Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Pada Bulan Maret 2007 Nilai Ekspor Indonesia Naik 10,47 %, Nilai Impor Naik 16,57 %

Pada Bulan Maret 2007 Nilai Ekspor Indonesia Naik 10,47 %, Nilai Impor Naik 16,57 %

2007-05-01

Nilai ekspor Indonesia Maret 2007 mencapai US$ 9,19 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 10,47 persen dibanding ekspor Februari 2007. Sementara bila dibanding Maret 2006 mengalami peningkatan sebesar 22,57 persen. Ekspor nonmigas Maret 2007 mencapai US$ 7,64 miliar, naik 11,45 persen dibanding Februari 2007, sedangkan dibanding ekspor Maret 2006 meningkat 31,56 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Maret 2007 mencapai US$ 25,86 miliar atau meningkat 15,17 persen dibanding periode yang sama tahun 2006, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 21,36 miliar atau meningkat 23,48 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Maret 2007 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 269,5 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 41,2 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Maret 2007 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,17 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 956,0 juta dan Singapura US$ 717,3 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,20 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 1, 12 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian periode Januari-Maret 2007 meningkat 7,02 persen dibanding periode yang sama tahun 2006, sementara ekspor hasil industri serta hasil tambang dan lainnya naik masing-masing sebesar 19,35 persen dan 56,43 persen. Nilai impor Indonesia Maret 2007 mencapai US$ 5,44 miliar atau meningkat 16,57 persen dibanding Februari 2007 sebesar US$ 4,66 miliar, sedangkan selama Januari-Maret 2007 nilai impor mencapai US$ 15,35 miliar atau meningkat 15,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2006 sebesar US$ 13,33 miliar. Impor Nonmigas Maret 2007 mencapai US$ 3,93 miliar atau meningkat 9,70 persen dibanding impor Februari 2007, sedangkan selama Januari-Maret 2007 mencapai US$ 11,41 miliar atau meningkat sebesar 18,41 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor Migas Maret 2007 mencapai US$ 1,50 miliar atau meningkat 39,42 persen dibanding impor Februari 2007, sedangkan selama Januari-Maret 2007 mencapai US$ 3,94 miliar atau meningkat 6,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selama Januari-Maret 2007 impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$ 1,97 miliar atau 17,25 persen dari total impor nonmigas. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$ 1,68 miliar dengan pangsa 14,71 persen, diikuti Jepang US$ 1,41 miliar (12,33 persen) dan Amerika Serikat US$ 1,04 miliar (9,09 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,35 persen dan Uni Eropa sebesar 13,46 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Januari-Maret 2007 meningkat masing-masing sebesar 28,00 persen dan 15,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. Sedangkan impor barang modal meningkat sebesar 4,36 persen.

Download PDF
Pada Bulan April 2007 Terjadi Deflasi 0,16 Persen

Pada Bulan April 2007 Terjadi Deflasi 0,16 Persen

2007-05-01

Pada bulan April 2007 terjadi deflasi 0,16 persen. Dari 45 kota tercatat 30 kota mengalami deflasi dan 15 kota mengalami inflasi. Deflasi terbesar terjadi di Bengkulu 2,00 persen, dan deflasi terkecil di Bandung 0,01 persen. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Mataram 1,11 persen dan inflasi terendah di Yogyakarta 0,02 persen. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 1,30 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah : kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,38 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,26 persen, kelompok sandang 0,61 persen, kelompok kesehatan 0,32 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,22 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari - April) 2007 sebesar 1,74 persen, sedangkan laju inflasi year on year (April 2007 terhadap April 2006) sebesar 6,29 persen. Inflasi komponen inti pada bulan April 2007 sebesar 0,20 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari - April) 2007 sebesar 1,69 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti year on year (April 2007 terhadap April 2006) sebesar 5,74 persen.

