Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Terjadi Inflasi 0,56% Bulan Oktober 2004

Terjadi Inflasi 0,56% Bulan Oktober 2004

2004-11-01

Pada bulan Oktober 2004 terjadi inflasi 0,56 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 36 kota mengalami inflasi, dan 9 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 2,17 persen, dan inflasi terendah di Lhokseumawe 0,11 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Ambon 0,88 persen dan deflasi terkecil di Sibolga 0,12 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa masing-masing sebagai berikut: kelompok bahan makanan naik sebesar 1,31 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,29 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,29 persen, kelompok sandang 0,59 persen, kelompok kesehatan 0,13 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 1,27 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,04 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2004 sebesar 4,38 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (Oktober 2004 terhadap Oktober 2003) sebesar 6,22 persen.

Download PDF
NTP Bulan Juli 2004 Naik  0,89%

NTP Bulan Juli 2004 Naik 0,89%

2004-10-01

Tukar Petani (NTP) naik 0,89 persen, yaitu dari 104,50 ke 105,43. Dari 23 propinsi yang diamati selamPada bulan Juli 2004, petani mampu menjual hasil produksinya 1,00 persen lebih tinggi dibanding harga bulan Juni 2004, sehingga Nilai a bulan Juli 2004, Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan (12,46 persen), karena harga produsen gabah naik 16,88 persen, sedangkan penurunan terbesar di Kalimantan Tengah (minus 10,07 persen) karena naiknya harga kayu bakar konsumsi rumahtangga sebesar 94,44 persen. Pada bulan September 2004, rata-rata harga Gabah Kering Simpan (GKS) turun 2,89 persen; Gabah Kering Panen (GKP) naik 1,64 persen; dan gabah kualitas rendah naik 3,93 persen, dibanding Agustus 2004. BPS tidak menemukan petani yang melakukan transaksi Gabah Kering Giling (GKG) pada September 2004. Persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) turun dari 50,07 persen (Agustus 2004) menjadi 45,09 persen (September 2004). Sebaliknya, persentase gabah petani yang berkualitas rendah naik sedikit, yaitu dari 8,19 persen (Agustus 2004) menjadi 8,82 persen (September 2004). Berdasarkan 771 observasi gabah di 15 propinsi pada September 2004, harga gabah terendah ditingkat petani adalah sebesar Rp. 910,00/kg (Yogyakarta, kualitas GKP). Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp. 1.670,00/kg (Sumatera Barat, kualitas GKP).

Download PDF
Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Agustus 2004

Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Agustus 2004

2004-10-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Agustus 2004 mencapai 449,8 ribu orang, atau naik 5,89 persen dibanding jumlah wisman bulan Juli 2004 sebanyak 424,8 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Agustus 2004 mencapai 12,65 juta orang, yang berarti turun 5,34 persen dibanding bulan Juli 2004, sedangkan untuk barang mencapai 1,64 juta ton atau naik 3,94 persen. Selama Januari-Agustus 2004, jumlah penumpang mencapai 99,56 juta orang atau turun 0,58 persen dan barang 11,02 juta ton atau naik 3,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Agustus 2004 mencapai 1 juta orang atau turun 2,71 persen dibanding bulan Juli 2004, sedangkan angkutan barang mencapai 14,72 juta ton atau naik 3,10 persen. Selama Januari-Agustus 2004 jumlah penumpang mencapai 8,48 juta orang atau turun 10,56 persen, sedangkan barang mencapai 103,3 juta ton atau naik 3,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Agustus 2004 mencapai 2,12 juta orang atau turun 4,59 persen dibanding bulan Juli 2004, sedangkan penumpang tujuan luar negeri (internasional) bulan Agustus 2004 mencapai 489,2 ribu orang atau naik 0,64 persen. Selama Januari-Agustus 2004 jumlah penumpang domestik mencapai 15,15 juta orang, naik 33,99 persen dan penumpang internasional mencapai 3,52 juta orang, naik 29,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2003.

