Berita Statistik BPS Republik Indonesia
PDB Indonesia Triwulan II Tahun 2004 Tumbuh 0,86 %
2004-08-16
PDB Indonesia pada triwulan II tahun 2004 meningkat sebesar 0,86 persen dibanding triwulan I tahun 2004. PDB Indonesia pada triwulan II tahun 2004 dibanding triwulan yang sama tahun 2003 mengalami pertumbuhan sebesar 4,32 persen. Secara kumulatif, PDB semester pertama tahun 2004 dibandingkan dengan semester pertama tahun 2003 meningkat sebesar 4,66 persen. Perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan II tahun 2004 mencapai Rp.568,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan II tahun 2004 adalah Rp.409,6 triliun. Pengeluaran konsumsi rumahtangga pada triwulan II tahun 2004 dibandingkan dengan triwulan I tahun 2004 meningkat secara riil sebesar 1,02 persen. Pada periode yang sama pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat sebesar 3,91 persen, pembentukan modal tetap bruto (investasi fisik) meningkat sebesar 1,12 persen dan ekspor meningkat sebesar 3,91 persen. Sebaliknya impor pada periode tersebut menunjukkan penurunan sebesar minus 1,52 persen.
Download PDFNTP Bulan Mei 2004 Naik 5,81%
2004-08-02
Pada bulan Mei 2004, indeks nilai tukar petani naik 5,81 persen dibanding April 2004, yaitu dari 139,91 ke 148,03. Hal ini disebabkan petani mampu menjual hasil produksinya 7,75 persen dengan harga lebih tinggi dibanding harga bulan April 2004. Dari 21 propinsi yang diamati selama bulan Mei 2004, Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Riau (14,41 persen), karena harga produsen karet naik 20,04 persen, sedangkan penurunan terbesar di Sulawesi Tengah (minus 2,20 persen) karena harga cengkeh ditingkat produsen turun 6,67 persen. Pada bulan Juli 2004, harga gabah petani untuk kualitas Gabah Kering Panen (GKP) turun 1,97 persen dibanding Juni 2004, namun kualitas lainnya naik yaitu Gabah Kering Giling (GKG) naik 7,10 persen; Gabah Kering Simpan (GKS) naik 3,81 persen; dan gabah kualitas rendah naik 3,57 persen. Persentase transaksi harga gabah ditingkat penggilingan yang dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) naik dari 26,40 persen (Juni 2004) menjadi 37,59 persen (Juli 2004). Persentase gabah petani yang berkualitas rendah turun dari 17,97 persen (Juni 2004) menjadi 12,50 persen (Juli 2004). Berdasarkan 672 observasi gabah di 19 propinsi pada Juli 2004, harga gabah terendah ditingkat petani adalah sebesar Rp.900,00/kg dijumpai di Banten, Sulsel, dan Sultra, untuk kualitas GKP. Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp.1841,34/kg dijumpai di Kalimantan Selatan, kualitas GKG.
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Juni 2004
2004-08-02
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Juni 2004 mencapai 407,9 ribu orang, naik 10,51 persen dibanding jumlah wisman bulan Mei 2004 sebesar 369,1 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Juni 2004 mencapai 12,20 juta orang, yang berarti turun 1,04 persen dibanding bulan Mei 2004, sedangkan untuk barang mencapai 1,43 juta ton, atau turun 2,46 persen. Selama semester I tahun 2004, jumlah penumpang mencapai 73,54 juta orang atau turun 0,13 persen dan barang 7,81 juta ton atau naik 1,80 persen dibanding semester I tahun 2003. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Juni 2004 mencapai 951.5 ribu orang, turun 5,99 persen dibanding bulan Mei 2004, sedangkan angkutan barang mencapai 13,74 juta ton atau naik 3,20 persen. Selama semester I tahun 2004 jumlah penumpang mencapai 7,40 juta orang atau naik 6,35 persen, sedangkan barang mencapai 75,90 juta ton atau naik 1,40 persen dibanding semester I tahun 2003. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Juni 2004 mencapai 2,05 juta orang, atau naik 6,19 persen dibanding bulan Mei 2004. Sedangkan penumpang tujuan luar negeri (internasional) bulan Juni 2004 mencapai 442,2 ribu orang, naik 14,53 persen. Selama semester I tahun 2004 jumlah penumpang domestik mencapai 10,81 juta orang, naik 31,56 persen dan penumpang internasional mencapai 2,54 juta orang, naik 32,67 persen dibanding semester I tahun 2003.
