Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Maret 2023 sebesar 4,97 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 7,49 persen.

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Maret 2023 sebesar 4,97 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 7,49 persen.

2023-04-03

Pada Maret 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,97 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,36. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Tual sebesar 7,49 persen dengan IHK sebesar 117,19 dan terendah terjadi di Merauke sebesar 3,17 persen dengan IHK sebesar 112,59.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,05 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,18 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,74 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,72 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,65 persen; kelompok transportasi sebesar 13,72 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,54 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,75 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,00 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,74 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Maret 2023 sebesar 0,18 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Maret 2023 sebesar 0,68 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Maret 2023 sebesar 2,94 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,16 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,63 persen.

Download PDF
Ekspor Februari 2023 mencapai US$21,40 miliar, turun 4,15 persen dibanding Januari 2023 dan Impor Februari 2023 senilai US$15,92 miliar, turun 13,68 persen dibanding Januari 2023

Ekspor Februari 2023 mencapai US$21,40 miliar, turun 4,15 persen dibanding Januari 2023 dan Impor Februari 2023 senilai US$15,92 miliar, turun 13,68 persen dibanding Januari 2023

2023-03-15

A. PERKEMBANGAN EKSPORNilai ekspor Indonesia Februari 2023 mencapai US$21,40 miliar atau turun 4,15 persen dibanding ekspor Januari 2023. Dibanding Februari 2022 nilai ekspor naik sebesar 4,51 persen.Ekspor nonmigas Februari 2023 mencapai US$20,21 miliar, turun 3,00 persen dibanding Januari 2023, sementara itu naik 3,76 persen jika dibanding ekspor nonmigas Februari 2022.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Februari 2023 mencapai US$43,72 miliar atau naik 10,28 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$41,05 miliar atau naik 8,73 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas Februari 2023 terhadap Januari 2023 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$277,0 juta (6,51 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar US$141,0 juta (10,93 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Februari 2023 turun 0,26 persen dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 1,95 persen, sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 58,76 persen.Ekspor nonmigas Februari 2023 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,04 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,91 miliar dan Jepang US$1,74 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,99 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,97 miliar dan US$1,25 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Februari 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$6,00 miliar (13,72 persen), diikuti Kalimantan Timur US$5,10 miliar (11,67 persen) dan Jawa Timur US$3,83 miliar (8,75 persen).B. PERKEMBANGAN IMPORNilai impor Indonesia Februari 2023 mencapai US$15,92 miliar, turun 13,68 persen dibandingkan Januari 2023 atau turun 4,32 persen dibandingkan Februari 2022. Impor migas Februari 2023 senilai US$2,41 miliar, turun 17,19 persen dibandingkan Januari 2023 atau turun 17,08 persen dibandingkan Febuari 2022.Impor nonmigas Februari 2023 senilai US$13,51 miliar, turun 13,03 persen dibandingkan Januari 2023 atau turun 1,63 persen dibandingkan Februari 2022. Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Februari 2023 dibandingkan Januari 2023 adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya US$355,4 juta (15,22 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah bijih logam, terak, dan abu US$111,1 juta (249,87 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Februari 2023 adalah Tiongkok US$9,36 miliar (32,22 persen), Jepang US$2,77 miliar (9,53 persen), dan Thailand US$1,79 miliar (6,17 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$4,99 miliar (17,17 persen) dan Uni Eropa US$2,01 miliar (6,91 persen). Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Februari 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal US$317,3 juta (5,87 persen) dan barang konsumsi US$178,6 juta (6,42 persen), namun bahan baku/penolong turun US$983,5 juta (3,69 persen)Neraca perdagangan Indonesia Februari 2023 mengalami surplus US$5,48 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$6,70 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,22 miliar.

Download PDF
Pada 2022, luas panen padi mencapai sekitar 10,45 juta hektar dengan produksi sebesar 54,75 juta ton GKG.

Pada 2022, luas panen padi mencapai sekitar 10,45 juta hektar dengan produksi sebesar 54,75 juta ton GKG.

2023-03-01

Luas panen padi pada 2022 mencapai sekitar 10,45 juta hektar, mengalami kenaikan sebanyak 40,87 ribu hektar atau 0,39 persen dibandingkan luas panen padi di 2021 yang sebesar 10,41 juta hektar.Produksi padi pada 2022 yaitu sebesar 54,75 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 333,68 ribu ton atau 0,61 persen dibandingkan produksi padi di 2021 yang sebesar 54,42 juta ton GKG.Produksi beras pada 2022 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 31,54 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 184,50 ribu ton atau 0,59 persen dibandingkan produksi beras di 2021 yang sebesar 31,36 juta ton.

