar 116,71 atau turun 0,06 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 2,73 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 3,79 persen.

2024-06-03

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Mei 2024 sebesar 116,71 atau turun 0,06 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,16 persen lebih besar dibandingkan penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,10 persen. Pada Mei 2024, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan terbesar (3,13 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami kenaikan tertinggi (2,17 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada Mei 2024 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) diIndonesia sebesar 0,22 persen yang utamanya disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Mei 2024 sebesar 119,92 atau turun 0,27 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Mei 2024, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 66,16 persen, gabah kering giling (GKG) 19,74 persen, dan gabah luar kualitas 14,10 persen.Selama Mei 2024, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.842,00 per kg atau naik 2,73 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.993,00 per kg atau naik 2,75 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Ratarata harga GKG di tingkat petani Rp6.676,00 per kg atau turun 4,06 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.797,00 per kg atau turun 3,83 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.449,00 per kg atau naik 5,47 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.576,00 per kg atau naik 5,31 persen.Dibandingkan Mei 2023, rata-rata harga gabah pada Mei 2024 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 4,64 persen; 8,40 persen; dan 0,84 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Mei 2024 dibandingkan Mei 2023 untuk kualitas GKP, GKG, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 4,55 persen; 8,49 persen; dan 1,05 persen.Pada Mei 2024, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp13.000,00 per kg, turun sebesar 3,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp12.071,00 per kg atau turun sebesar 5,39 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp11.996,00 atau turun sebesar 3,08 persen, dan rata-rata harga beras pecah di penggilingan sebesar Rp11.700,00 per kg atau turun sebesar 5,39 persen. Dibandingkan dengan Mei 2023, rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2024 untuk kualitas premium, medium, submedium, dan pecah masing-masing naik sebesar 11,84 persen; 9,68 persen; 13,93 persen; dan 20,23 persen.

Download PDF
Pada Mei 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,47 persen

Pada Mei 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,47 persen

2024-06-03

Pada Mei 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,47 persen terhadap IHPB Mei 2023. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar 8,38 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Mei 2024 antara lain: beras, kakao, rokok kretek dengan filter, kelapa sawit, dan jahe.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Mei 2024 sebesar -0,04 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Mei 2024 sebesar 1,82 persen. „ Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Mei 2024 sebesar 0,78 persen terhadap Mei 2023, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, solar, batu fondasi bangunan, aspal, dan batu split.

Download PDF
Inflasi Year-on-Year (y-on-y) Mei 2024 sebesar 2,84 persen.

Inflasi Year-on-Year (y-on-y) Mei 2024 sebesar 2,84 persen.

2024-06-03

Pada Mei 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,84 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,37. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Tengah sebesar 5,39 persen dengan IHK sebesar 110,25 dan terendah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Sulawesi Barat sebesar 1,25 persen dengan IHK masing-masing sebesar 104,27 dan 105,46. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Nabire sebesar 7,58 persen dengan IHK sebesar 112,25 dan terendah terjadi di Kabupaten Majene sebesar 0,63 persen dengan IHK sebesar 105,87. Sementara deflasi y-on-y terjadi di Kabupaten Bangka Barat sebesar 0,09 persen dengan IHK sebesar 102,47.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,18 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,10 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,54 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,85 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,06 persen; kelompok transportasi sebesar 1,34 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,60 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,71 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,51 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,99 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen.Tingkat deflasi month to month (m-to-m) Mei 2024 sebesar 0,03 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Mei 2024 sebesar 1,16 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Mei 2024 sebesar 1,93 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,17 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 1,04 persen.

Download PDF
Ekspor April 2024 mencapai US$19,62 miliar, turun 12,97 persen dibanding Maret 2024. Impor April 2024 senilai US$16,06 miliar, turun 10,60 persen dibanding Maret 2024.

Ekspor April 2024 mencapai US$19,62 miliar, turun 12,97 persen dibanding Maret 2024. Impor April 2024 senilai US$16,06 miliar, turun 10,60 persen dibanding Maret 2024.

2024-05-15

A. Perkembangan EksporNilai ekspor Indonesia April 2024 mencapai US$19,62 miliar atau turun 12,97 persen dibanding ekspor Maret 2024. Dibanding April 2023 nilai ekspor naik sebesar 1,72 persen.Ekspor nonmigas April 2024 mencapai US$18,27 miliar, turun 14,06 persen dibanding Maret 2024, sementara itu naik 1,33 persen jika dibanding ekspor nonmigas April 2023.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–April 2024 mencapai US$81,92 miliar atau turun 5,12 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$76,67 miliar atau turun 5,43 persen.Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar April 2024, komoditas dengan penurunan terbesar dibanding Maret 2024 adalah logam mulia dan perhiasan/permata sebesar US$478,9 juta (34,88 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada nikel dan barang daripadanya sebesar US$210,6 juta (45,85 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–April 2024 turun 1,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2023, demikian juga ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 17,22 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 6,90 persen.Ekspor nonmigas April 2024 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,28 miliar, disusul India US$1,81 miliar, dan Amerika Serikat US$1,75 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,98 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,35 miliar dan US$1,24 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–April 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai US$11,64 miliar (14,21 persen), diikuti Kalimantan Timur US$8,38 miliar (10,23 persen) dan Jawa Timur US$8,22 miliar (10,04 persen). B. Perkembangan ImporNilai impor Indonesia April 2024 mencapai US$16,06 miliar, turun 10,60 persen dibandingkan Maret 2024 atau naik 4,62 persen dibandingkan April 2023.Impor migas April 2024 senilai US$2,96 miliar, turun 11,01 persen dibandingkan Maret 2024 atau naik 0,18 persen dibandingkan April 2023.Impor nonmigas April 2024 senilai US$13,10 miliar, turun 10,51 persen dibandingkan Maret 2024 atau naik 5,68 persen dibandingkan April 2023.Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas April 2024, mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai US$388,9 juta (17,07 persen) dibandingkan Maret 2024. Sementara peningkatan terbesar adalah gula dan kembang gula US$139,2 juta (48,64 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–April 2024 adalah Tiongkok US$20,77 miliar (35,22 persen); Jepang US$4,26 miliar (7,23 persen); dan Thailand US$3,27 miliar (5,55 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$10,46 miliar (17,74 persen) dan Uni Eropa US$3,64 miliar (6,16 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–April 2024 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan pada golongan bahan baku/penolong US$439,0 juta (0,84 persen). Sementara golongan barang konsumsi dan barang modal naik US$768,4 juta (12,55 persen) dan US$325,2 juta (2,76 persen).Neraca perdagangan Indonesia April 2024 mengalami surplus US$3,56 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$5,17 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,61 miliar.

Download PDF
Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia mengalami penurunan yang signifikan menjadi 0,447, menunjukkan perbaikan yang stabil dalam kesetaraan gender

Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia mengalami penurunan yang signifikan menjadi 0,447, menunjukkan perbaikan yang stabil dalam kesetaraan gender

2024-05-06

Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia 2023 sebesar 0,447, turun 0,012 poin dibandingkan tahun sebelumnya.Perbaikan di semua dimensi menjadi faktor utama menurunnya Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di Indonesia.Secara spasial, ketimpangan gender mengalami penurunan yang signifikan di sebagian besar provinsi di Indonesia.

Download PDF