Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Pemulihan Pariwisata Domestik Indonesia 2022
2023-05-02
Pariwisata domestik Indonesia berangsur pulih dengan meningkatnya jumlah perjalanan wisnus tahun 2022 sebesar 19,82 persen dibandingkan tahun 2021, serta tumbuh 1,76 persen dibandingkan tahun 2019.Perjalanan wisnus tertinggi terjadi pada Maret 2022 yaitu sebesar 80,23 juta perjalanan.Sektor wisata domestik Indonesia pada 2022 konsisten membaik seiring dengan tren penularan COVID-19 yang semakin menurun. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan jumlah perjalanan wisnus (wisnus) sebesar 19,82 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 734,86 juta perjalanan wisnus selama periode 2022. Jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi COVID-19 (2019), perjalanan wisnus tumbuh 1,76 persen.Maret 2022 menjadi periode dengan jumlah perjalanan wisnus tertinggi yaitu sebesar 80,23 juta perjalanan. Besaran ini relatif lebih tinggi 1,5 juta perjalanan dibandingkan jumlah perjalanan wisnus tertinggi sebelum pandemi COVID-19 (Juni 2019).Secara umum, pariwisata domestik di Indonesia masih didominasi oleh arus perjalanan wisata di Pulau Jawa. Hal ini dibuktikan dengan 76,54 persen perjalanan wisnus berasal dari Pulau Jawa. Demikian juga dengan daerah tujuan wisata, dimana sebanyak 75,49 persen dari total perjalanan wisnus berada di Pulau Jawa.Jumlah perjalanan wisnus secara nasional mengalami pertumbuhan positif dibandingkan kondisi sebelum pandemi COVID-19. Namun, pemulihan wisatawan domestik ini baru terlihat di beberapa provinsi, salah satunya adalah Jawa Timur. Jumlah perjalanan yang berasal dari Jawa Timur mengalami pertumbuhan paling signifikan dibandingkan tahun 2019 (145,16 persen). Selain itu, Jawa Timur juga tercatat sebagai provinsi tujuan dengan peningkatkan kedatangan wisatawan domestik paling besar pada 2022, yaitu 134,61 persen dibandingkan 2019.
Download PDFHarga Produsen Mengalami Inflasi 0,76 Persen di Triwulan I-2023
2023-05-02
Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan I-2023 naik 0,76 persen terhadap triwulan IV-2022 (q-to-q) dan naik 6,76 persen terhadap triwulan I-2022 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian triwulan I-2023 naik 2,57 persen terhadap triwulan IV-2022 (q-to-q) dan naik 6,05 persen terhadap triwulan I-2022 (y-on-y).HP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2023 turun 3,16 persen dibandingkan triwulan IV-2022 (q-to-q) dan naik 19,72 persen terhadap triwulan I-2022 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan I-2023 naik 1,17 persen terhadap triwulan IV-2022 (q-to-q) dan naik 4,31 persen terhadap triwulan I-2022 (y-on-y).IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan I-2023 naik 0,18 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2022 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2022 (y-on-y) naik 2,46 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan I-2023 naik 0,53 persen jika dibandingkan dengan triwulan IV-2022 (q-to-q) dan naik 1,21 persen terhadap triwulan I-2022 (y-on-y).IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan I-2023 turun 0,04 persen terhadap triwulan IV-2022 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2022 (y-on-y) naik 18,00 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan I-2023 naik 0,30 persen terhadap triwulan IV-2022 (q-to-q) dan naik 1,54 persen terhadap triwulan I-2022 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan I-2023 naik 0,16 persen terhadap triwulan IV-2022 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan I-2022 (y-on-y) naik 2,33 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan I-2023 naik 2,09 persen terhadap triwulan IV-2022 (q-to-q) dan naik 4,00 persen terhadap triwulan I-2022 (y-on-y).
Download PDFPada April 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 4,56 persen.
