Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2024 sebesar 119,61 atau naik 0,70 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 5,28 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 2,63 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2024 sebesar 119,61 atau naik 0,70 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 5,28 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 2,63 persen.

2024-08-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. NTP nasional Juli 2024 sebesar 119,61 atau naik 0,70 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,31 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,39 persen. Pada Juli 2024, NTP Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan tertinggi (3,48 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Tengah mengalami penurunan terbesar (4,69 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Juli 2024 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,54 persen yang utamanya disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juli 2024 sebesar 122,25 atau naik 0,29 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Download PDF
Pada Juli 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 2,99 persen

Pada Juli 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 2,99 persen

2024-08-01

Pada Juli 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) UmumNasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 2,99 persen terhadap IHPB Juli2023. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar5,09 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun(y-on-y) pada Juli 2024 antara lain: beras, kelapa sawit, kakao, jahe, danrokok kretek dengan filter.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Juli 2024 sebesar -0,20 persendan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Juli 2024 sebesar 1,64 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Juli2024 sebesar 1,18 persen terhadap Juli 2023, antara lain disebabkan olehkenaikan harga komoditas solar, pasir, batu fondasi bangunan, semen, danbatu split.

Download PDF
Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Juli 2024 sebesar 2,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,09.

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Juli 2024 sebesar 2,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,09.

2024-08-01

Pada Juli 2024 terjadi inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 2,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,09. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,09 persen dengan IHK sebesar 110,80 dan terendah terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,84 persen dengan IHK sebesar 103,54. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 6,68 persen dengan IHK sebesar 108,77 dan terendah terjadi di Kabupaten Bangka Barat sebesar 0,46 persen dengan IHK sebesar 101,63. Sementara deflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,25 persen dengan IHK sebesar 104,06 dan terendah terjadi di Tanjung Pandan sebesar 0,22 persen dengan IHK sebesar 104,77.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,66 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,99 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,50 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,05 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,77 persen; kelompok transportasi sebesar 1,22 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,49 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,90 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,28 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,59 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen.Tingkat deflasi month-to-month (m-to-m) Juli 2024 sebesar 0,18 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Juli 2024 sebesar 0,89 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Juli 2024 sebesar 1,95 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,18 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 1,32 persen.

Download PDF
 Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2024  sebesar 3,85, menurun dibandingkan IPAK 2023.

Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2024 sebesar 3,85, menurun dibandingkan IPAK 2023.

2024-07-15

Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia tahun 2024 sebesar 3,85 pada skala 0 sampai 5. Angka ini lebih rendah dibandingkan capaian 2023 sebesar 3,92. Nilai indeks semakin mendekati 5 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin antikorupsi, sebaliknya nilai indeks yang semakin mendekati 0 menunjukkan bahwa masyarakat berperilaku semakin permisif terhadap korupsi. IPAK disusun berdasarkan dua dimensi, yaitu Dimensi Persepsi dan Dimensi Pengalaman. Nilai Indeks Persepsi tahun 2024 sebesar 3,76 menurun sebesar 0,06 poin dibandingkan Indeks Persepsi tahun 2023 (3,82). Berikutnya, Indeks Pengalaman tahun 2024 (3,89) menurun sebesar 0,07 poin dibanding Indeks Pengalaman tahun 2023 (3,96). IPAK masyarakat perkotaan tahun 2024 lebih tinggi (3,86) dibanding masyarakat perdesaan (3,83). Semakin tinggi pendidikan, masyarakat cenderung semakin antikorupsi. Pada 2024, IPAK masyarakat berpendidikan di bawah SLTA sebesar 3,81; SLTA sebesar 3,87; dan di atas SLTA sebesar 3,97

Download PDF
Ekspor Juni 2024 mencapai US$20,84 miliar, turun 6,65 persen dibanding Mei 2024. Impor Juni 2024 senilai US$18,45 miliar, turun 4,89 persen dibanding Mei 2024.

Ekspor Juni 2024 mencapai US$20,84 miliar, turun 6,65 persen dibanding Mei 2024. Impor Juni 2024 senilai US$18,45 miliar, turun 4,89 persen dibanding Mei 2024.