Download PDF
Pada Februari 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 5,93 persen

Pada Februari 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 5,93 persen

2023-03-01

Pada Februari 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 5,93 persen terhadap IHPB Februari 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 11,43 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Februari 2023 antara lain: telur ayam ras, beras, rokok kretek dengan filter, bensin, solar, dan tepung terigu.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Februari 2023 sebesar 0,32 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Februari 2023 sebesar 0,89 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Februari 2023 sebesar 6,49 persen terhadap Februari 2022, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas solar, semen, aspal, pasir, dan lantai.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2023 sebesar 110,53 atau naik 0,63 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 2,16 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 4,17 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2023 sebesar 110,53 atau naik 0,63 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 2,16 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 4,17 persen.

2023-03-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Februari 2023 sebesar 110,53 atau naik 0,63 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,89 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,26 persen.Pada Februari 2023, NTP Provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan tertinggi (2,41 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (2,25 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Februari 2023 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,31 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Februari 2023 sebesar 110,74 atau naik 0,71 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 1.674 transaksi penjualan gabah di 25 provinsi selama Februari 2023, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 59,14 persen; gabah kering giling (GKG) 23,54 persen; dan gabah luar kualitas 17,32 persen.Selama Februari 2023, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.711,00 per kg atau turun 2,16 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.856,00 per kg atau turun 1,96 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp6.436,00 per kg atau turun 0,99 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.557,00 per kg atau turun 0,88 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.431,00 per kg atau naik 5,18 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.550,00 per kg atau naik 5,03 persen.Dibandingkan Februari 2022, rata-rata harga gabah pada Februari 2023 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 17,78 persen; 18,12 persen; dan 21,94 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Februari 2023 dibandingkan Februari 2022 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 18,01 persen; 17,76 persen; dan 22,16 persen.Selama Februari 2023, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 877 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.122 observasi beras di penggilingan.Pada Februari 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp11.818,00 per kg, naik sebesar 4,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp11.301,00 per kg atau naik sebesar 4,62 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp10.468,00 per kg atau naik sebesar 2,35 persen.Dibandingkan dengan Februari 2022, rata-rata harga beras di penggilingan pada Februari 2023 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 20,26 persen; 20,75 persen; dan 15,52 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Januari 2023 mencapai 735,95 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada Januari 2023 naik 1,97 persen

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Januari 2023 mencapai 735,95 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional pada Januari 2023 naik 1,97 persen

2023-03-01

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Januari 2023 mencapai 735,95 ribu kunjungan, naik 503,34 persen dibandingkan dengan kondisi Januari 2022. Sebaliknya, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada Januari 2023 justru mengalami penurunan sebesar 17,78 persen.Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Januari 2023 mencapai 44,86 persen, naik 2,43 poin dibandingkan dengan TPK Januari 2022. Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK Januari 2023 justru mengalami penurunan sebesar 12,04 poin. TPK hotel klasifikasi nonbintang pada Januari 2023 tercatat sebesar 22,14 persen, naik 2,12 poin dibandingkan dengan TPK Januari 2022, namun mengalami penurunan 4,31 poin bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.Rata-rata lama menginap tamu hotel klasifikasi bintang selama Januari 2023 tercatat sebesar 1,65 hari, naik 0,05 poin dibandingkan dengan kondisi Januari 2022 dan naik 0,03 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Download PDF
Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Februari 2023 sebesar 5,47 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 7,88 persen.

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Februari 2023 sebesar 5,47 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 7,88 persen.

2023-03-01

Pada Februari 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,16. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 7,88 persen dengan IHK sebesar 120,04 dan terendah terjadi di Waingapu sebesar 3,57 persen dengan IHK sebesar 112,74.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,23 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,18 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,43 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 4,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,94 persen; kelompok transportasi sebesar 13,59 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,60 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,76 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,08 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,63 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,20 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Februari 2023 sebesar 0,16 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Februari 2023 sebesar 0,50 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Februari 2023 sebesar inflasi y-on-y sebesar 3,09 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,13 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,47 persen.

Download PDF
Ekspor Januari 2023 mencapai US$22,31 miliar, turun 6,36  persen dibanding Desember 2022 dan Impor Januari 2023 senilai US$18,44 miliar, turun 7,15 persen dibanding Desember 2022

Ekspor Januari 2023 mencapai US$22,31 miliar, turun 6,36 persen dibanding Desember 2022 dan Impor Januari 2023 senilai US$18,44 miliar, turun 7,15 persen dibanding Desember 2022

