Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Januari 2010

Perkembangan Pariwisata dan Transportasi Nasional Januari 2010

2010-03-01

Secara keseluruhan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Januari 2010 mencapai 493,0 ribu orang atau naik 4,20 persen dibanding jumlah wisman Januari 2009 yang sebanyak 473,2 ribu orang. Sementara itu jika dibandingkan dengan Desember 2009, jumlah wisman Januari 2010 turun 21,17 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama pada Januari 2010 naik 4,64 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 439,9 ribu orang menjadi 460,3 ribu orang. Jika dibanding Desember 2009, wisman yang datang melalui 19 pintu masuk turun 19,68 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Januari 2010 naik 2,55 persen dibanding Januari 2009. Sementara itu, jika dibanding Desember 2009, jumlah wisman ke Bali mengalami penurunan sebesar 19,51 persen, yaitu dari 221,6 ribu orang menjadi 178,4 ribu orang pada Januari 2010. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 14 provinsi pada Januari 2010 mencapai rata-rata 46,11 persen, atau turun 6,45 poin dibanding TPK Desember 2009 sebesar 52,56 persen. TPK hotel berbintang di Bali pada Januari 2010 turun 6,45 poin bila dibanding Desember 2009, yaitu dari 59,66 persen menjadi 53,21 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 provinsi selama Januari 2010 adalah 2,08 hari naik 0,11 poin dibanding keadaan Desember 2009. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Januari 2010 mencapai 17,4 juta orang, yang berarti turun 0,90 persen dibanding bulan Desember 2009. Demikian pula jumlah barang yang diangkut kereta api turun 10,30 persen menjadi 1,5 juta ton. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada bulan Januari 2010 tercatat 532,1 ribu orang atau naik 6,72 persen dibanding bulan Desember 2009, sebaliknya jumlah barang yang diangkut turun 8,77 persen menjadi 8,8 juta ton. Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada bulan Januari 2010 mencapai 3,3 juta orang atau turun 4,17 persen dibanding bulan Desember 2009. Demikian pula jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 10,09 persen menjadi 708,3 ribu orang

Download PDF
Bulan Januari 2010 Nilai Ekspor Indonesia Turun 13,29 % dan Nilai Impor Indonesia Turun 7,35 %

Bulan Januari 2010 Nilai Ekspor Indonesia Turun 13,29 % dan Nilai Impor Indonesia Turun 7,35 %

2010-03-01

Nilai ekspor Indonesia Januari 2010 mencapai US$11,57 miliar atau mengalami penurunan sebesar 13,29 persen dibanding ekspor Desember 2009. Sementara bila dibanding Januari 2009 mengalami peningkatan sebesar 58,99 persen. Ekspor nonmigas Januari 2010 mencapai US$9,23 miliar, turun 14,87 persen dibanding Desember 2009, sedangkan dibanding ekspor Januari 2009 meningkat 47,61 persen. Penurunan ekspor nonmigas terbesar Januari 2010 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$1,28 miliar, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$228,2 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Januari 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,32 miliar, disusul Cina US$1,01 miliar dan Amerika Serikat US$997,7 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 36,01 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,05 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari 2010 naik sebesar 35,43 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 42,76 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 108,60 persen. Nilai impor Indonesia Januari 2010 mencapai US$9,54 miliar atau turun 7,35 persen dibanding Desember 2009 yang besarnya US$10,30 miliar. Namun jika dibanding Januari 2009, nilainya meningkat US$2.942,7 juta atau 44,58 persen. Impor nonmigas Januari 2010 mencapai US$7,59 miliar atau turun US$618,4 juta (7,54 persen) dibanding impor Desember 2009, sedangkan jika dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan sebesar US$2.266,9 juta atau 42,62 persen. Impor migas Januari 2010 mencapai US$1,96 miliar atau turun US$138,2 juta (6,60 persen) dibanding impor Desember 2009. Sebaliknya terjadi peningkatan US$675,8 juta (52,74 persen) dibanding Januari 2009. Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2010 yaitu golongan barang mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$1,43 miliar setelah mengalami peningkatan 0,90 persen dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan jika dibanding Januari 2009, nilainya meningkat 13,31 persen. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2010 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$1,41 miliar dengan pangsa 18,56 persen, diikuti Jepang US$1,07 miliar (14,12 persen) dan Singapura US$0,78 miliar (10,34 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,41 persen dan Uni Eropa sebesar 8,91 persen. Nilai impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari 2010 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami peningkatan untuk semua golongan, yaitu impor barang konsumsi sebesar 36,35 persen, bahan baku/penolong sebesar 47,90 persen, dan barang modal sebesar 35,60 persen.

