Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Harga Gabah Bulan April 2004 Semua Jenis Kualitas Naik
2004-04-01
Pada bulan April 2004, harga gabah untuk semua jenis kualitas mengalami kenaikan, kecuali kualitas Gabah Kering Giling (GKG) turun 10,48 persen. Sedangkan harga Gabah Kering Simpan (GKS) naik 3,65 persen, Gabah Kering Panen (GKP) naik 4,04 persen, dan gabah kualitas rendah naik 3,04 persen. Persentase harga gabah di tingkat petani yang di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) naik : dari 56,89 persen (Maret 2004) menjadi 75,00 persen (April 2004). Persentase gabah petani yang berkualitas rendah turun yaitu : dari 29,92 persen (Maret 2004) menjadi 14,46 persen (April 2004). Berdasarkan 1155 observasi gabah di 18 propinsi pada April 2004, harga gabah terendah di tingkat petani adalah sebesar Rp.900,00/kg dijumpai di Jateng, Yogya, Jatim, NTB, dan Sulsel. Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp.1880,00/kg dijumpai di Kalimantan Tengah.
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Februari 2004
2004-04-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Februari 2004 mencapai 321,6 ribu orang, turun 10,27 persen dibanding jumlah wisman bulan Januari 2004 sebesar 358,4 ribu orang. Untuk jumlah wisman ke Bali juga menurun dari 109,6 ribu orang menjadi 89,3 ribu orang, atau turun 18,52 persen. Jumlah penumpang kereta api bulan Februari 2004 mencapai 11,78 juta orang, yang berarti turun sebesar 10,85 persen dibanding bulan Januari 2004, sedangkan untuk barang mencapai 1,08 juta ton, atau turun 11,29 persen. Selama Januari-Februari 2004, jumlah penumpang mencapai 24,99 juta orang atau naik 3,92 persen dan barang 2,29 juta ton atau turun 3,33 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Februari 2004 mencapai 1,44 juta orang, yang berarti naik 1,86 persen dibanding bulan Januari 2004, sedangkan angkutan barang mencapai 11,48 juta ton atau turun 16,53 persen. Selama Januari-Februari 2004 jumlah penumpang mencapai 2,85 juta orang atau naik 14,28 persen, sedangkan barang mencapai 25,24 juta ton atau naik 2,37 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Jumlah penumpang angkutan udara tujuan luar negeri (internasional) bulan Februari 2004 mencapai 348,8 ribu orang, yang berarti turun 37,07 persen dibanding bulan Januari 2004, sedangkan penumpang domestik mencapai 1,66 juta orang atau turun 2,71 persen. Selama Januari-Februari 2004 jumlah penumpang internasional mencapai 903,1 ribu orang, naik 9,72 persen dan penumpang domestik mencapai 3,36 juta orang, naik 30,92 persen.
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Pebruari 2004
2004-04-01
Nilai ekspor Indonesia bulan Februari 2004 mencapai US$ 4,90 milyar, lebih rendah 2,64 persen dibanding ekspor bulan Januari 2004 sebesar US$ 5,03 milyar. Secara kumulatif ekspor Januari - Februari 2004 juga mengalami penurunan tipis 0,42 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Ekspor Non-Migas bulan Februari 2004 mencapai US$ 3,76 milyar, turun 1,93 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan kumulatif Januari - Februari 2004 mengalami sedikit kenaikan sebesar 1,06 persen. Nilai impor Indonesia bulan Februari 2004 mencapai US$ 2,89 milyar, atau meningkat 5,36 persen dibanding impor bulan lalu sebesar US$ 2,75 milyar, sedangkan selama JanuariFebruari 2004 nilai impor mencapai US$ 5,64 milyar atau meningkat 1,46 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2003 sebesar US$ 5,56 milyar. Impor non migas bulan Februari 2004 mencapai US$ 2,12 milyar atau meningkat 3,33 persen dibanding bulan Januari 2004, sedangkan selama Januari-Februari 2004 mencapai US$ 4,17 milyar atau menurun 1,34 persen.
Download PDFTerjadi Inflasi 0,36% Pada Bulan Maret 2004
2004-04-01
Pada bulan Maret 2004 terjadi inflasi 0,36 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 33 kota mengalami inflasi, dan 12 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Padang Sidempuan sebesar 2,03 persen, dan inflasi terendah di Ambon 0,04 persen. Sedangkan Deflasi terbesar terjadi di Pangkal Pinang 2,21 persen dan deflasi terkecil di Pekanbaru 0,03 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan sebesar 0,14 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,38 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,67 persen, kelompok sandang 0,18 persen, kelompok kesehatan 1,10 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,15 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,18 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Maret) 2004 sebesar 0,91 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (Maret 2004 terhadap Maret 2003) sebesar 5,11 persen.
Download PDFHarga Gabah Bulan Pebruari 2004 Semua Jenis Kualitas Turun
2004-03-01
Pada bulan Pebruari 2004, harga gabah untuk semua jenis kualitas mengalami penurunan. Harga Gabah Kering Simpan (GKS) turun 2,07 persen, Gabah Kering Panen(GKP) turun 6,67 persen, dan gabah kualitas rendah turun 8,74 persen. Selama observasi tidak diketemukan petani yang menjual Gabah Kering Giling(GKG). Persentase harga gabah ditingkat petani yang dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) naik : dari 42,43 persen (Januari 2004) menjadi 47,45 persen (Pebruari 2004). Persentase gabah petani yang berkualitas rendah naik tajam: yaitu dari 6,45 persen (Januari 2004) menjadi 22,98 persen (Pebruari 2004). Berdasarkan 531 observasi gabah di 16 propinsi pada Pebruari 2004, harga gabah terendah ditingkat petani adalah sebesar Rp.850,00/kg dijumpai di Jawa Timur (varietas IR-64, diluar kualitas). Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp.1730,00/kg dijumpai di Kalimantan Tengah (varietas Siam, kualitas GKS).
