Berita Statistik BPS Republik Indonesia
Inflasi Januari 2010 Sebesar 0,84 Persen.
2010-02-01
Pada bulan Januari 2010 terjadi inflasi sebesar 0,84 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,01. Dari 66 kota, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Maumere 3,56 persen dengan IHK 130,49 dan terendah terjadi di Palu dan Sorong masing-masing 0,12 persen dengan IHK masing-masing 121,10 dan 134,01. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 1,73 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,93 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,34 persen; kelompok kesehatan 0,15 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,10 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,16 persen. Sedangkan kelompok sandang bulan Januari 2010 mengalami penurunan indeks 0,20 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari) 2010 sebesar 0,84 persen dan laju inflasi year on year (Januari 2010 terhadap Januari 2009) sebesar 3,72 persen. Komponen inti pada bulan Januari 2010 mengalami inflasi sebesar 0,59 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari) 2010 sebesar 0,59 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Januari 2010 terhadap Januari 2009) sebesar 4,43 persen.
Download PDFIndeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Naik 0,73 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.
2010-01-04
Pada bulan November 2009 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum naik 0,73 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada kelompok barang Ekspor sebesar 2,01 persen, utamanya gas alam cair dan minyak bumi, yang memberi andil positif masingmasing sebesar 0,12 dan 0,11 persen. Pada bulan ini IHPB Pertanian, Industri, dan kelompok barang Impor naik masing-masing sebesar 0,64 persen, 0,28 persen, dan 0,77 persen, sedangkan Sektor Pertambangan & Penggalian turun 0,10 persen. Selama November 2009, komoditas yang harganya naik antara lain: minyak diesel industri (16,28%), minyak bakar industri (10,76%), minyak kelapa sawit ekspor (9,80%), gas alam cair ekspor (6,72%), minyak bumi ekspor (5,17%), dan minyak bumi impor (5,01%). Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain: bijih tembaga ekspor (2,50%), dan batubara ekspor (1,05%). IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada November 2009 naik 0,34 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga hasil kilang minyak lainnya (2,01%), kayu gelondongan (1,31%), batu split (0,56%), aki/accu (0,52%), dan bahan bangunan dari kayu (0,48%). Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain: alat berat dan perlengkapannya (0,40%), barang-barang dari besi dan baja dasar (0,33%), dan barang-barang logam lainnya (0,12%).
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) November 2009 Naik 0,34 Persen.
2010-01-04
Pada November 2009, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional sebesar 101,13, atau naik 0,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 95,95; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 106,24; Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 105,44; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 106,26; dan untuk Nilai Tukar Nelayan (NTN) 105,59. Kenaikan NTP dipicu oleh kenaikan Subsektor Peternakan terutama pada kelompok ternak besar dan ternak kecil. Dari 32 provinsi (tanpa DKI) pada November 2009, NTP 19 provinsi naik, sedangkan 13 provinsi turun. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Barat (1,92 persen), terutama disebabkan harga produsen jagung yang naik 5,84 persen. Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Papua Barat (1,17 persen), terutama disebabkan harga produsen coklat yang turun 3,88 persen. Pada November 2009, terjadi deflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,28 persen. Deflasi perdesaan November 2009 ini dipengaruhi oleh penurunan indeks harga subkelompok bahan makanan; makanan jadi; perumahan serta pendidikan, rekreasi dan olahraga, yang masing-masing turun sebesar 0,58 persen; 0,20 persen; 0,09 dan 0,15 persen, sedangkan subkelompok sandang; kesehatan serta transportasi dan komunikasi naik masing-masing 0,14 persen; 0,20 persen dan 0,44 persen. Komposisi jumlah observasi dari 709 transaksi harga gabah di 13 provinsi selama Desember 2009, didominasi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 80,68 persen, diikuti oleh gabah kualitas rendah sebesar 10,58 persen dan Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 8,74 persen. Di tingkat petani, harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas IR-42 senilai Rp3.600,- per kg yang terjadi di Kabupaten Subang (Jawa Barat). Sedangkan harga terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Ciherang