2023-05-02
Pada April 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 4,56 persen terhadap IHPB April 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 9,93 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada April 2023 antara lain: telur ayam ras, padi, garam, beras, rokok kretek dengan filter, bensin, solar, dan tepung terigu. Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) April 2023 sebesar 0,13 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) April 2023 sebesar 1,30 persen. Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) April 2023 sebesar 4,92 persen terhadap April 2022, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas solar, semen, pasir, aspal, dan batu fondasi bangunan.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) April 2023 sebesar 110,58 atau turun 0,24 persen. Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 2,40 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,08 persen
2023-05-02
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional April 2023 sebesar 110,58 atau turun 0,24 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,12 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani naik (Ib) sebesar 0,13 persen.Pada April 2023, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (2,42 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan tertinggi terbesar (1,50 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya.Pada April 2023 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,14 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional April 2023 sebesar 110,92 atau turun 0,24 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 2.236 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama April 2023, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 70,57 persen, gabah kering giling (GKG) 18,43 persen, dan gabah luar kualitas 11,00 persen.Selama April 2023, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.401,00 per kg atau naik 2,40 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.524,00 per kg atau naik 2,25 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp6.105,00 per kg atau naik 0,90 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.220,00 per kg atau naik 0,68 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.289,00 per kg atau naik 5,47 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.391,00 per kg atau naik 4,96 persen.Dibandingkan April 2022, rata-rata harga gabah pada April 2023 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 23,62 persen; 20,32 persen; dan 26,07 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada April 2023 dibandingkan April 2022 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 23,26 persen; 19,77 persen; dan 25,69 persen.Selama April 2023, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 895 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.161 observasi beras di penggilingan.Pada April 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp11.672,00 per kg, turun sebesar 0,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp11.050,00 per kg atau turun sebesar 0,65 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp10.565,00 per kg atau naik sebesar 0,85 persen.Dibandingkan dengan April 2022, rata-rata harga beras di penggilingan pada April 2023 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 21,88 persen; 21,37 persen; dan 19,33 persen.
Download PDFKunjungan wisatawan mancanegara pada Maret 2023 tumbuh 470,37 persen bila dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu dan Jumlah penumpang angkutan kereta api pada Maret 2023 naik 13,56 persen
2023-05-02
A. Perkembangan Pariwisata Memasuki bulan ketiga tahun 2023, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 809,96 ribu kunjungan. Jumlah ini meningkat 15,39 persen dibandingkan Februari 2023 (month-to-month) dan 470,37 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (year-on-year). Hal ini menunjukan bahwa kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia masih terus berlanjut. Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Maret 2023 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (15,39 persen), Singapura (13,74 persen), dan Australia (11,87 persen). Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Maret 2023 juga meningkat 508,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, masing-masing meningkat sebesar 6.274,83 persen dan 623,78 persen. Peningkatan aktivitas wisata juga terpantau dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK). TPK di hotel bintang pada Maret 2023 mencapai 46,26 persen, naik 1,11 poin secara year-on-year (y-on-y) dan turun 1,57 poin secara secara month-to-month (m-to-m). Meski demikian, perlu menjadi catatan bahwa TPK nonbintang pada Maret 2023 mencapai 21,26 persen, turun 0,80 poin secara y-on-y dan 1,41 poin secara m-to-m. Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami kenaikan sebesar 0,05 poin dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,67 hari. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Maret 2023 sebanyak 4,9 juta orang atau naik 10,61 persen dibanding kondisi pada Februari 2023. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 10,25 persen menjadi 1,2 juta orang. Selama Januari–Maret 2023, jumlah penumpang domestik sebanyak 14,2 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 3,3 juta orang, masing-masing naik sebesar 32,69 persen dan 788,82 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2022. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Maret 2023 tercatat 1,5 juta orang atau naik 11,56 persen dibanding Februari 2023. Jumlah barang yang diangkut naik 4,16 persen menjadi 28,6 juta ton. Selama Januari–Maret 2023, jumlah penumpang mencapai 4,3 juta orang atau naik 13,30 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2022, sementara jumlah barang yang diangkut naik 7,57 persen atau mencapai 84,0 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Maret 2023 sebanyak 29,8 juta orang atau naik 13,56 persen dibanding Februari 2023. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 11,61 persen menjadi 5,7 juta ton. Selama Januari–Maret 2023, jumlah penumpang mencapai 85,1 juta orang atau naik 69,37 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Jumlah barang yang diangkut kereta api juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 20,34 persen menjadi 16,2 juta ton.
Download PDFInflasi year-on-year (y-on-y) pada April 2023 sebesar 4,33 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 6,75 persen.