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Juni 2004
2004-08-02
Nilai ekspor Indonesia bulan Juni 2004 kembali bertahan diatas US$ 5 milyar, yaitu mencapai US$ 5,69 milyar atau lebih tinggi 3,57 persen dibanding ekspor bulan Mei 2004 sebesar US$ 5,50 milyar. Secara kumulatif, ekspor Semester I 2004 mencapai US$ 31,41 milyar atau naik 3,14 persen dibanding Semester I 2003. Ekspor Non-Migas bulan Juni 2004 mencapai US$ 4,34 milyar, naik 4,54 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan untuk Semester I 2004 mengalami kenaikan 2,21 persen dibanding Semester I 2003. Nilai impor Indonesia bulan Juni 2004 mencapai US$ 3,54 milyar, atau meningkat 10,01 persen dibanding impor bulan Mei 2004 sebesar US$ 3,22 milyar, sedangkan selama semester I tahun 2004 nilai impor mencapai US$ 20,38 milyar atau meningkat 27,20 persen dibanding impor semester I tahun 2003 sebesar US$ 16,02 milyar. Impor non migas bulan Juni 2004 mencapai US$ 2,72 milyar atau meningkat 12,36 persen dibanding bulan Mei 2004, sedangkan selama semester I tahun 2004 mencapai US$ 15,44 milyar atau meningkat 24,50 persen dibanding impor semester I tahun 2003.
Download PDFTerjadi Inflasi 0,39 % Bulan Juli 2004
2004-08-02
Pada bulan Juli 2004 terjadi inflasi 0,39 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 35 kota mengalami inflasi, dan 10 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 1,90 persen, dan inflasi terendah di Cirebon 0,01 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Mataram 0,77 persen dan deflasi terkecil di Denpasar 0,03 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan sebesar 0,43 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,23 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,51 persen, kelompok sandang 0,21 persen, kelompok kesehatan 0,30 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,00 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,03 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2004 sebesar 3,69 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (Juli 2004 terhadap Juli 2003) sebesar 7,20 persen.
Download PDFProduction Of Paddy Maize And Soybeans
2004-07-01
Produksi padi tahun 2003 (Angka Tetap) mencapai 52,14 juta ton gabah kering giling atau naik 1,26 persen dibandingkan produksi padi tahun 2002 karena adanya peningkatan produktivitas. Sebaliknya, luas panen padi tahun 2003 menurun dibandingkan den
Download PDFNTP Bulan April 2004 Turun 1,77%
2004-07-01
Pada bulan April 2004, petani padi, palawija, dan buah-buahan berhasil menjual hasil produksinya dengan harga lebih tinggi dibanding Maret 2004. Namun NTP masih turun 1,77 persen karena indeksnya turun dari 142,43 menjadi 139,91; yaitu disebabkan petani sayuran menjual hasil produksinya dengan harga 10,86 persen lebih rendah. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Jawa Tengah (5,67 persen), karena harga produsen komoditas kubis putih naik 22,79 persen, sedangkan penurunan terbesar di Jawa Timur (minus 7,38 persen) karena harga produsen cabe merah turun 21,05 persen. Pada bulan Juni 2004, harga gabah petani untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) naik 2,03 persen dibanding Mei 2004, sedangkan Gabah Kering Simpan (GKS) turun 0,95 persen; Gabah Kering Panen (GKP) turun 0,05 persen; dan gabah kualitas rendah turun 0,16 persen. Persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) naik : dari 25,61 persen (Mei 2004) menjadi 26,40 persen (Juni 2004). Persentase gabah petani yang berkualitas rendah juga naik yaitu : dari 17,55 persen (Mei 2004) menjadi 17,97 persen (Juni 2004). Berdasarkan 651 observasi gabah berbagai jenis di 14 propinsi pada Juni 2004, harga gabah terendah di tingkat petani adalah Rp. 847,23/kg di Bali (Kec. Kerambitan, Kab. Tabanan, GKS). Harga tertinggi sebesar Rp. 1 750,00/kg di Kalimantan Tengah (Kec. Kapuas Murung, Kab. Kapuas, GKS).
