Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

SUPAS 2025: Angka Kelahiran Total (TFR) sebesar 2,13,  Angka Kematian Bayi (IMR) sebesar 14,12, dan persentase lansia mencapai 11,97 persen.

SUPAS 2025: Angka Kelahiran Total (TFR) sebesar 2,13, Angka Kematian Bayi (IMR) sebesar 14,12, dan persentase lansia mencapai 11,97 persen.

2026-05-05

Penduduk Indonesia tumbuh melambat, dengan rata-rata laju pertumbuhan penduduk tahunan sebesar 1,08 persen dalam lima tahun terakhir.Rasio ketergantungan mengalami peningkatan selama periode lima tahun terakhir, mencapai 45,05 persen di tahun 2025.Angka Kelahiran Total (TFR) Indonesia sebesar 2,13 mendekati Replacement Level.Angka Kematian Bayi (IMR) terus menurun mencapai 14,12 dan Angka Kematian Ibu Melahirkan (MMR) juga terus menurun mencapai 144.Sebanyak 15 dari 1.000 penduduk Indonesia usia 5 tahun ke atas bertempat tinggal di provinsi yang berbeda dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya.Indonesia saat ini berada pada fase ageing population dengan persentase penduduk lanjut usia mencapai 11,97 persen.

Download PDF
Nilai Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia tercatat sebesar  0,402, menunjukkan perbaikan kesetaraan antara perempuan dan  laki-laki untuk lebih sehat, berdaya, dan produktif.

Nilai Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia tercatat sebesar 0,402, menunjukkan perbaikan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki untuk lebih sehat, berdaya, dan produktif.

2026-05-05

Nilai Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia 2025 tercatat sebesar 0,402, membaik 0,019 poin dibandingkan tahun sebelumnya.Ketimpangan antara perempuan dan laki-laki pada indikator pembentuk IKG masih terjadi. Namun, secara umum mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.Ketimpangan gender mengalami perbaikan di sebagian besar provinsi di Indonesia.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen (Y-on-Y)

Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen (Y-on-Y)

2026-05-05

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.447,7 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,61 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 21,81 persen.Ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan IV-2025 terkontraksi sebesar 0,77 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 8,20 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen PK-P mengalami kontraksi terdalam sebesar 30,13 persen.Pada triwulan I-2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial, dengan kontribusi mencapai 57,24 persen dan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,79 persen (y-on-y).

Download PDF
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,68 persen. Rata-rata upah buruh sebesar 3,29 juta rupiah.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,68 persen. Rata-rata upah buruh sebesar 3,29 juta rupiah.

2026-05-05

Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026 sebanyak 154,91 juta orang, bertambah 1,862 juta orang dibanding Februari 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,56 persen, turun sebesar 0,04 persen poin dibanding Februari 2025.Penduduk bekerja pada Februari 2026 sebanyak 147,67 juta orang, meningkat 1,896 juta orang dibandingkan Februari 2025. Lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yaitu 42,49 juta orang atau sebesar 28,78 persen.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 sebesar 4,68 persen, turun 0,08 persen poin dibanding Februari 2025.Rata-rata upah buruh pada Februari 2026 sebesar 3,29 juta rupiah.

Download PDF
Pada Maret 2026, luas panen padi sebesar 1,61 juta hektare dengan produksi padi diperkirakan sebanyak 8,75 juta ton Gabah Kering Giling (GKG)

Pada Maret 2026, luas panen padi sebesar 1,61 juta hektare dengan produksi padi diperkirakan sebanyak 8,75 juta ton Gabah Kering Giling (GKG)

2026-05-04

Luas panen padi pada Maret 2026 sebesar 1,61 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,05 juta hektare atau 3,16 persen dibandingkan luas panen padi di Maret 2025 yang sebesar 1,67 juta hektare.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada Maret 2026 diperkirakan sebanyak 10,48 juta ton GKP, mengalami penurunan sebanyak 0,40 juta ton GKP atau 3,63 persen dibandingkan produksi padi GKP di Maret 2025 yang sebanyak 10,87 juta ton GKP.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Maret 2026 diperkirakan sebanyak 8,75 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 0,34 juta ton GKG atau 3,69 persen dibandingkan produksi padi GKG di Maret 2025 yang sebanyak 9,08 juta ton GKG.Produksi beras pada Maret 2026 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sebanyak 5,04 juta ton beras, mengalami penurunan sebanyak 0,19 juta ton beras atau 3,67 persen dibandingkan produksi beras di Maret 2025 yang sebanyak 5,23 juta ton beras.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) April 2026 sebesar 125,24 atau turun 0,09 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) April 2026 sebesar 125,24 atau turun 0,09 persen.