senilai Rp2.100,- per kg, terjadi di Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat). Dibandingkan bulan lalu, terjadi peningkatan persentase jumlah observasi harga gabah di bawah HPP dari 2,20 persen menjadi 4,10 persen selama Desember 2009. Peningkatan juga terjadi pada persentase jumlah observasi harga gabah kualitas rendah yakni dari 8,96 persen menjadi 10,58 persen. Selama Desember 2009, rata-rata harga gabah kualitas GKP baik di tingkat petani maupun penggilingan masing-masing naik 2,27 persen menjadi Rp2.863,- per kg dan 2,25 persen menjadi Rp2.926,- per kg dibandingkan bulan lalu. Sedangkan gabah kualitas GKG naik 1,29 persen menjadi Rp3.060,- per kg di tingkat petani dan 1,22 persen menjadi Rp3.124,- per kg di tingkat penggilingan. Sementara itu, gabah kualitas rendah juga meningkat 3,00 persen menjadi Rp2.607,- per kg di tingkat petani dan 2,92 persen menjadi Rp2.670,- per kg di tingkat penggilingan. Upah nominal harian buruh tani Nasional pada November 2009 naik sebesar 0,34 persen dibanding upah Oktober 2009, yaitu dari Rp37.105,- menjadi Rp37.230,- per hari. Secara riil mengalami kenaikan sebesar 0,62 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Desember 2009 naik 0,53 persen dibanding upah November 2009, yaitu dari Rp56.111,- menjadi Rp56.406,- per hari. Secara riil naik sebesar 0,20 persen1). Upah nominal bulanan buruh industri pada triwulan III 2009 naik sebesar 3,99 persen dibanding upah triwulan II 2009 yaitu dari Rp1.115.608,- menjadi Rp1.160.107,-, secara riil naik 2,06 persen1). Dibanding upah triwulan III 2008 (year on year), upah nominal naik 6,17 persen.
Download PDFPerkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional November 2009
2010-01-04
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada November 2009 mencapai 531,7 ribu orang atau naik 1,43 persen dibanding jumlah wisman November 2008 yang sebanyak 524,2 ribu orang. Sementara itu jika dibandingkan dengan Oktober 2009, jumlah wisman November 2009 turun 2,83 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada November 2009 naik 2,23 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 428,5 ribu orang menjadi 438,1 ribu orang. Jika dibanding Oktober 2009, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk turun 5,27 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada November 2009 naik 6,83 persen dibanding November 2008. Sedangkan jika dibanding Oktober 2009, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 18,17 persen, yaitu dari 225,6 ribu orang menjadi 184,6 ribu orang pada November 2009. Secara kumulatif (Januari-November) 2009, jumlah wisman mencapai 5,70 juta orang atau naik 1,32 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2008 sebanyak 5,62 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 14 provinsi pada November 2009 mencapai rata-rata 49,91 persen, atau turun 0,04 poin dibanding TPK Oktober 2009 sebesar 49,95 persen. TPK hotel berbintang di Bali pada November 2009 turun 9,36 poin bila dibanding Oktober 2009, yaitu dari 64,26 persen menjadi 54,90 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 provinsi selama November 2009 adalah 1,99 hari turun 0,14 poin dibanding keadaan Oktober 2009. Jumlah penumpang kereta api pada bulan November 2009 mencapai 16,8 juta orang, yang berarti turun 5,48 persen dibanding bulan Oktober 2009. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api turun 2,46 persen menjadi 1,5 juta ton. Selama Januari-November 2009, jumlah penumpang mencapai 189,4 juta orang atau naik 5,98 persen, sebaliknya jumlah barang mencapai 17,3 juta ton atau turun 3,14 persen dibanding periode yang sama tahun 2008. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan November 2009 tercatat 415,6 ribu orang atau turun 37,54 persen dibanding bulan Oktober 2009, sebaliknya jumlah barang yang diangkut naik 2,08 persen menjadi 10,5 juta ton. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008, selama Januari-November 2009 jumlah penumpang mencapai 5,4 juta orang atau turun 3,59 persen dan jumlah barang yang diangkut 137,3 juta ton atau turun 8,07 persen. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan November 2009 mencapai 3,2 juta orang atau turun 5,42 persen dibanding bulan Oktober 2009. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 3,42 persen menjadi 728,5 ribu orang. Selama Januari-November 2009 jumlah penumpang domestik mencapai 32,3 juta orang atau naik 10,89 persen, dan jumlah penumpang internasional mencapai 7,2 juta orang atau naik 9,92 persen dibanding periode yang sama tahun 2008.
Download PDFNilai Ekspor Indonesia November 2009 Turun 12,12 Persen danNilai Impor Turun 6,03 Persen Dibandingkan Bulan Sebelumnya.