Download PDF
Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Agustus 2004

Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Agustus 2004

2004-10-01

Nilai ekspor Indonesia bulan Agustus 2004 mencapai US$ 5,91 milyar, mengalami peningkatan 4,15 persen dibandingkan dengan ekspor bulan lalu dan lebih tinggi 17,66 persen dibandingkan dengan ekspor Agustus 2003. Secara kumulatif, ekspor Januari - Agustus 2004 mencapai US$ 43,09 milyar atau naik 5,75 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2003. Ekspor Non-Migas bulan Agustus 2004 mencapai US$ 4,60 milyar, naik 3,42 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sedangkan secara kumulatif Januari - Agustus 2004 mengalami kenaikan 5,10 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2003. Nilai impor Indonesia bulan Agustus 2004 mencapai US$ 4,02 milyar, atau menurun 2,17 persen dibanding impor bulan Juli 2004 sebesar US$ 4,11 milyar, sedangkan selama Januari-Agustus 2004 nilai impor mencapai US$ 29,10 milyar atau meningkat 36,47 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2003 sebesar US$ 21,33 milyar. Impor non migas bulan Agustus 2004 mencapai angka sebesar US$ 2,99 milyar atau menurun 3,77 persen dibanding bulan Juli 2004, sedangkan selama Januari-Agustus 2004 mencapai US$ 22,01 milyar atau meningkat 34,93 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2003.

Download PDF
Terjadi Inflasi 0,02 % Bulan September 2004

Terjadi Inflasi 0,02 % Bulan September 2004

2004-10-01

Pada bulan September 2004 terjadi inflasi 0,02 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 21 kota mengalami inflasi, dan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 0,82 persen, dan inflasi terendah di Tasikmalaya 0,04 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Kendari 2,07 persen dan deflasi terkecil di Malang 0,02 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut: kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,18 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,45 persen, kelompok sandang 0,30 persen, kelompok kesehatan 0,16 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 2,02 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,04 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks sebesar 1,36 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-September) 2004 sebesar 3,80 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (September 2004 terhadap September 2003) sebesar 6,27 persen.

Download PDF
Harga Gabah Petani Bulan Agustus 2004 Turun Untuk Semua Kwalitas

Harga Gabah Petani Bulan Agustus 2004 Turun Untuk Semua Kwalitas

2004-09-01

Pada bulan Agustus 2004, harga gabah petani turun untuk semua kualitas dibanding Juli 2004. Harga Gabah Kering Giling turun 29,97 persen; Gabah Kering Simpan turun 5,77 persen; Gabah Kering Panen turun 0,23 persen; dan gabah kualitas rendah turun 0,71 persen. Persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) naik : dari 37,59 persen (Juli 2004) menjadi 50,07 persen (Agustus 2004). Namun persentase gabah yang berkualitas rendah turun yaitu : dari 12,50 persen (Juli 2004) menjadi 8,19 persen (Agustus 2004). Berdasarkan 794 observasi gabah di 17 propinsi pada Agustus 2004, harga gabah terendah di tingkat petani adalah sebesar Rp. 900,00/kg dijumpai di NTB dan Bali, untuk kualitas GKP. Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp. 1.800,00/kg dijumpai di Sumatera Utara, kualitas GKS.

Download PDF
Pariwisata dan Transportasi Bulan Juli 2004

Pariwisata dan Transportasi Bulan Juli 2004

2004-09-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Juli 2004 mencapai 424,8 ribu orang, atau naik 4,14 persen dibanding jumlah wisman bulan Juni 2004 sebanyak 407,9 ribu orang. Jumlah wisman yang datang ke Bali juga meningkat dari 137,3 ribu orang pada bulan Juni 2004 menjadi 154,2 ribu orang pada bulan Juli 2004, atau naik 12,33 persen. Secara kumulatif, jumlah wisman yang datang melalui 13 pintu masuk sampai dengan bulan Juli 2004 mencapai 2,56 juta orang, meningkat 31,23 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2003 sebanyak 1,95 juta orang. Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada bulan Juni 2004 mencapai 47,44 persen, naik 1,51 poin dibanding TPK bulan Mei 2004 sebesar 45,93 persen. Di Bali, TPK bulan Juni 2004 juga naik dari 51,01 persen menjadi 52,41 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama bulan Juni 2004 mengalami penurunan jika dibanding bulan Mei 2004, yaitu dari 2,08 hari menjadi 2,05 hari.