Download PDF
NTP Naik 1,78%

NTP Naik 1,78%

2007-04-02

Pada Januari 2007, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 108,29 atau naik 1,78 persen dibanding NTP Desember 2006 yang mencapai 106,40. Hal ini disebabkan karena kenaikan Indeks harga yang diterima petani sebesar 3,73 persen, lebih besar dibandingkan dengan kenaikan Indeks harga yang dibayar petani sebesar 1,92 persen. Dari 23 Provinsi yang dilaporkan pada Januari 2007, 14 Provinsi mengalami kenaikan dan 9 Provinsi mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu sebesar 9,19 persen karena harga produsen gabah kering giling naik 18,76 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Bengkulu yaitu sebesar 9,80 persen, karena harga produsen mentimun turun 44,97 persen. Pada Januari 2007, terjadi inflasi di daerah perdesaan Indonesia sebesar 1,93 persen. Inflasi perdesaan terjadi karena kenaikan indeks harga sub kelompok makanan sebesar 3,00 persen, perumahan 0,69 persen, pakaian 0,92 persen, dan sub kelompok aneka barang dan jasa naik 0,78 persen. Berdasarkan observasi sebanyak 1103 transaksi gabah di 18 provinsi, rata-rata harga gabah di tingkat petani pada Maret 2007 dibandingkan keadaan Februari 2007 adalah sebagai berikut: untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) turun sebesar 0,06 persen; Gabah Kering Panen (GKP) turun 7,01 persen; dan gabah kualitas rendah turun sebesar 5,31 persen. Rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan untuk kualitas GKG mencapai Rp2.924,- per kg dan untuk GKP mencapai Rp2.559,- per kg, keduanya berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Persentase observasi harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP pada bulan Maret dijumpai hanya 2 observasi (0,24 persen). Persentase observasi gabah berkualitas rendah naik, yaitu dari 15,58 persen pada Februari 2007 menjadi 25,02 persen pada Maret 2007. Harga gabah terendah di tingkat petani sebesar Rp1.500,- per kg dijumpai di Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur dengan kualitas Rendah. Harga tertinggi sebesar Rp4.000,- per kg dijumpai di Kabupaten Pasir, Provinsi Kalimantan Timur dengan kualitas GKP.

Download PDF
Jumlah Wisman Pada Februari 2007 Mencapai 322,3 Ribu Orang.

Jumlah Wisman Pada Februari 2007 Mencapai 322,3 Ribu Orang.

2007-04-02

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 15 pintu masuk pada Februari 2007 mencapai 322,3 ribu orang, mengalami kenaikan 21,00 persen dibanding jumlah wisman Februari 2006 sebanyak 266,3 ribu orang. Demikian pula, dibanding Januari 2007, wisman Februari 2007 mengalami kenaikan sebesar 1,46 persen. Jumlah wisman ke Bali pada Februari 2007 naik cukup tajam 59,23 persen dibanding Februari 2006. Dibanding bulan sebelumnya, jumlah wisman ke Bali juga mengalami kenaikan yaitu dari 115,6 ribu orang pada Januari 2007 menjadi 123,2 ribu orang atau naik 6,63 persen. Jumlah wisman dari 15 pintu masuk selama Januari-Februari 2007, mencapai 639,9 ribu orang atau meningkat 13,59 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2006 sebanyak 563,4 ribu orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Januari 2007 mencapai rata-rata 44,34 persen, mengalami penurunan 4,96 poin dibanding TPK Desember 2006 sebesar 49,30 persen. Begitu pula TPK hotel berbintang di Bali turun dari 50,30 persen pada Desember 2006 menjadi 44,69 persen pada Januari 2007. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Januari 2007 adalah 2,47 hari, mengalami kenaikan 0,35 hari jika dibanding Desember 2006. Jumlah penumpang kereta api bulan Februari 2007 mencapai 10,97 juta orang, yang berarti turun 21,42 persen dibanding bulan Januari 2007 dan jumlah barang yang diangkut kereta api turun 14,21 persen menjadi 1,25 juta ton. Selama Januari-Februari 2007, jumlah penumpang mencapai 24,93 juta orang atau naik 4,93 persen dan jumlah barang mencapai 2,71 juta ton atau naik 0,33 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri bulan Februari 2007 tercatat sebesar 471,22 ribu orang atau turun 22,31 persen dibanding bulan Januari 2007. Sebaliknya, jumlah barang yang diangkut naik 18,89 persen menjadi 14,49 juta ton. Selama Januari-Februari 2007, jumlah penumpang mencapai 1,08 juta orang atau turun 59,70 persen dan jumlah barang mencapai 26,68 juta ton atau turun 9,87 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Februari 2007 mencapai 1,64 juta orang atau turun 23,50 persen dibanding bulan Januari 2007 dan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 412,2 orang atau turun 15,71 persen. Selama Januari- Februari 2007 jumlah penumpang domestik mencapai 3,79 juta orang, turun 15,20 persen. Sebaliknya, jumlah penumpang internasional mencapai 912,4 ribu orang naik 14,45 persen dibanding periode yang sama tahun 2006.

