Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Kunjungan wisatawan mancanegara pada Februari 2024 mencapai 1,04 juta kunjungan, naik 38,24 persen (Y-on-Y). Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Februari 2024 mencapai 622,15 ribu perjalanan, naik 7.22 persen (Y-on-Y).
2024-04-01
Pada Februari 2024, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,04 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 11,67 persen dibandingkan Januari 2024 month-to-month (M-to-M) dan naik 38,24 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu year-on-year (Y-on-Y). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Februari 2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (20,66 persen), Singapura (10,89 persen), dan Tiongkok (10,16 persen).Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Februari 2024 meningkat 26,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, masingmasing meningkat sebesar 34,31 persen dan 33,37 persen.Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Februari 2024 mencapai 622,15 ribu perjalanan. Jumlah tersebut turun sebesar 25,46 persen bila dibandingkan dengan Januari 2024 (M-to-M) dan naik 7,22 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (Y-on-Y). Malaysia menjadi negara tujuan utama wisnas yang paling diminati di bulan Februari 2024 sebesar 31,70 persen diikuti negara Singapura (16,62 persen), Arab Saudi (16,05 persen), dan Thailand (6,16 persen). Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Februari 2024 mencapai 49,45 persen, naik 1,62 poin (Y-on-Y), dan mengalami kenaikan 2,73 poin (M-to-M). Sejalan dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada Februari 2024 mencapai 26,27 persen, naik 3,60 poin (Y-on-Y), dan mengalami kenaikan 1,70 poin (M-to-M). Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami penurunan sebesar 0,01 poin dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,62 malam.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Maret 2024 sebesar 119,39 atau turun 1,31 persen.
2024-04-01
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Maret 2024 sebesar 119,39 atau turun 1,31 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,46 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,86 persen.Pada Maret 2024, NTP Provinsi Jawa Tengah mengalami penurunan terbesar (4,85 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (3,98 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada Maret 2024 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 1,17 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2024 sebesar 122,55 atau turun 0,62 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Download PDFPada Maret 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,64 persen
2024-04-01
Pada Maret 2024, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,64 persen terhadap IHPB Maret 2023. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar 8,56 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Maret 2024 antara lain: beras, rokok kretek filter, kakao, jahe, dan padi.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Maret 2024 sebesar 0,68 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Maret 2024 sebesar 1,66 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Maret 2024 sebesar 0,51 persen terhadap Maret 2023, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, batu fondasi bangunan, lantai, solar, dan batu split.
Download PDFInflasi Year-on-Year (y-on-y) Maret 2024 sebesar 3,05 persen
2024-04-01
Pada Maret 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,13. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 4,78 persen dengan IHK sebesar 106,61 dan terendah terjadi di Provinsi Papua Barat Daya sebesar 1,42 persen dengan IHK sebesar 103,82. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 6,29 persen dengan IHK sebesar 107,82 dan terendah terjadi di Kabupaten Belitung Timur sebesar 0,88 persen dengan IHK sebesar 103,81.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,43 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,89 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,55 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,03 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,17 persen; kelompok transportasi sebesar 0,99 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,62 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,70 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,51 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,56 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Maret 2024 sebesar 0,52 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Maret 2024 sebesar 0,93 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Maret 2024 sebesar 1,77 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,23 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,57 persen.
Download PDFEkspor Februari 2024 mencapai US$19,31 miliar, turun 5,79 persen dibanding Januari 2024 dan Impor Februari 2024 senilai US$18,44 miliar, turun 0,29 persen dibanding Januari 2024
2024-03-15
A. Perkembangan EksporNilai ekspor Indonesia Februari 2024 mencapai US$19,31 miliar atau turun 5,79 persen dibanding ekspor Januari 2024. Dibanding Februari 2023 nilai ekspor turun sebesar 9,45 persen.Ekspor nonmigas Februari 2024 mencapai US$18,09 miliar, turun 5,27 persen dibanding Januari 2024, dan turun 10,15 persen jika dibanding ekspor nonmigas Februari 2023.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Februari 2024 mencapai US$39,80 miliar atau turun 8,81 persen dibanding periode yang sama tahun 2023. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$37,19 miliar atau turun 9,24 persen.Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Februari 2024, komoditas dengan penurunan terbesar dibanding Januari 2024 adalah besi dan baja sebesar US$622,5 juta (27,08 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, logam, terak, dan abu sebesar US$223,5 juta (34,01 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Februari 2024 turun 7,64 persen dibanding periode yang sama tahun 2023, demikian juga ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 15,95 persen, sedangkan ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 8,18 persen.Ekspor nonmigas Februari 2024 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$4,06 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,10 miliar dan India US$1,53 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,52 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,10 miliar dan US$1,41 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Februari 2024 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$5,95 miliar (14,95 persen), diikuti Kalimantan Timur US$4,17 miliar (10,47 persen), dan Jawa Timur US$3,80 miliar (9,55 persen). B. Perkembangan ImporNilai impor Indonesia Februari 2024 mencapai US$18,44 miliar, turun 0,29 persen dibandingkan Januari 2024 atau naik 15,84 persen dibandingkan Februari 2023.Impor migas Februari 2024 senilai US$2,98 miliar, naik 10,42 persen dibandingkan Januari 2024 atau naik 23,82 persen dibandingkan Februari 2023.Impor nonmigas Februari 2024 senilai US$15,46 miliar, turun 2,12 persen dibandingkan Januari 2024 atau naik 14,42 persen dibandingkan Februari 2023.Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas Februari 2024, mesin/peralatan mekanis dan bagiannya mengalami penurunan terbesar senilai US$112,0 juta (3,91 persen) dibandingkan Januari 2024. Sementara peningkatan terbesar adalah kendaraan dan bagiannya US$87,5 juta (13,36 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Februari 2024 adalah Tiongkok US$11,87 miliar (37,98 persen), Jepang US$2,24 miliar (7,17 persen), dan Thailand US$1,87 miliar (5,98 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$5,54 miliar (17,73 persen) dan Uni Eropa US$1,92 miliar (6,15 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Februari 2024 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang konsumsi US$672,9 juta (22,73 persen), bahan baku/penolong turun US$1.087,2 juta (4,23 persen), dan barang modal US$812,5 juta (14,20 persen).Neraca perdagangan Indonesia Februari 2024 mengalami surplus US$0,87 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$2,63 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,76 miliar.
