Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen ; Rata-rata upah buruh sebesar 3,39 juta rupiah.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen ; Rata-rata upah buruh sebesar 3,39 juta rupiah.

2026-08-05

Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada Mei 2026 sebanyak 155,41 juta orang, naik 0,497 juta orang dibanding Februari 2026. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,57 persen, naik sebesar 0,01 persen poin dibanding Februari 2026.Penduduk bekerja pada Mei 2026 sebanyak 148,19 juta orang, naik 0,522 juta orang dari Februari 2026. Lapangan usaha dengan distribusi penduduk bekerja yang terbesar adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebanyak 42,60 juta orang dengan distribusi 28,75 persen.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibanding Februari 2026.Rata-rata upah buruh pada Mei 2026 sebesar 3,39 juta rupiah.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 Tumbuh 5,29 Persen (Y-on-Y)

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2026 Tumbuh 5,29 Persen (Y-on-Y)

2026-08-05

Perekonomian Indonesia triwulan II-2026 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.576,2 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan II-2026 tumbuh sebesar 3,73 persen dibanding triwulan I-2026 (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,26 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,08 persen.Ekonomi Indonesia triwulan II-2026 tumbuh sebesar 5,29 persen dibanding triwulan II-2025 (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,81 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,97 persen.Ekonomi Indonesia semester I-2026 tumbuh sebesar 5,45 persen dibanding semester I-2025 (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,83 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,62 persen.Pada triwulan II-2026, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi struktur dan kinerja ekonomi Indonesia dengan kontribusi sebesar 56,47 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,65 persen (y-on-y).

Download PDF
Gini ratio Maret 2026 tercatat sebesar 0,368.

Gini ratio Maret 2026 tercatat sebesar 0,368.

2026-08-05

Pada Maret 2026, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan gini ratio adalah sebesar 0,368. Angka ini naik 0,005 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2025 yang sebesar 0,363 dan menurun 0,007 poin jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,375.Gini ratio di daerah perkotaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,387, naik dibanding gini ratio September 2025 yang sebesar 0,383 dan turun dibanding gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,395.Gini ratio di daerah perdesaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,296, naik dibanding gini ratio September 2025 yang sebesar 0,295 dan turun dibanding gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,299.Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, pada Maret 2026, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 19,22 persen. Jika dirinci berdasarkan daerah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 18,31 persen. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 22,24 persen.

Download PDF
Persentase Penduduk Miskin Maret 2026 turun menjadi 8,07 persen.

Persentase Penduduk Miskin Maret 2026 turun menjadi 8,07 persen.

2026-08-05

Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen, menurun 0,18 persen poin terhadap September 2025 dan menurun 0,40 persen poin terhadap Maret 2025.Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 22,93 juta orang, menurun 0,43 juta orang terhadap September 2025 dan menurun 0,92 juta orang terhadap Maret 2025.Persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2026 sebesar 6,34 persen, turun dibandingkan September 2025 yang sebesar 6,60 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin di perdesaan pada Maret 2026 sebesar 10,67 persen, menurun dibandingkan September 2025 yang sebesar 10,72 persen.Dibanding September 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2026 berkurang sebanyak 0,35 juta orang (dari 11,18 juta orang pada September 2025 menjadi 10,83 juta orang pada Maret 2026). Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 0,08 juta orang (dari 12,18 juta orang pada September 2025 menjadi 12,10 juta orang pada Maret 2026).Garis Kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp669.235,00/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp499.886,00 (74,70 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp169.349,00 (25,30 persen).

Download PDF
Harga Produsen Mengalami Inflasi 2,83 Persen di Triwulan II-2026

Harga Produsen Mengalami Inflasi 2,83 Persen di Triwulan II-2026

2026-08-03

Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan II-2026 naik 2,83 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 5,62 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan II-2026 naik 1,36 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 3,79 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan II-2026 naik 8,03 persen dibandingkan triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 16,86 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan II-2026 naik 2,57 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 4,94 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan II-2026 naik 1,33 persen dibandingkan dengan triwulan I-2026 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2025 (y-on-y) naik 2,22 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan II-2026 naik 0,38 persen jika dibandingkan dengan triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 3,80 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Pengangkutan triwulan II-2026 naik 4,42 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2025 (y-on-y) naik 6,01 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan II-2026 naik 1,11 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 2,65 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y). IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan II-2026 naik 0,03 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2025 (y-on-y) naik 1,60 persen. IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan II-2026 naik 0,34 persen terhadap triwulan I-2026 (q-to-q) dan naik 1,80 persen terhadap triwulan II-2025 (y-on-y).