Download PDF
Pada Februari 2007 Ekspor Indonesia US$ 8,32 Miliar,  Impor US$ 5,24 Miliar.

Pada Februari 2007 Ekspor Indonesia US$ 8,32 Miliar, Impor US$ 5,24 Miliar.

2007-04-02

Nilai ekspor Indonesia Februari 2007 mencapai US$ 8,32 miliar atau mengalami penurunan tipis sebesar 0,44 persen dibanding ekspor Januari 2007, tetapi bila dibanding Februari 2006 mengalami peningkatan sebesar 12,43 persen. Ekspor nonmigas Februari 2007 mencapai US$ 6,86 miliar, turun 0,14 persen dibanding Januari 2007, sedangkan dibanding ekspor Februari 2006 meningkat 19,03 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Februari 2007 mencapai US$ 16,67 miliar atau meningkat 11,47 persen dibanding periode yang sama tahun 2006, sementara ekspor nonmigas mencapai US$ 13,72 miliar atau meningkat 19,39 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Februari 2007 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 158,1 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 52,0 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Februari 2007 mencapai angka terbesar yaitu US$ 915,5 juta, disusul Amerika Serikat US$ 842,1 juta dan Singapura US$ 648,4 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 35,09 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 1, 03 miliar Menurut sektor, ekspor hasil pertanian periode Januari-Februari 2007 meningkat 2,73 persen dibanding periode yang sama tahun 2006, sementara ekspor hasil industri serta hasil tambang dan lainnya juga meningkat tajam masing-masing sebesar 15,53 persen dan 48,88 persen. Nilai impor Indonesia Februari 2007 mencapai US$ 4,66 miliar atau menurun 11,07 persen dibanding Januari 2007 sebesar US$ 5,24 miliar, sedangkan selama Januari-Februari 2007 nilai impor mencapai US$ 9,91 miliar atau meningkat 11,10 persen dibanding periode yang sama tahun 2006 sebesar US$ 8,92 miliar. Impor Nonmigas Februari 2007 mencapai US$ 3,58 miliar atau menurun 7,65 persen dibanding impor Januari 2007, sedangkan selama Januari-Februari 2007 mencapai US$ 7,47 miliar atau meningkat sebesar 15,28 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor Migas Februari 2007 mencapai US$ 1,08 miliar atau turun 20,84 persen dibanding impor Januari 2007, sedangkan selama Januari-Februari 2007 mencapai US$ 2,44 miliar atau sama dengan periode Januari-Februari 2006 Selama Januari-Februari 2007 impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$ 1,31 miliar atau 17,58 persen dari total impor nonmigas. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$ 1,14 miliar dengan pangsa 15,26 persen, diikuti Jepang US$ 0,92 miliar (12,29 persen) dan Amerika Serikat US$ 0,67 miliar (8,95 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 21,18 persen dan Uni Eropa sebesar 13,50 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Januari-Februari 2007 meningkat masing-masing sebesar 23,28 persen dan 13,05 persen dibanding periode yang sama tahun 2006. Sedangkan impor barang modal menurun sebesar 4,43 persen.

Download PDF
Inflasi Bulan Maret 2007 Sebesar 0,24%.

Inflasi Bulan Maret 2007 Sebesar 0,24%.

2007-04-02

Pada bulan Maret 2007 terjadi inflasi 0,24 persen. Dari 45 kota tercatat 36 kota mengalami inflasi dan 9 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga 1,91 persen dan inflasi terendah di Ternate 0,04 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Batam 0,50 persen, dan deflasi terkecil di Tegal 0,01 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 0,16 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,36 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,29 persen, kelompok sandang 0,41 persen, kelompok kesehatan 0,20 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen, dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,09 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari - Maret) 2007 sebesar 1,91 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Maret 2007 terhadap Maret 2006) sebesar 6,52 persen. Inflasi komponen inti pada bulan Maret 2007 sebesar 0,17 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari - Maret) 2007 sebesar 1,48 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti year on year (Maret 2007 terhadap Maret 2006) sebesar 5,87 persen.