Download PDFNTP Bulan Desember 2003 Naik Dari 117,05 Ke 118,54
2004-03-01
Pada bulan Desember 2003, tingkat kesejahteraan petani secara relatif naik 1,27 persen dibanding Nopember 2003 karena indeks Nilai Tukar Petani (NTP) naik dari 117,05 ke 118,54. Penyebabnya: meskipun harga jual produk pertanian di tingkat petani turun 0,48 persen dibanding harga bulan Nopember 2003, tetapi harga barang/jasa untuk keperluan konsumsi rumahtangga pedesaan dan alat produksi pertanian turun 1,73 persen. Dari 17 propinsi yang diamati selama bulan Desember 2003, Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam (8,57 persen), karena harga cabe merah naik 17,23 persen, sedangkan penurunan terbesar di Bengkulu (minus 8,76 persen) karena harga kubis hijau turun 21,43 persen. NTP Desember 2003 turun 1,87 persen (year-on-year) terhadap Desember 2002 yang disebabkan oleh kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk keperluan produksi lebih besar dari pada kenaikan harga komoditas pertanian.
Download PDFPariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Januari 2004
2004-03-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Januari 2004 mencapai 358,4 ribu orang, turun 1,93 persen dibanding jumlah wisman bulan Desember 2003 sebesar 365,4 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Januari 2004 mencapai 13,21 juta orang, yang berarti turun sebesar 4,12 persen dibanding bulan Desember 2003, sedangkan untuk barang mencapai 1,21 juta ton, atau naik 4,12 persen. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Januari 2004 mencapai 1, 41 juta orang, yang berarti turun 2,43 persen dibanding bulan Desember 2003, sedangkan angkutan barang mencapai 13,76 juta ton atau turun 10,26 persen. Jumlah penumpang angkutan udara tujuan luar negeri (internasional) bulan Januari 2004 mencapai 554,3 ribu orang, yang berarti naik 31,41 persen dibanding bulan Desember 2003, sedangkan penumpang domestik mencapai 1,70 juta orang atau turun 2,67 persen.
Download PDFNilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Januari 2004
2004-03-01
Nilai ekspor Indonesia bulan Januari 2004 kembali menembus angka US$ 5 milyar atau tepatnya mencapai US$ 5,03 milyar, meskipun lebih rendah 3,66 persen dibanding ekspor bulan Desember 2003. Sementara dibanding ekspor Januari 2003 mengalami peningkatan tipis sebesar 0,74 persen. Ekspor Non-Migas bulan Januari 2004 mencapai US$ 3,84 milyar, turun 5,44 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan dibanding ekspor Januari 2003 naik 0,99 persen. Nilai impor Indonesia bulan Januari 2004 mencapai US$ 2,75 milyar atau turun 2,76 persen dibanding impor bulan Desember 2003 sebesar US$ 2,82 milyar, sedangkan dibanding bulan Januari 2003 meningkat tipis 0,24 persen. Impor non migas bulan Januari 2004 mencapai US$ 2,05 milyar atau menurun 9,00 persen dibanding impor bulan Desember 2003, sedangkan dibanding bulan Januari 2003 meningkat 0,60 persen.
Download PDFTerjadi Deflasi 0,02 % Pada Bulan Februari 2004
2004-03-01
IHK tercatat 25 kota mengalami deflasi, dan 20 kota mengalami inflasi pada bulan Februari 2004 terjadi deflasi 0,02 persen. Dari 45 kota flasi. Deflasi terbesar terjadi di Palu sebesar 1,53 persen, dan deflasi terkecil di Kupang 0,02 persen. Sedangkan Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang 3,51 persen dan inflasi terendah di Surakarta 0,01 persen. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan turun sebesar 1,44 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen. Sedangkan kelompok-kelompok yang mengalami kenaikan harga adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,70 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,64 persen, kelompok sandang 0,03 persen, kelompok kesehatan 0,04 persen, dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,12 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2004 sebesar 0,55 persen, sedangkan tingkat inflasi ?year on year? (Februari 2004 terhadap Februari 2003) sebesar 4,60 persen.
Download PDFJumlah Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan Tahun 2003
2004-02-16
Jumlah rumah tangga pertanian pengguna lahan, meningkat 1,7 persen pertahun, dari 20,5 juta pada tahun 1993 menjadi 24,4 juta rumah tangga pada tahun 2003. Jumlah rumahtangga pertanian pengguna lahan yang meningkat cukup nyata antara lain rumah tangga hortikultura (6,7 persen pertahun), rumah tangga budi daya ikan di tambak air payau (4,2 persen pertahun), serta rumah tangga perkebunan (2,3 persen pertahun). Distribusi rumah tangga petani gurem tidak menyebar rata di semua daerah tetapi sangat tergantung pada banyaknya rumah tangga pertanian di daerah yang bersangkutan. Di Jawa Timur, jumlah rumah tangga petani gurem mencapai 3,4 juta rumah tangga, atau sekitar 25,14 persen dari total rumah tangga petani gurem di Indonesia. Daerah lain yang mempunyai banyak rumah tangga petani gurem adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara dan Banten. Di daerah lain, banyaknya rumah tangga petani gurem relatif kecil, kurang dari 3 persen.
Download PDF