2010-01-04
Nilai ekspor Indonesia November 2009 mencapai US$10,76 miliar atau mengalami penurunan sebesar 12,12 persen dibanding ekspor Oktober 2009. Sementara bila dibanding November 2008 mengalami peningkatan sebesar 11,31 persen. Ekspor nonmigas November 2009 mencapai US$8,43 miliar, turun 16,82 persen dibanding Oktober 2009, sedangkan dibanding ekspor November 2008 meningkat 2,51 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-November 2009 mencapai US$103,15 miliar atau menurun 19,50 persen dibanding periode yang sama tahun 2008, sementara ekspor nonmigas mencapai US$86,64 miliar atau menurun 13,71 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar November 2009 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$347,9 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada kakao/coklat sebesar US$21,0 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang November 2009 mencapai angka terbesar yaitu US$935,7 juta, disusul Amerika Serikat US$905,0 juta dan Cina US$872,2 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,19 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,17 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-November 2009 turun sebesar 20,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2008, demikian juga ekspor hasil pertanian 6,12 persen, sebaliknya ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 28,11 persen. Menurut propinsi asal, ekspor Indonesia terbesar pada periode Januari-September 2009 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$14,11 miliar (17,60 persen), diikuti Kalimantan Timur sebesar US$13,03 miliar (16,26 persen) dan Riau sebesar U$8,01 miliar (9,99 persen). Nilai impor Indonesia November 2009 mencapai US$8,86 miliar atau turun 6,03 persen dibanding Oktober 2009 yang besarnya US$9,43 miliar, sedangkan selama Januari-November 2009 nilai impor mencapai US$86,58 miliar atau turun 28,75 persen dibanding periode yang sama tahun 2008. Impor nonmigas November 2009 mencapai US$7,03 miliar atau turun 6,44 persen dibanding impor Oktober 2009, sedangkan selama Januari-November 2009 mencapai US$69,69 miliar atau turun 24,22 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Impor migas November 2009 mencapai US$1,83 miliar atau turun 4,45 persen dibanding impor Oktober 2009, sedangkan selama Januari-November 2009 mencapai US$16,89 miliar atau turun 42,84 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor nonmigas terbesar November 2009 masih sama seperti Oktober 2009 yaitu golongan barang mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$1,29 miliar, walaupun mengalami penurunan sebesar 5,93 persen dibanding bulan sebelumnya. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-November 2009 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$12,01 miliar dengan pangsa 17,24 persen, diikuti Jepang US$8,78 miliar (12,59 persen) dan Singapura US$8,45 miliar (12,13 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,49 persen dan Uni Eropa sebesar 11,20 persen. Impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari-November 2009 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan untuk semua golongan, yaitu impor barang konsumsi sebesar 23,28 persen, bahan baku/penolong sebesar 33,71 persen, dan barang modal sebesar 6,84 persen.
Download PDFInflasi Desember 2009 Sebesar 0,33 Persen
2010-01-04
Pada bulan Desember 2009 terjadi inflasi sebesar 0,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,03. Dari 66 kota, tercatat 48 kota mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 3,49 persen dengan IHK 117,87 dan terendah terjadi di Palembang 0,03 persen dengan IHK 118,07. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Maumere 0,83 persen dengan IHK 126,01 dan terendah terjadi di Pekanbaru dan Cilegon masing-masing 0,10 persen dengan IHK masing-masing 115,04 dan 118,64. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,93 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,28 persen; kelompok sandang 0,95 persen; kelompok kesehatan 0,20 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,35 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan pada bulan Desember 2009 mengalami penurunan indeks 0,13 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2009 dan laju inflasi year on year (Desember 2009 terhadap Desember 2008) masing-masing sebesar 2,78 persen. Komponen inti pada bulan Desember 2009 mengalami inflasi sebesar 0,40 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Desember) 2009 dan laju inflasi komponen inti year on year (Desember 2009 terhadap Desember 2008) masing-masing sebesar 4,28 persen.
Download PDFIndeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Turun 0,07 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.