Download PDF
Inflasi Februari 2010 Sebesar 0,30 Persen

Inflasi Februari 2010 Sebesar 0,30 Persen

2010-03-01

Pada bulan Februari 2010 terjadi inflasi sebesar 0,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,36. Dari 66 kota, 52 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tarakan 1,82 persen dengan IHK 135,68 dan terendah terjadi di Jember 0,04 persen dengan IHK 118,93. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Maumere 1,30 persen dengan IHK 128,79 dan terendah terjadi Ternate 0,07 persen dengan IHK 122,13 Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan 0,86 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,20 persen; kelompok kesehatan 0,18 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,11 persen. Sedangkan kelompok sandang bulan Februari 2010 mengalami penurunan indeks 0,47 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2010 sebesar 1,14 persen dan laju inflasi year on year (Februari 2010 terhadap Februari 2009) sebesar 3,81 persen. Komponen inti pada bulan Februari 2010 mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Februari) 2010 sebesar 0,74 persen dan laju inflasi komponen inti year on year (Februari 2010 terhadap Februari 2009) sebesar 3,88 persen.

Download PDF
Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2009 Sebesar 108,45.

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) Triwulan IV-2009 Sebesar 108,45.

2010-02-10

Indeks Tendensi Bisnis Penjelasan Umum Indeks Tendensi Bisnis adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik bekerja sama dengan Bank Indonesia. Survei ini dilakukan setiap triwulan di beberapa kota besar terpilih di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah sampel STB Triwulan IV-2009 sebanyak 2.400 perusahaan besar dan sedang, dengan responden pimpinan perusahaan. Kondisi Bisnis Triwulan IV-2009 Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada Triwulan IV-2009 sebesar 108,45, mengindikasikan kondisi bisnis pada triwulan tersebut secara umum meningkat, namun tingkat optimisme pelaku bisnis lebih rendah dibandingkan Triwulan III-2009 (nilai ITB sebesar 112,86). Semua sektor ekonomi mengalami peningkatan nilai indeks kecuali Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan. Sektor Transportasi dan Telekomunikasi mengalami peningkatan bisnis tertinggi dengan nilai indeks sebesar 111,32. Peningkatan kondisi bisnis terjadi karena adanya peningkatan pendapatan usaha, kapasitas produksi dan rata-rata jam kerja. Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran mengalami peningkatan pendapatan usaha terbesar, sedangkan Sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami peningkatan pendapatan usaha terendah. Prospek Bisnis Triwulan I-2010 Nilai ITB Triwulan I-2010 diperkirakan sebesar 108,76, berarti secara umum kondisi bisnis pada triwulan tersebut diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan IV-2009. Semua sektor ekonomi pada Triwulan I-2010 diperkirakan mengalami peningkatan nilai indeks, dengan Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan diperkirakan mengalami peningkatan bisnis tertinggi. Indeks Tendensi Konsumen Penjelasan Umum Indeks Tendensi Konsumen adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). Survei ini dilakukan setiap triwulan di wilayah Jabodetabek dengan jumlah sampel 1.500 rumah tangga. Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan IV-2009 Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan IV-2009 di Jabodetabek sebesar 104,76, artinya kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan IV-2009 meningkat, namun tingkat optimisme konsumen lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (ITK sebesar 107,79). Kondisi ekonomi konsumen membaik terutama karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga dan konsumsi rumah tangga. Peningkatan konsumsi rumah tangga terutama terjadi pada komoditi bukan makanan seperti biaya pendidikan, perumahan (listrik, telepon, dan air), dan transportasi. Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan I-2010 Nilai ITK di Jabodetabek pada Triwulan I-2010 diperkirakan 106,67, artinya kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan I-2010 diprediksi akan meningkat dibandingkan triwulan IV-2009. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan I-2010 diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan, namun rencana pembelian barang-barang tahan lama diperkirakan menurun.

Download PDF
Pertumbuhan Ekonomi 2009 Sebesar 4,5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi 2009 Sebesar 4,5 Persen

2010-02-10

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2009 meningkat sebesar 4,5 persen terhadap tahun 2008, terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di Sektor Pengangkutan dan Komunikasi 15,5 persen dan terendah di Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran 1,1 persen. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2009 mencapai 4,9 persen. Besaran PDB Indonesia pada tahun 2009 atas dasar harga berlaku mencapai Rp5.613,4 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.177,0 triliun. Secara triwulanan, PDB Indonesia triwulan IV-2009 dibandingkan dengan triwulan III-2009 (q-to-q) menurun sebesar 2,4 persen, dan bila dibandingkan dengan triwulan IV-2008 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,4 persen. Pertumbuhan ekonomi tahun 2009 sebesar 4,5 persen, terjadi pada pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 15,7 persen, diikuti oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga 4,9 persen, dan pembentukan modal tetap bruto 3,3 persen. Sedangkan komponen ekspor tumbuh minus 9,7 persen, dan impor minus 15,0 persen. Pada tahun 2009, dari sisi penggunaan, PDB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 58,6 persen, konsumsi pemerintah 9,6 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi fisik 31,1 persen dan ekspor 24,1 persen. Sedangkan untuk penyediaan dari impor sebesar 21,3 persen. PDB per kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2009 mencapai Rp24,3 juta (US$2.590,1), sementara tahun 2008 sebesar Rp21,7 juta (US$2.269,9). Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB triwulan IV-2009 sebesar 57,6 persen, dengan 3 provinsi utamanya adalah: DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.