2026-05-04

NTP nasional April 2026 sebesar 125,24 atau turun 0,09 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,16 persen lebih rendah dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,24 persen.Pada April 2026 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) diIndonesia sebesar 0,06 persen. Kenaikan IKRT tertinggi terjadi pada kelompok transportasi.Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional April 2026 sebesar 130,30 atau turun 0,47 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Pada April 2026, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp14.585 per kg, naik sebesar 0,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.298 per kg atau naik sebesar 0,27 persen.

Download PDF
Harga Produsen Mengalami Inflasi 1,70 Persen di Triwulan I-2026

Harga Produsen Mengalami Inflasi 1,70 Persen di Triwulan I-2026

2026-05-04

Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan I-2026 naik 1,70 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 3,15 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan I-2026 naik 1,02 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 3,25 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2026 naik 7,46 persen dibandingkan triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 6,44 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan I-2026 naik 1,01 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 2,76 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan I-2026 naik 0,41 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2025 (y-on-y) naik 1,88 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan I-2026 naik 2,52 persen jika dibandingkan dengan triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 3,85 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Pengangkutan triwulan I-2026 naik 1,47 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2025 (y-on-y) naik 3,42 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan I-2026 naik 0,69 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 2,00 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan I-2026 naik 0,16 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2025 (y-on-y) naik 1,69 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan I-2026 naik 0,86 persen terhadap triwulan IV-2025 (q-to-q) dan naik 1,74 persen terhadap triwulan I-2025 (y-on-y).

Download PDF
Inflasi year-on-year (y-on-y) pada April 2026 sebesar 2,42 persen.

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada April 2026 sebesar 2,42 persen.

2026-05-04

Pada April 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,09. Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 5,00 persen dengan IHK sebesar 112,30 dan terendah terjadi di Provinsi Lampung sebesar 0,53 persen dengan IHK sebesar 110,93. Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Manokwari sebesar 5,00 persen dengan IHK sebesar 112,30 dan terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,33 persen dengan IHK sebesar 109,27.Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada April 2026 sebesar 0,13 persen sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada April 2026 sebesar 1,06 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada April 2026 sebesar 2,44 persen; dengan inflasi m-to-m sebesar 0,23 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 1,16 persen.

Download PDF
Produksi Jagung Maret 2026 Diperkirakan Turun Sekitar 14%

Produksi Jagung Maret 2026 Diperkirakan Turun Sekitar 14%

2026-05-04

Luas panen jagung pipilan pada Maret 2026 sebesar 0,25 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,04 juta hektare atau 14,44 persen dibandingkan luas panen pada Maret 2025 yang sebesar 0,29 juta hektare. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Maret 2026 diperkirakan sebanyak 1,40 juta ton, turun sebanyak 0,23 juta ton atau 14,23 persen dibandingkan pada Maret 2025 yang sebanyak 1,64 juta ton. Potensi luas panen jagung pipilan periode April–Juni 2026 diperkirakan sebesar 0,66 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen periode April–Juni 2026 diperkirakan sebanyak 3,77 juta ton.

Download PDF
Maret 2026, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,09 juta kunjungan, jumlah perjalanan wisnus 126,34 juta, jumlah perjalanan wisnas 793,16 ribu, dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang 42,78 persen.

Maret 2026, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,09 juta kunjungan, jumlah perjalanan wisnus 126,34 juta, jumlah perjalanan wisnas 793,16 ribu, dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang 42,78 persen.

2026-05-04

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan, naik 10,50 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Maret 2026 mencapai 126,34 juta perjalanan, naik 42,10 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Maret 2026 mencapai 793,16 ribu perjalanan, naik 36,26 persen (y-on-y).Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Maret 2026 mencapai 42,78 persen, naik 9,22 persen poin (y-on-y).

Download PDF