2009-12-01
Pada bulan Oktober 2009 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum turun 0,07 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan IHPB terbesar terjadi pada kelompok barang Ekspor sebesar 0,80 persen, utamanya gas alam cair dan minyak kelapa sawit, yang memberi andil negatif masing-masing sebesar 0,13 dan 0,05 persen. Pada bulan ini IHPB Sektor Industri turun 0,10 persen, sedangkan Sektor Pertanian, Pertambangan & Penggalian dan kelompok barang Impor naik masing-masing sebesar 0,27 persen, 0,64 persen, dan 0,36 persen. Selama Oktober 2009, komoditas yang harganya turun antara lain: minyak diesel industri (10,55%), minyak bakar industri (8,06%), gas alam cair ekspor (6,91%), minyak kelapa sawit ekspor (5,67%), dan solar industri (5,54%). Sedangkan yang mengalami kenaikan harga antara lain: minyak bumi ekspor (6,63%), minyak bumi impor (4,65%), barang-barang hasil kilang minyak impor (3,64%), batubara ekspor (2,24%), dan karet (2,46%). IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Oktober 2009 turun 0,12 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan penurunan harga hasil kilang minyak lainnya (1,54%), kaca lembaran (0,30%), barang-barang dari besi dan baja dasar (0,23%), alat berat dan perlengkapannya (0,23%), dan barang-barang logam lainnya (0,12%). Sedangkan yang mengalami kenaikan harga antara lain: barang galian segala jenis (0,33%), dan bahan bangunan dari logam (0,26%).
Download PDFTingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia Agustus 2009 Menurun Dibandingkan TPT Februari 2009.
2009-12-01
Jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2009 mencapai 113,83 juta orang, bertambah 90 ribu orang dibanding jumlah angkatan kerja Februari 2009 sebesar 113,74 juta orang atau bertambah 1,88 juta orang dibanding Agustus 2008 sebesar 111,95 juta orang.Jumlah penduduk yang bekerja di Indonesia pada Agustus 2009 mencapai 104,87 juta orang, bertambah 380 ribu orang dibanding keadaan pada Februari 2009 sebesar 104,49 juta orang, atau bertambah 2,32 juta orang dibanding keadaan Agustus 2008 sebesar 102,55 juta orang. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia pada Agustus 2009 mencapai 7,87 persen, mengalami penurunan apabila dibandingkan TPT Februari 2009 sebesar 8,14 persen, dan TPT Agustus 2008 sebesar 8,39 persen.Dibanding Agustus 2008, seluruh sektor mengalami peningkatan lapangan kerja, kecuali Sektor Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi yang menurun sebanyak 60 ribu orang. Sektor yang mengalami kenaikan terbesar adalah Sektor Jasa Kemasyarakatan naik 900 ribu orang, Sektor Perdagangan 730 ribu orang, dan Sektor Industri naik 290 ribu orang. Jika dibandingkan dengan Februari 2009, hanya Sektor Pertanian yang mengalami penurunan sebesar 1,42 juta orang.Pada Agustus 2009, jumlah penduduk yang bekerja sebagai buruh/karyawan sebanyak 29,11 juta orang (27,76 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap sebanyak 21,93 juta orang (20,91 persen) dan berusaha sendiri sejumlah 21,05 juta orang (20,07 persen).Berdasarkan jumlah jam kerja pada Agustus 2009, sebanyak 73,30 juta orang (69,90 persen) bekerja diatas 35 jam perminggu, sedangkan pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam hanya sekitar 1,31 juta orang (1,25 persen).Pada Agustus 2009, pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih tetap tinggi yaitu sekitar 55,21 juta orang (52,65 persen), sedangkan pekerja dengan pendidikan diploma hanya sebesar 2,79 juta orang (2,66 persen) dan pekerja dengan pendidikan sarjana hanya sebesar 4,66 juta orang (4,44 persen).
Download PDFNilai Tukar Petani (NTP) Oktober 2009 Turun 0,11 Persen.