Download PDF
Luas panen jagung pipilan pada Juni 2026 mengalami penurunan sebesar 1,41 persen

Luas panen jagung pipilan pada Juni 2026 mengalami penurunan sebesar 1,41 persen

2026-08-03

Luas panen jagung pipilan pada Juni 2026 sebesar 0,25 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 3,64 ribu hektare atau 1,41 persen dibandingkan luas panen pada Juni 2025 yang sebesar 0,26 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Juni 2026 diperkirakan sebanyak 1,50 juta ton, turun sebanyak 0,06 juta ton atau 3,73 persen dibandingkan pada Juni 2025 yang sebanyak 1,55 juta ton.Potensi luas panen jagung pipilan periode Juli–September 2026 diperkirakan sebesar 0,67 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen periode Juli–September 2026 diperkirakan sebanyak 3,98 juta ton.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2026 sebesar 127,84 atau naik 0,15 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2026 sebesar 127,84 atau naik 0,15 persen.

2026-08-03

NTP nasional Juli 2026 sebesar 127,84 atau naik 0,15 persen dibanding NTP bulansebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,10 persen lebih rendah dari penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,25 persen.Pada Juli 2026 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,45 persen. Penurunan IKRT terdalam terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) nasional Juli 2026 sebesar 132,04 atau turun 0,36 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Pada Juli 2026, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp14.880 per kg, naik sebesar 0,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.694 per kg atau naik sebesar 1,25 persen.

Download PDF
Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Juli 2026 sebesar 2,88 persen.

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Juli 2026 sebesar 2,88 persen.

2026-08-03

Pada Juli 2026, terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,88 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,73. Inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat provinsi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 5,47 persen dengan IHK sebesar 114,49 sedangkan terendah terjadi di Provinsi Papua Selatan sebesar 1,46 persen dengan IHK sebesar 114,28. Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi pada tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 6,91 persen dengan IHK sebesar 120,00 sedangkan terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 1,00 persen dengan IHK sebesar 114,30.Tingkat deflasi month-to-month (m-to-m) pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,14 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Juli 2026 tercatat sebesar 1,65 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,76 persen, dengan tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,14 persen dan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,75 persen.

Download PDF
Juni 2026, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,39 juta kunjungan, jumlah perjalanan wisnus 107,19 juta, jumlah perjalanan wisnas 766,78 ribu, dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang 54,28 persen.

Juni 2026, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,39 juta kunjungan, jumlah perjalanan wisnus 107,19 juta, jumlah perjalanan wisnas 766,78 ribu, dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang 54,28 persen.

2026-08-03

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juni 2026 mencapai 1,39 juta kunjungan, turun 2,15 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juni 2026 mencapai 107,19 juta perjalanan, naik 1,98 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Juni 2026 mencapai 766,78 ribu perjalanan, naik 5,39 persen (y-on-y).Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Juni 2026 mencapai 54,28 persen, naik 4,30 persen poin (y-on-y).

Download PDF
Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional Juli 2026 naik 5,66 persen (y-on-y).

Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional Juli 2026 naik 5,66 persen (y-on-y).

2026-08-03

Pada Juli 2026, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 5,66 persen terhadap IHPB Juli 2025. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi Bijih Besi dan Mineral; Listrik, Gas, dan Air, yakni sebesar 10,78 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Juli 2026 antara lain: solar industri, elpiji non subsidi, beras biasa, minyak pelumas, dan minyak goreng.Pada Juli 2026, perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) turun sebesar 0,37 persen, sedangkan menurut tahun kalender (y-to-d) naik sebesar 4,55 persen.Perubahan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Juli 2026 sebesar 9,37 persen terhadap Juli 2025, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas aspal, baja tulangan (besi beton), pasir, batu pecahan, dan semen.

Download PDF