2023-05-02
Pada April 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,74. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 6,75 persen dengan IHK sebesar 121,12 dan terendah terjadi di Pangkal Pinang sebesar 2,78 persen dengan IHK sebesar 114,15.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,58 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,80 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,53 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,27 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,60 persen; kelompok transportasi sebesar 11,96 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 2,38 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,75 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,79 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,67 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,25 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) April 2023 sebesar 0,33 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) April 2023 sebesar 1,01 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti April 2023 sebesar 2,83 persen, inflasi m-to-msebesar 0,25 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,88 persen.
Download PDFEkspor Maret 2023 mencapai US$23,50 miliar, naik 9,89 persen dibanding Februari 2023 dan Impor Maret 2023 senilai US$20,59 miliar, naik 29,33 persen dibanding Februari 2023
2023-04-17
A. PERKEMBANGAN EKSPORNilai ekspor Indonesia Maret 2023 mencapai US$23,50 miliar atau naik 9,89 persen dibanding ekspor Februari 2023. Dibanding Maret 2022 nilai ekspor turun sebesar 11,33 persen.Ekspor nonmigas Maret 2023 mencapai US$22,16 miliar, naik 9,71 persen dibanding Februari 2023, sementara itu turun 11,70 persen jika dibanding ekspor nonmigas Maret 2022.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2023 mencapai US$67,20 miliar atau naik 1,60 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$63,19 miliar atau naik 0,55 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2023 terhadap Februari 2023 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$568,8 juta (14,29 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$260,0 juta (10,53 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Maret 2023 turun 5,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 5,69 persen, sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 28,10 persen.Ekspor nonmigas Maret 2023 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,67 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,97 miliar dan Jepang US$1,78 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,51 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$4,09 miliar dan US$1,53 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Maret 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$9,19 miliar (13,68 persen), diikuti Kalimantan Timur US$7,95 miliar (11,83 persen) dan Jawa Timur US$6,31 miliar (9,38 persen).B. PERKEMBANGAN IMPORNilai impor Indonesia Maret 2023 mencapai US$20,59 miliar, naik 29,33 persen dibandingkan Februari 2023 atau turun 6,26 persen dibandingkan Maret 2022.Impor migas Maret 2023 senilai US$3,02 miliar, naik 25,28 persen dibandingkan Februari 2023 atau turun 13,67 persen dibandingkan Maret 2022.Impor nonmigas Maret 2023 senilai US$17,57 miliar, naik 30,05 persen dibandingkan Februari 2023 atau turun 4,86 persen dibandingkan Maret 2022.Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Maret 2023 dibandingkan Februari 2023 adalah mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya US$582,9 juta (29,45 persen). Sedangkan penurunan terbesar adalah serealia US$87,6 juta (19,47 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2023 adalah Tiongkok US$15,04 miliar (32,26 persen), Jepang US$4,25 miliar (9,12 persen), dan Thailand US$2,92 miliar (6,26 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$8,07 miliar (17,31 persen) dan Uni Eropa US$3,38 miliar (7,24 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Maret 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal US$896,5 juta (10,50 persen) dan barang konsumsi US$125,5 juta (2,73 persen), namun bahan baku/penolong turun US$2.884,0 juta (6,60 persen)Neraca perdagangan Indonesia Maret 2023 mengalami surplus US$2,91 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$4,58 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,67 miliar.
Download PDFPada Maret 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 5,44 persen
2023-04-03
Pada Maret 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 5,44 persen terhadap IHPB Maret 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian, yaitu sebesar 11,02 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Maret 2023 antara lain: telur ayam ras, beras, rokok kretek dengan filter, bensin, solar, dan tepung terigu.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Maret 2023 sebesar 0,27 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Maret 2023 sebesar 1,16 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Maret 2023 sebesar 5,64 persen terhadap Maret 2022, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas solar, semen, aspal, pasir, dan batu fondasi bangunan.