Download PDF
Nilai Ekspor-Impor  Indonesia Bulan Juli 2004

Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Juli 2004

2004-09-01

Nilai ekspor Indonesia bulan Juli 2004 mencapai US$ 5,68 milyar. Walaupun mengalami penurunan tipis 0,31 persen dibanding ekspor bulan lalu, tetapi tetap lebih tinggi 7,68 persen dibanding ekspor Juli 2003. Secara kumulatif, ekspor Januari - Juli 2004 mencapai US$ 37,11 milyar atau naik 3,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Ekspor Non-Migas bulan Juli 2004 mencapai US$ 4,45 milyar, naik 2,40 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan secara kumulatif Januari Juli 2004 mengalami kenaikan 2,56 persen dibanding periode yang sama tahun 2003. Peningkatan terbesar ekspor non-migas bulan Juli 2004 terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 195,1 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 112,0 juta. Ekspor non migas ke Amerika Serikat bulan Juli 2004 mencapai angka terbesar yaitu US$ 773,1 juta, disusul Jepang US$ 631,0 juta dan Singapura US$ 290,6 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,13 persen. Menurut sektor, ekspor hasil industri pada Januari - Juli 2004 meningkat 3,32 persen, sebaliknya ekspor hasil pertanian dan hasil pertambangan & lainnya turun masing-masing 2,05 persen dan 2,17 persen.

Download PDF
Terjadi Inflasi 0,09 % Bulan Agustus 2004

Terjadi Inflasi 0,09 % Bulan Agustus 2004

2004-09-01

Pada bulan Agustus 2004 terjadi inflasi 0,09 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 25 kota mengalami inflasi, dan 20 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banjarmasin sebesar 1,77 persen, dan inflasi terendah di Tegal dan Kendari masing-masing 0,02 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Ternate 1,99 persen dan deflasi terkecil di Palangkaraya 0,07 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,35 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,65 persen, kelompok sandang 0,24 persen, kelompok kesehatan 0,10 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 5,10 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,40 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan sebesar 2,13 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2004 sebesar 3,78 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (Agustus 2004 terhadap Agustus 2003) sebesar 6,67 persen.

Download PDF
ITB dan ITK Triwulan II-2004 Diatas Angka 100

ITB dan ITK Triwulan II-2004 Diatas Angka 100

2004-08-16

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan II-2004 (April-Juni 2004) untuk Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia berada diatas angka 100, yaitu 117,79 untuk Jabotabek, 114,35 untuk Luar Jabotabek dan 114,81 untuk Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi bisnis untuk Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia pada triwulan II-2004 lebih baik/meningkat dibanding triwulan I-2004 (Januari-Maret 2004). Perkiraan ITB triwulan III-2004 (Juli-September 2004) untuk Jabotabek, Luar Jabotabek, dan Indonesia juga berada diatas 100, yaitu 113,28 untuk Jabotabek, 107,37 untuk Luar Jabotabek dan 108,41 untuk Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa prospek bisnis untuk Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia pada triwulan III-2004 diperkirakan lebih baik/meningkat dibanding triwulan II-2004. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) triwulan II-2004 (April-Juni 2004) di Jabotabek diatas angka 100, yaitu 118,03. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II-2004 di Jabotabek lebih baik/meningkat dibanding triwulan I-2004 (Januari-Maret 2004). Perkiraan ITK triwulan III-2004 (Juli-September 2004) berada diatas angka 100, yaitu 103,43. Hal ini mengindikasikan bahwa perkiraan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan III-2004 di Jabotabek lebih baik/meningkat dibanding triwulan II-2004 (April-Juni 2004).

Download PDF