2024-07-15

Nilai ekspor Indonesia Juni 2024 mencapai US$20,84 miliar atau turun 6,65 persen dibanding ekspor Mei 2024. Dibanding Juni 2023 nilai ekspor naik sebesar 1,17 persen. Ekspor nonmigas Juni 2024 mencapai US$19,61 miliar, turun 6,20 persen dibanding Mei 2024, namun naik 1,40 persen jika dibanding ekspor nonmigas Juni 2023.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juni 2024 mencapai US$125,09 miliar atau turun 2,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$117,19 miliar juga turun 2,99 persen.Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Juni 2024, sebagian besar komoditas mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar pada logam mulia dan perhiasan/permata sebesar US$440,5 juta (45,76 persen). Sementara yang mengalami peningkatan adalah lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$1.091,5 juta (68,06 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Juni 2024 naik 0,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2023, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 6,73 persen, sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 15,05 persen.Ekspor nonmigas Juni 2024 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,65 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,97 miliar, dan India US$1,84 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 43,13 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,62 miliar dan US$1,21 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juni 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai US$17,99 miliar (14,39 persen), diikuti Kalimantan Timur US$12,57 miliar (10,04 persen) dan Jawa Timur US$12,20 miliar (9,76 persen). Nilai impor Indonesia Juni 2024 mencapai US$18,45 miliar, turun 4,89 persen dibandingkan Mei 2024 atau naik 7,58 persen dibandingkan Juni 2023. Impor migas Juni 2024 senilai US$3,27 miliar, naik 19,01 persen dibandingkan Mei 2024 atau naik 47,17 persen dibandingkan Juni 2023.Impor nonmigas Juni 2024 senilai US$15,18 miliar, turun 8,83 persen dibandingkan Mei 2024 atau naik 1,69 persen dibandingkan Juni 2023. Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Juni 2024, mesin/peralatan mekanis dan bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai US$278,6 juta (9,63 persen) dibandingkan Mei 2024. Sementara peningkatan terbesar adalah instrumen optik, fotografi, sinematografi, dan medis US$196,4 juta (64,69 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juni 2024 adalah Tiongkok US$32,45 miliar (35,41 persen), Jepang US$6,47 miliar (7,06 persen), dan Thailand US$4,87 miliar (5,31 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$16,32 miliar (17,81 persen) dan Uni Eropa US$5,89 miliar (6,43 persen). Menurut golongan penggunaan barang, perkembangan nilai impor Januari–Juni 2024 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan pada golongan barang modal US$74,6 juta (0,39 persen). Sementara golongan barang konsumsi dan bahan baku/penolong naik US$655,4 juta (6,71 persen) dan US$333,2 juta (0,42 persen). Neraca perdagangan Indonesia Juni 2024 mengalami surplus US$2,39 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$4,43 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$2,04 miliar.

Download PDF
Gini ratio Maret 2024 tercatat sebesar 0,379.

Gini ratio Maret 2024 tercatat sebesar 0,379.

2024-07-01

Pada Maret 2024, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan Gini Ratio adalah sebesar 0,379. Angka ini menurun 0,009 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2023 yang sebesar 0,388 dan menurun 0,002 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2022 yang sebesar 0,381.Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,399; turun dibanding Gini Ratio Maret 2023 yang sebesar 0,409 dan Gini Ratio September 2022 yang sebesar 0,402.Gini Ratio di daerah perdesaan pada Maret 2024 tercatat sebesar 0,306; turun dibanding Gini Ratio Maret 2023 dan September 2022 yang sebesar 0,313.Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 18,40 persen. Jika dirinci berdasarkan daerah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 17,41 persen. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 21,39 persen.

Download PDF
Persentase Penduduk Miskin Maret 2024 turun menjadi 9,03 persen.

Persentase Penduduk Miskin Maret 2024 turun menjadi 9,03 persen.

2024-07-01

Persentase Penduduk Miskin Maret 2024 turun menjadi 9,03 persenPersentase penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 9,03 persen, menurun 0,33 persen poin terhadap Maret 2023 dan menurun 0,54 persen poin terhadap September 2022.Jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 25,22 juta orang, menurun 0,68 juta orang terhadap Maret 2023 dan menurun 1,14 juta orang terhadap September 2022.Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2024 sebesar 7,09 persen, menurun dibandingkan Maret 2023 yang sebesar 7,29 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2024 sebesar 11,79 persen, menurun dibandingkan Maret 2023 yang sebesar 12,22 persen.Dibanding Maret 2023, jumlah penduduk miskin Maret 2024 perkotaan menurun sebanyak 0,1 juta orang (dari 11,74 juta orang pada Maret 2023 menjadi 11,64 juta orang pada Maret 2024). Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan menurun sebanyak 0,58 juta orang (dari 14,16 juta orang pada Maret 2023 menjadi 13,58 juta orang pada Maret 2024).Garis Kemiskinan pada Maret 2024 tercatat sebesar Rp582.932,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp433.906,- (74,44 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp149.026,- (25,56 persen).Pada Maret 2024, rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,78 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp2.786.415,-/rumah tangga miskin/bulan.