Download PDF
ASEM Tahun 2006 Sebesar 54,40 Juta Ton GKG,

ASEM Tahun 2006 Sebesar 54,40 Juta Ton GKG,

2007-03-01

Angka Sementara (ASEM) produksi padi tahun 2006 sebesar 54,40 juta ton gabah kering giling (GKG), naik sebesar 250,92 ribu ton (0,46 persen) dibandingkan dengan produksi tahun 2005. Kenaikan produksi terutama disebabkan peningkatan produktivitas sebesar 0,44 kuintal/hektar (0,96 persen), sedangkan luas panen mengalami penurunan seluas 58,69 ribu hektar (0,50 persen). Angka Ramalan I (ARAM I) produksi padi tahun 2007 diperkirakan sebesar 53,13 juta ton GKG, turun sebanyak 1,27 juta ton (2,33 persen) dibandingkan dengan produksi tahun 2006. Penurunan produksi tahun 2007 sepenuhnya disebabkan penurunan luas panen, sedangkan produktivitas diperkirakan akan naik sebesar 0,32 kuintal/hektar (0,69 persen). Penurunan luas panen tersebut terjadi di Jawa seluas 357,60 ribu hektar (6,27 persen) terutama di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sementara di luar Jawa, luas panen diperkirakan akan naik sebanyak 3,31 ribu hektar (0,05 persen) terutama di Provinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. ASEM produksi jagung tahun 2006 sebesar 11,61 juta ton pipilan kering, turun sekitar 913,25 ribu ton (7,29 persen) dibandingkan produksi tahun 2005. Penurunan produksi terjadi karena luas panen turun seluas 279,56 ribu hektar (7,71 persen), sedangkan produktivitas naik sebesar 0,16 kuintal/hektar (0,46 persen). ARAM I produksi jagung tahun 2007 diperkirakan sebesar 12,38 juta ton pipilan kering, naik sebesar 770,92 ribu ton (6,64 persen) dibandingkan tahun 2006. Kenaikan produksi tersebut terjadi karena peningkatan luas panen sekitar 104,22 ribu hektar (3,11 persen) dan produktivitas sebesar 1,18 kuintal/hektar (3,40 persen) ASEM produksi kedelai tahun 2006 sekitar 749,04 ribu ton biji kering, berkurang sekitar 59,32 ribu ton (7,34 persen) dibandingkan produksi tahun 2005. Penurunan produksi terjadi karena penurunan luas panen sebanyak 39,93 ribu hektar (6,42 persen) dan juga produktivitas sebesar 0,13 kuintal/hektar (1,00 persen). ARAM I produksi kedelai tahun 2007 diperkirakan sebesar 745,53 ribu ton biji kering atau turun sekitar 3,51 ribu ton (0,47 persen) dibandingkan dengan produksi tahun 2006. Penurunan produksi kedelai tahun 2007 diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen sebanyak 7,44 ribu hektar (1,28 persen), sedangkan produktivitas diperkirakan meningkat sebesar 0,10 kuintal/hektar (0,78 persen).

Download PDF
NTP Naik 1,24%

NTP Naik 1,24%

2007-03-01

Pada Desember 2006, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 105,78 atau naik 1,24 persen dibanding NTP November 2006 yang mencapai 104,48. Hal ini disebabkan karena kenaikan Indeks harga yang diterima petani sebesar 3,34 persen, lebih besar dibandingkan dengan kenaikan Indeks harga yang dibayar petani sebesar 2,07 persen. Dari 23 Provinsi yang dilaporkan pada Desember 2006, 9 Provinsi mengalami kenaikan dan 14 Provinsi mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Jawa Tengah, yaitu sebesar 4,56 persen karena harga produsen gabah kering giling naik 11,39 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Kalimantan Barat yaitu sebesar 7,11 persen, karena harga produsen karet turun 14,77 persen. Pada Desember 2006, terjadi inflasi di daerah perdesaan Indonesia sebesar 2,55 persen. Inflasi perdesaan terjadi karena kenaikan indeks harga sub kelompok makanan sebesar 4,29 persen, perumahan 0,94 persen, pakaian 0,21 persen, dan sub kelompok aneka barang dan jasa naik 0,49 persen.