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Maret 2023 sebesar 110,85 atau naik 0,29 persen dan Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 7,65 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 1,16 persen
2023-04-03
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Maret 2023 sebesar 110,85 atau naik 0,29 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,53 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,24 persen.Pada Maret 2023, NTP Provinsi Riau mengalami kenaikan tertinggi (4,35 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Banten mengalami penurunan terbesar (1,67 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Maret 2023 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,29 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2023 sebesar 111,18 atau naik 0,40 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Dari 2.344 transaksi penjualan gabah di 26 provinsi selama Maret 2023, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 67,44 persen; gabah kering giling (GKG) 17,56 persen; dan gabah luar kualitas 15,00 persen.Selama Maret 2023, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.274,00 per kg atau turun 7,65 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.403,00 per kg atau turun 7,74 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata- rata harga GKG di tingkat petani Rp6.051,00 per kg atau turun 5,99 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.178,00 per kg atau turun 5,78 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.015,00 per kg atau turun 7,68 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.136,00 per kg atau turun 7,45 persen.Dibandingkan Maret 2022, rata-rata harga gabah pada Maret 2023 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 15,41 persen; 13,10 persen; dan 17,80 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Maret 2023 dibandingkan Maret 2022 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 14,85 persen; 12,87 persen; dan 17,35 persen.Selama Maret 2023, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan pada 876 perusahaan penggilingan di 31 provinsi, dimana diperoleh 1.134 observasi beras di penggilingan.Pada Maret 2023, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp11.681,00 per kg, turun sebesar 1,16 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp11.122,00 per kg atau turun sebesar 1,58 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp10.476,00 per kg atau naik sebesar 0,08 persen.Dibandingkan dengan Maret 2022, rata-rata harga beras di penggilingan pada Maret 2023 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 19,36 persen; 19,29 persen; dan 15,61 persen.
Download PDFKunjungan wisatawan mancanegara pada Februari 2023 yang tumbuh 567,27 dibandingkan Februari 2022 dan Jumlah penumpang angkutan udara domestik selama Januari-Februari 2023 sebanyak 9,3 juta orang
2023-04-03
A. Perkembangan Pariwisata Memasuki bulan kedua tahun 2023, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 701,93 ribu kunjungan. Meskipun mengalami penurunan 4,62 persen dibandingkan Januari 2023 (month-to-month), namun kebangkitan sektor pariwisata semakin terasa. Hal ini seiring dengan terkendalinya pandemi Covid-19 dan pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level I di seluruh tanah air. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 567,27 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (year-on-year), didominasi oleh wisman dari Malaysia (18,10 persen) dan Australia (12,08 persen) sebagai penyumbang terbesar jumlah kunjungan wisman Februari 2023. Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Februari 2023 juga meningkat 532,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, masing-masing meningkat sebesar 49.949,96 persen dan 716,85 persen. Peningkatan aktivitas wisata juga terpantau dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK), baik secara year-on-year (y-on-y) maupun month-to-month (m-to-m). TPK di hotel bintang mencapai 47,83 persen, naik 9,29 poin secara y-on-y dan 2,97 poin secara m-to-m. Sementara itu, TPK nonbintang mencapai 22,67 persen, naik 1,26 poin secara y-on-y dan 0,53 poin secara m-to-m. Meskipun demikian, perlu menjadi catatan bahwa rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang masih belum berubah dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,63. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Februari 2023 sebanyak 4,4 juta orang atau turun 11,04 persen dibanding kondisi pada Januari 2023. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 4,40 persen menjadi 1,1 juta orang. Selama Januari–Februari 2023, jumlah penumpang domestik sebanyak 9,3 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 2,2 juta orang, masing-masing naik sebesar 38,09 persen dan 1.063,25 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2022. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Februari 2023 tercatat 1,3 juta orang atau turun 15,17 persen dibanding Januari 2023. Jumlah barang yang diangkut turun 1,25 persen menjadi 27,5 juta ton. Selama Januari–Februari 2023, jumlah penumpang mencapai 2,9 juta orang atau naik 14,44 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2022, sementara jumlah barang yang diangkut naik 8,67 persen atau mencapai 55,3 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Februari 2023 sebanyak 26,3 juta orang atau turun 9,50 persen dibanding Januari 2023. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 6,08 persen menjadi 5,1 juta ton. Selama Januari–Februari 2023, jumlah penumpang mencapai 55,3 juta orang atau naik 79,44 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Jumlah barang yang diangkut kereta api juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 25,30 persen menjadi 10,5 juta ton.
Download PDF