2023-02-15

A. PERKEMBANGAN EKSPORNilai ekspor Indonesia Januari 2023 mencapai US$22,31 miliar atau turun 6,36 persen dibanding ekspor Desember 2022. Dibanding Januari 2022 nilai ekspor naik sebesar 16,37 persen.Ekspor nonmigas Januari 2023 mencapai US$20,83 miliar, turun 6,84 persen dibanding Desember 2022, sementara itu naik 13,97 persen jika dibanding ekspor nonmigas Januari 2022.Penurunan terbesar ekspor nonmigas Januari 2023 terhadap Desember 2022 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$379,7 juta (8,19 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada logam mulia dan perhiasan/permata sebesar US$257,9 juta (46,54 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari 2023 turun 0,44 persen dibanding Januari 2022, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 3,49 persen, sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya naik 121,46 persen.Ekspor nonmigas Januari 2023 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,25 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,95 miliar dan Jepang US$1,89 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 43,64 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,93 miliar dan US$1,65 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$3,07 miliar (13,75 persen), diikuti Kalimantan Timur US$2,46 miliar (11,03 persen) dan Jawa Timur US$2,00 miliar (8,96 persen).B. PERKEMBANGAN IMPORNilai impor Indonesia Januari 2023 mencapai US$18,44 miliar, turun 7,15 persen dibandingkan Desember 2022 atau naik 1,27 persen dibandingkan Januari 2022.Impor migas Januari 2023 senilai US$2,91 miliar, turun 9,21 persen dibandingkan Desember 2022 atau naik 30,36 persen dibandingkan Januari 2022.Impor nonmigas Januari 2023 senilai US$15,54 miliar, turun 6,75 persen dibandingkan Desember 2022 atau turun 2,78 persen dibandingkan Januari 2022.Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Januari 2023 dibandingkan Desember 2022 adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya US$434,0 juta (14,95 persen). Sedangkan peningkatan terbesar adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya US$215,6 juta (10,18 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2023 adalah Tiongkok US$5,32 miliar (34,24 persen), Jepang US$1,36 miliar (8,76 persen), dan Thailand US$0,90 miliar (5,76 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$2,51 miliar (16,13 persen) dan Uni Eropa US$1,14 miliar (7,33 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari 2023 terhadap bulan yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal US$158,5 juta (5,66 persen), bahan baku/penolong US$56,3 juta (0,41 persen), dan barang konsumsi US$17,1 juta (1,09 persen).Neraca perdagangan Indonesia Januari 2023 mengalami surplus US$3,87 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$5,29 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,42 miliar.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Tahun 2022 Tumbuh 5,31 Persen

Ekonomi Indonesia Tahun 2022 Tumbuh 5,31 Persen

2023-02-06

Perekonomian Indonesia tahun 2022 yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp19.588,4 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp71,0 juta atau US$4.783,9.Ekonomi Indonesia tahun 2022 tumbuh sebesar 5,31 persen, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2021 yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,70 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 19,87 persen.Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 16,28 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,01 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,99 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,93 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2022 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 0,36 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan,Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,56 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 30,13 persen.Selama tahun 2022 kelompok provinsi di Pulau Jawa mewarnai struktur dan kinerja ekonomi Indonesia secara spasial dengan kontribusi sebesar 56,48 persen dan kinerja ekonomi yang mencatat pertumbuhan 5,31 persen (c-to-c).

Download PDF
Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,90 Persen di Triwulan IV-2022

Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,90 Persen di Triwulan IV-2022

2023-02-01

· Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan IV-2022 naik 0,90 persen terhadap triwulan III-2022 (q-to-q) dan naik 8,70 persen terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y). · IHP Sektor Pertanian triwulan IV-2022 naik 2,50 persen terhadap triwulan III-2022 (q-to-q) dan naik 5,90 persen terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y). · IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan IV-2022 turun 2,91 persen dibandingkan triwulan III-2022 (q-to-q) dan naik 32,68 persen terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y). · IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan IV-2022 naik 1,39 persen terhadap triwulan III-2022 (q-to-q) dan naik 4,88 persen terhadap triwulan IV-2022 (y-on-y). · IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan IV-2022 naik 0,83 persen dibandingkan dengan triwulan III-2022 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y) naik 2,52 persen. · IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan IV-2022 naik 0,09 persen jika dibandingkan dengan triwulan III-2022 (q-to-q) dan naik 0,97 persen terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y). · IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan IV-2022 naik 2,96 persen terhadap triwulan III-2022 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y) naik 20,56 persen. · IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan IV-2022 naik 0,28 persen terhadap triwulan III-2022 (q-to-q) dan naik 1,96 persen terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y). · IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan IV-2022 naik 0,32 persen terhadap triwulan III-2022 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y) naik 3,08 persen. · IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan IV-2022 naik 1,04 persen terhadap triwulan III-2022 (q-to-q) dan naik 2,84 persen terhadap triwulan IV-2021 (y-on-y).

Download PDF