Download PDF
Pada Mei 2024, jumlah penumpang angkutan udara internasional yang berangkat naik 7,12 persen dibandingkan April 2024

Pada Mei 2024, jumlah penumpang angkutan udara internasional yang berangkat naik 7,12 persen dibandingkan April 2024

2024-07-01

Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Mei 2024 sebanyak 5,3 juta orang atau turun 9,36 persen dibanding kondisi pada April 2024. Sementara jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 7,12 persen menjadi 1,6 juta orang. Jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik mengalami peningkatan sebesar 6,07 persen menjadi 50,7 ribu ton. Selama Januari–Mei 2024, jumlah penumpang domestik sebanyak 25,2 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 7,4 juta orang, masing-masing naik sebesar 1,11 persen dan 29,17 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untukjumlah barang yang diangkut naik 9,71 persen menjadi 261,1 ribu ton.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Mei 2024 tercatat 1,7 juta orang atau turun 17,82 persen dibanding April 2024. Jumlah barang yang diangkut naik 9,79 persen menjadi 30,4 juta ton. Selama Januari–Mei 2024, jumlah penumpang mencapai 8,5 juta orang atau naik 7,88 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2023, sementara jumlah barang yang diangkut naik 1,29 persen atau mencapai 144,6 juta ton.Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada Mei 2024 sebanyak 35,2 juta orang atau naik 0,89 persen dibanding April 2024. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut dengan kereta mengalami peningkatan sebesar 9,81 persen menjadi 6,4 juta ton. Selama Januari–Mei 2024, jumlah penumpang mencapai 168,8 juta orang atau naik 15,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 8,55 persen menjadi 28,9 juta ton.

Download PDF
Pada Mei 2024, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,15 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 7,36 persen dibandingkan April 2024 month-to-month (m-to-m) dan naik 20,11 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (y-on-y).

Pada Mei 2024, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,15 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 7,36 persen dibandingkan April 2024 month-to-month (m-to-m) dan naik 20,11 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (y-on-y).

2024-07-01

Pada Mei 2024, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,15 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 7,36 persen dibandingkan April 2024 month-to-month (m-to-m) dan naik 20,11 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (y-on-y). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Mei 2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (17,47 persen), Australia (11,98 persen), dan Singapura (9,69 persen). Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Mei 2024 meningkat 23,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai (Bali) dan Soekarno-Hatta (Banten), masing-masing meningkat sebesar 27,74 persen dan 35,53 persen. Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Mei 2024 mencapai 626,67 ribu perjalanan. Jumlah tersebut turun sebesar 17,14 persen bila dibandingkan dengan April 2024 (m-to-m) tetapi naik 5,63 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y). Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas yang paling diminati di bulan Mei 2024 (35,64 persen), diikuti negara Singapura (15,24 persen), Arab Saudi (7,85 persen), dan Thailand (6,13 persen). Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Mei 2024 mencapai 54,03 persen, mengalami kenaikan sebesar 5,01 poin secara y-on-y, dan naik sebesar 6,89 poin (m-to-m). Sejalan dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada Mei 2024 mencapai 27,11 persen, naik 2,87 poin (y-on-y), dan mengalami kenaikan 0,90 poin (m-to-m). Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang tidak mengalami perubahan dibandingkan Mei 2023, yaitu sebesar 1,62 malam.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2024 sebesar 118,77 atau naik 1,77 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 5,64 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,75 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2024 sebesar 118,77 atau naik 1,77 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 5,64 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,75 persen.

2024-07-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. NTP nasional Juni 2024 sebesar 118,77 atau naik 1,77 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,85 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang naik sebesar 0,08 persen. Pada Juni 2024, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi (4,60 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kalimantan Selatan mengalami penurunan terbesar (0,62 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Juni 2024 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,01 persen yang utamanya disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juni 2024 sebesar 121,90 atau naik 1,65 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. Transaksi penjualan gabah di 24 provinsi selama Juni 2024, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 61,59 persen, gabah kering giling (GKG) 29,26 persen, dan gabah luar kualitas 9,15 persen. Selama Juni 2024, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp6.171,00 per kg atau naik 5,64 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.319,00 per kg atau naik 5,44 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp6.859,00 per kg atau naik 2,75 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.986,00 per kg atau naik 2,78 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.767,00 per kg atau naik 5,84 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.945,00 per kg atau naik 6,62 persen. Dibandingkan Juni 2023, rata-rata harga gabah pada Juni 2024 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 11,34 persen, 8,17 persen, dan 8,04 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Juni 2024 dibandingkan Juni 2023 untuk kualitas GKP, GKG, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 11,39 persen, 8,13 persen, dan 9,02 persen. Pada Juni 2024, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp12.902,00 per kg, turun sebesar 0,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp12.314,00 per kg atau naik sebesar 2,01 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp12.111,00 atau naik sebesar 0,96 persen, dan rata-rata harga beras pecah di penggilingan sebesar Rp12.073,00 per kg atau naik sebesar 3,19 persen. Dibandingkan dengan Juni 2023, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juni 2024 untuk kualitas premium, medium, submedium, dan pecah masing-masing naik sebesar 11,94 persen; 11,13 persen; 16,17 persen; dan 28,97 persen.

Download PDF