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Mei 2004
2004-07-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Mei 2004 mencapai 369,1 ribu orang, naik 14,57 persen dibanding jumlah wisman bulan April 2004 sebesar 322,1 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Mei 2004 mencapai 12,33 juta orang, yang berarti naik sebesar 5,01 persen dibanding bulan April 2004, sedangkan untuk barang mencapai 1,47 juta ton, atau naik 14,17 persen. Selama Januari-Mei 2004, jumlah penumpang mencapai 61,35 juta orang atau naik tipis 0,54 persen dan barang 6,38 juta ton atau naik tipis 0,79 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Mei 2004 mencapai 1,01 juta orang turun 11,78 persen dibanding bulan April 2004, sedangkan angkutan barang mencapai 13,32 juta ton atau naik 4,53 persen. Selama Januari-Mei 2004 jumlah penumpang mencapai 6,28 juta orang atau naik 8,41 persen, sedangkan barang mencapai 62,86 juta ton atau naik 1,09 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Jumlah penumpang angkutan udara domestik mencapai 1,93 juta orang, atau naik 24,31 persen dibanding bulan April 2004. Sedangkan penumpang tujuan luar negeri (internasional) bulan Mei 2004 mencapai 386,1 ribu orang, yang berarti naik sebesar 7,82 persen. Selama Januari-Mei 2004 jumlah penumpang domestik mencapai 8,76 juta orang, naik 32,56 persen dan penumpang internasional mencapai 2,10 juta orang, naik 32,55 persen dibanding periode yang sama tahun 2003.
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Mei 2004
2004-07-01
Nilai ekspor Indonesia bulan Mei 2004 kembali bertahan di atas US$ 5 milyar, yaitu mencapai US$ 5,50 milyar atau lebih tinggi 5,60 persen dibanding ekspor bulan April 2004 sebesar US$ 5,21 milyar. Secara kumulatif, ekspor Januari - Mei 2004 mencapai US$ 25,71 milyar atau naik 2,21 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Ekspor Non-Migas bulan Mei 2004 mencapai US$ 4,15 milyar, naik 3,20 persen dibanding bulan sebelumnya, sementara secara kumulatif Januari - Mei 2004 mengalami kenaikan sebesar 1,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Nilai impor Indonesia bulan Mei 2004 mencapai US$ 3,22 milyar, atau menurun 6,81 persen dibanding impor bulan lalu sebesar US$ 3,46 milyar, sedangkan selama JanuariMei 2004 nilai impor mencapai US$ 16,88 milyar atau meningkat 24,38 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2003 sebesar US$ 13,57 milyar. Impor non migas bulan Mei 2004 mencapai US$ 2,42 milyar atau menurun 6,63 persen dibanding bulan April 2004, sedangkan selama Januari-Mei 2004 mencapai US$ 12,77 milyar atau meningkat 21,83 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2003.
Download PDFTerjadi Inflasi 0,48 % Bulan Juni 2004
2004-07-01
Pada bulan Juni 2004 terjadi inflasi 0,48 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 38 kota mengalami inflasi, dan 7 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ternate sebesar 2,99 persen, dan inflasi terendah di Semarang 0,07 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Ambon 1,87 persen dan deflasi terkecil di Banda Aceh 0,02 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan sebesar 0,97 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,15 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,55 persen, kelompok sandang 0,63 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,08 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,07 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2004 sebesar 3,29 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (Juni 2004 terhadap Juni 2003) sebesar 6,83 persen.
Download PDF