Download PDFPada 2023, luas panen jagung pipilan mencapai 2,48 juta hektare. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2023 sebesar 14,77 juta ton.
2024-03-01
Luas panen jagung pipilan pada 2023 mencapai 2,48 juta hektare, mengalami penurunan sebanyak 0,29 juta hektare atau 10,43 persen dibandingkan luas panen pada 2022 yang sebesar 2,76 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2023 sebesar 14,77 juta ton, mengalami penurunan sebanyak 1,75 juta ton atau 10,61 persen dibandingkan pada 2022 yang sebesar 16,53 juta ton.Potensi luas panen jagung pipilan kering periode Januari–April 2024 diperkirakan mencapai 0,96 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sebesar 5,34 juta ton.
Download PDFPada 2023, luas panen padi mencapai sekitar 10,21 juta hektare dengan produksi padi sebesar 53,98 juta ton gabah kering giling (GKG)
2024-03-01
Pada 2023, luas panen padi mencapai sekitar 10,21 juta hektare dengan produksi padi sebesar 53,98 juta ton gabah kering giling (GKG). Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada 2023 mencapai 31,10 juta ton.
Download PDFJumlah penumpang angkutan udara internasional pada Januari 2024 naik 0,41 persen dibandingkan Desember 2023
2024-03-01
Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Januari 2024 sebanyak 4,8 juta orang atau turun 13,76 persen dibanding kondisi pada Desember 2023. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 0,41 persen menjadi 1,5 juta orang. Sementara itu, jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik turun 0,74 persen menjadi 53,6 ribu ton.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Januari 2024 tercatat 1,7 juta orang atau turun 11,09 persen dibanding Desember 2023. Jumlah barang yang diangkut turun 2,25 persen menjadi 28,6 juta ton.Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Januari 2024 sebanyak 34,1 juta orang atau turun 4,56 persen dibanding Desember 2023. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 7,37 persen menjadi 5,8 juta ton.
Download PDFKunjungan wisatawan mancanegara pada Januari 2024 mencapai 927,75 ribu kunjungan, naik 16,19 persen (y-on-y). Tingkat Penghunian Kamar di hotel bintang pada Januari 2024 mencapai 46,72 persen (y-on-y)
2024-03-01
Kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari 2024 mencapai 927,75 ribu kunjungan, naik 16,19 persen (year-on-year).Tingkat Penghunian Kamar di hotel bintang pada Januari 2024 mencapai 46,72 persen, naik 1,86 poin (year-on-year)
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Februari 2024 sebesar 120,97 atau naik 2,28 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 4,86 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 6,31 persen.
2024-03-01
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Februari 2024 sebesar 120,97 atau naik 2,28 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 2,89 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,59 persen.Pada Februari 2024, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan tertinggi (4,34 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Maluku mengalami penurunan terbesar (1,73 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Februari 2024 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,81 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Februari 2024 sebesar 123,32 atau naik 2,74 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.419 transaksi penjualan gabah di 25 provinsi selama Februari 2024, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 57,22 persen, gabah kering giling (GKG) 28,40 persen, dan gabah luar kualitas 14,38 persen.Selama Februari 2024, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp7.261,00 per kg atau naik 4,86 persen dan di tingkat penggilingan Rp7.411,00 per kg atau naik 4,83 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp8.591,00 per kg atau naik 6,13 persen dan di tingkat penggilingan Rp8.715,00 per kg atau naik 6,18 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp7.048,00 per kg atau naik 9,06 persen dan di tingkat penggilingan Rp7.208,00 per kg atau naik 9,51 persen.Dibandingkan Februari 2023, rata-rata harga gabah pada Februari 2024 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 27,14 persen; 33,48 persen; dan 29,76 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Februari 2024 dibandingkan Februari 2023 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 26,56 persen; 32,90 persen; dan 29,89 persen.Selama Februari 2024, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 932 perusahaan penggilingan di 33 provinsi, dimana diperoleh 967 observasi beras di penggilingan. Pada Februari 2024, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp14.525,00 per kg, naik sebesar 6,31 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp14.162,00 per kg atau naik sebesar 7,39 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp13.664,00 per kg atau naik sebesar 4,65 persen. Dibandingkan dengan Februari 2023, rata-rata harga beras di penggilingan pada Februari 2024 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 22,91 persen; 25,32 persen; dan 30,53 persen.
Download PDF