Download PDF
Wisman Pada Januari 2007 Mencapai 317,6 Ribu Orang,

Wisman Pada Januari 2007 Mencapai 317,6 Ribu Orang,

2007-03-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 15 pintu masuk pada Januari 2007 mencapai 317,6 ribu orang, mengalami kenaikan 6,91 persen dibanding jumlah wisman Januari 2006 sebanyak 297,0 ribu orang. Apabila dibanding Desember 2006, wisman Januari 2007 mengalami penurunan 18,74 persen. Jumlah wisman ke Bali pada Januari 2007 naik cukup tajam 35,86 persen dibanding Januari 2006. Dibanding bulan sebelumnya, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan yaitu dari 128,7 ribu orang pada Desember 2006 menjadi 115,6 ribu orang atau turun 10,18 persen. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada Desember 2006 mencapai rata-rata 49,30 persen, mengalami kenaikan 3,81 poin dibanding TPK November 2006 sebesar 45,49 persen. Sedangkan TPK hotel berbintang di Bali naik dari 45,80 persen pada November 2006 menjadi 50,30 persen pada Desember 2006. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Desember 2006 adalah 2,12 hari, mengalami penurunan 0,02 hari jika dibanding November 2006.

Download PDF
Nilai Ekspor Indonesia Januari 2007 US$ 8,35 miliar.

Nilai Ekspor Indonesia Januari 2007 US$ 8,35 miliar.

2007-03-01

Nilai ekspor Indonesia Januari 2007 mencapai US$ 8,35 miliar atau mengalami penurunan sebesar 12,04 persen dibanding ekspor Desember 2006. Sementara bila dibanding Januari 2006 mengalami peningkatan sebesar 10,52 persen. Ekspor nonmigas Januari 2007 mencapai US$ 6,87 miliar, turun 9,92 persen dibanding Desember 2006 sedangkan dibanding ekspor Januari 2006, meningkat 19,75 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Januari 2007 terjadi pada karet dan barang dari karet sebesar US$ 69,5 juta, peranan karet dan barang dari karet terhadap ekspor nonmigas sebesar 6,22 persen. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 378,0 juta, dan peranan lemak dan minyak hewan/nabati terhadap total ekspor nonmigas sebesar 4,77 persen. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2007 mencapai angka terbesar yaitu US$ 1,15 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 884,7 juta dan Singapura US$ 679,6 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 39,56 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 1,13 miliar Menurut sektor, ekspor hasil pertanian periode Januari 2007 meningkat 10,05 persen dibanding periode yang sama tahun 2006, sementara ekspor hasil industri serta hasil tambang dan lainnya naik masing-masing sebesar 17,21 persen dan 33,98 persen. Nilai impor Indonesia Januari 2007 mencapai US$ 5,24 miliar atau meningkat 6,25 persen dibanding impor Desember 2006 sebesar US$ 4,94 miliar. Sedangkan dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya meningkat 19,47 persen. Impor Nonmigas Januari 2007 mencapai US$ 3,88 miliar atau meningkat 8,01 persen dibanding impor Desember 2006, sedangkan dibanding impor bulan yang sama tahun sebelumnya meningkat 22,01 persen. Impor Migas Januari 2007 mencapai US$ 1,36 miliar atau meningkat 1,54 persen dibanding impor Desember 2006, sedangkan dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya meningkat 12,80 persen. Selama Januari 2007 impor nonmigas terbesar adalah pada mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$ 678,5 juta atau 17,48 persen dari total impor nonmigas. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar ditempati oleh Cina dengan nilai US$ 580,0 juta dengan pangsa 14,94 persen, diikuti Jepang US$ 489,2 juta (12,60 persen) dan Amerika Serikat US$ 354,8 juta (9,14 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 20,79 persen dan Uni Eropa sebesar 13,51 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong selama Januari 2007 meningkat masing-masing sebesar 26,89 persen dan 26,27 persen dibanding bulan yang sama tahun 2006. Sebaliknya impor barang modal menurun sebesar 11,80 persen.

Download PDF