2009-12-01
Pada Oktober 2009, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional sebesar 100,79, atau turun 0,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 95,42; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 106,14; Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 105,49; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) 105,67; dan untuk Nilai Tukar Nelayan (NTN) 105,56. Penurunan NTP dipicu oleh penurunan Subsektor Perikanan terutama pada kelompok penangkapan ikan. Dari 32 provinsi (tanpa DKI) pada Oktober 2009, NTP 19 provinsi naik, sedangkan 13 provinsi turun. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara (1,05 persen), terutama disebabkan harga produsen coklat yang naik 4,76 persen. Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Sumatera Barat (1,12 persen), terutama disebabkan harga produsen kelapa sawit yang turun 4,67 persen. Pada Oktober 2009, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,40 persen. Inflasi perdesaan Oktober 2009 ini dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga subkelompok bahan makanan; makanan jadi; perumahan; sandang; kesehatan dan pendidikan, rekreasi dan olahraga, yang masing-masing naik sebesar 0,51 persen; 0,41 persen; 0,51 persen; 0,27 persen; 0,17 persen; dan 0,34 persen. Selama November 2009, komposisi jumlah observasi dari 848 transaksi harga gabah di 16 provinsi didominasi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 81,49 persen, diikuti oleh Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 9,55 persen, dan gabah kualitas rendah sebesar 8,96 persen. Harga gabah tertinggi di tingkat petani, berasal dari gabah kualitas GKP senilai Rp3.350,- per kg, terjadi di Kabupaten Batubara (Sumatera Utara). Sedangkan harga terendah berasal dari gabah kualitas rendah senilai Rp2.100,- per kg terjadi di Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat). Selama tiga bulan terakhir, persentase jumlah observasi harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP sedikit menurun. Dibandingkan bulan lalu, terjadi penurunan dari 2,22 persen menjadi 2,20 persen. Penurunan persentase juga terjadi pada jumlah observasi harga gabah kualitas rendah yakni dari 14,12 persen menjadi 8,96 persen. Rata-rata harga gabah kualitas GKG baik di tingkat petani maupun penggilingan masing-masing menurun 4,21 persen menjadi Rp3.020,- per kg dan 4,20 persen menjadi Rp3.086,- per kg dibandingkan bulan lalu. Sedangkan gabah kualitas GKP naik 0,61 persen menjadi Rp2.799,- per kg di tingkat petani dan 0,83 persen menjadi Rp2.862,- per kg di tingkat penggilingan. Sementara itu, gabah kualitas rendah di tingkat petani menurun 1,04 persen menjadi Rp2.531,- per kg di tingkat petani dan 1,21 persen menjadi Rp2.595,- per kg di tingkat penggilingan.
Download PDFPerkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Oktober 2009
2009-12-01
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Oktober 2009 mencapai 547,2 ribu orang atau naik 3,36 persen dibanding jumlah wisman Oktober 2008 sebanyak 529,4 ribu orang. Begitu pula jika dibanding September 2009, jumlah wisman Oktober 2009 naik 10,81 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada Oktober 2009 naik 5,87 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 436,8 ribu orang menjadi 462,5 ribu orang. Jika dibanding September 2009, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk naik 12,02 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Oktober 2009 naik 19,28 persen dibanding Oktober 2008. Jika dibanding September 2009, jumlah wisman ke Bali mengalami kenaikan sebesar 3,37 persen, yaitu dari 218,2 ribu orang menjadi 225,6 ribu orang pada Oktober 2009. Secara kumulatif (Januari-Oktober) 2009, jumlah wisman mencapai 5,17 juta orang atau naik 1,31 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2008 sebanyak 5,10 juta orang. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 14 provinsi pada Oktober 2009 mencapai rata-rata 49,95 persen, atau naik 4,41 poin dibanding TPK September 2009 sebesar 45,54 persen. TPK hotel berbintang di Bali pada Oktober 2009 naik 1,24 poin bila dibanding September 2009, yaitu dari 63,02 persen menjadi 64,26 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 provinsi selama Oktober 2009 adalah 2,13 hari turun 0,02 poin dibanding keadaan September 2009. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Oktober 2009 mencapai 17,8 juta orang, yang berarti naik 2,72 persen dibanding bulan September 2009. Demikian juga jumlah barang yang diangkut kereta api naik 7,00 persen menjadi 1,5 juta ton. Selama Januari-Oktober 2009, jumlah penumpang mencapai 172,7 juta orang atau naik 6,07 persen, sebaliknya jumlah barang mencapai 15,8 juta ton atau turun 3,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2008. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Oktober 2009 tercatat 665,4 ribu orang atau naik 2,59 persen dibanding bulan September 2009, sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun 4,64 persen menjadi 10,2 juta ton. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2008, selama Januari-Oktober 2009 jumlah penumpang mencapai 5,0 juta orang atau turun 2,24 persen dan jumlah barang yang diangkut 126,8 juta ton atau turun 6,56 persen. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Oktober 2009 mencapai 3,4 juta orang atau naik 21,04 persen dibanding bulan September 2009. Demikian juga jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 10,86 persen menjadi 754,3 ribu orang. Selama Januari-Oktober 2009 jumlah penumpang domestik mencapai 29,0 juta orang atau naik 9,60 persen, dan jumlah penumpang internasional mencapai 6,5 juta orang atau naik 8,26 persen dibanding periode yang sama tahun 2008.
Download PDF