Download PDF
Indeks Harga Perdagangan Besar Desember 2009 Naik 0,25 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.

Indeks Harga Perdagangan Besar Desember 2009 Naik 0,25 Persen Dibanding Bulan Sebelumnya.

2010-02-01

Pada bulan Desember 2009 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum naik 0,25 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada Kelompok Barang Ekspor sebesar 0,67 persen, utamanya gas alam cair Ekspor dan batubara Ekspor, yang memberi andil positif masing-masing sebesar 0,10 dan 0,03 persen. Pada bulan ini IHPB Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, Industri naik masing-masing sebesar 0,27 persen, 0,51 persen, dan 0,35 persen, sedangkan Kelompok Barang Impor turun 0,53 persen. Selama Desember 2009, komoditas yang harganya naik antara lain: gas alam cair Ekspor (5,19%), gula pasir (4,52%), minyak kelapa sawit (3,28%), dan batubara Ekspor (2,76%). Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain: sayur-sayuran (5,71%), ayam hidup (3,26%), minyak bumi Ekspor (2,15%), minyak bumi Impor (1,58%), dan udang segar (1,92%). IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Desember 2009 naik 0,18 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan kenaikan harga bahan bangunan dari kayu (1,01%), barang-barang dari logam dasar bukan besi (0,78%), barang galian segala jenis (0,60%), dan semen (0,52%). Sedangkan yang mengalami penurunan harga antara lain: barang-barang dari besi dan baja dasar (0,56%), barang-barang dari logam lainnya (0,17%), dan hasil kilang minyak lainnya (0,12%).

Download PDF
Pertumbuhan Produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang Tahun 2009 Naik 1,33 Persen Dari Tahun 2008

Pertumbuhan Produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang Tahun 2009 Naik 1,33 Persen Dari Tahun 2008

2010-02-01

Pertumbuhan Produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang tahun 2009 mengalami kenaikan sebesar 1,33 persen dari tahun 2008. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri pengolahan tembakau (25,46 persen), industri makanan dan minuman (11,08 persen), dan industri sepeda motor (4,09 persen). Pertumbuhan Produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang triwulan IV tahun 2009 meningkat sebesar 4,44 persen (y-on-y) dari triwulan IV tahun 2008. Kenaikan produksi industri triwulan IV tahun 2009 lebih tinggi dibandingkan kenaikan produksi (y-on-y) pada triwulan-triwulan sebelumnya di tahun 2009. Triwulan I naik 0,19 persen; triwulan II naik 0,64 persen; triwulan III naik 0,09 persen. Pertumbuhan Produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang triwulan IV tahun 2009 meningkat sebesar 0,95 persen (q-to-q) dari triwulan III tahun 2009. Pertumbuhan triwulan III tahun 2009 naik sebesar 2,74 persen, triwulan II naik sebesar 2,38 persen. Pertumbuhan triwulan I turun sebesar 1,65 persen. Pola pertumbuhan triwulanan produksi industri pengolahan 2008 dan 2009 adalah identik.

Download PDF
Nilai Tukar Petani Desember 2009 Naik 0,06 Persen Dibandingkan Bulan Sebelumnya.

Nilai Tukar Petani Desember 2009 Naik 0,06 Persen Dibandingkan Bulan Sebelumnya.

2010-02-01

Pada Desember 2009, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional sebesar 101,20, atau naik 0,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) naik 0,67 persen; Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) turun 0,87 persen; Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) naik 0,10 persen; Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) turun 0,61 persen; dan untuk Nilai Tukar Nelayan (NTN) turun 0,29 persen. Kenaikan NTP dipicu oleh kenaikan Subsektor Tanaman Pangan terutama pada kelompok padi. Dari 32 provinsi (tanpa DKI) pada Desember 2009, NTP 20 provinsi naik, sedangkan 12 provinsi turun. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sumatra Utara (1,02 persen), terutama disebabkan harga produsen jagung yang naik 1,65 persen. Penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Maluku (1,13 persen), terutama disebabkan harga produsen kambing yang turun 9,84 persen. Pada Desember 2009, terjadi inflasi di daerah perdesaan di Indonesia sebesar 0,43 persen. Inflasi perdesaan Desember 2009 ini dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga subkelompok bahan makanan; makanan jadi; perumahan; sandang; kesehatan; pendidikan, rekreasi dan olahraga serta transportasi dan komunikasi yang naik masing-masing 0,37 persen; 0,77 persen; 0,42 persen; 0,55 persen; 0,29 persen; 0,15 dan 0,09 persen. Selama Januari 2010, komposisi jumlah observasi dari 676 transaksi harga gabah di 17 provinsi didominasi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 69,82 persen, diikuti oleh gabah kualitas rendah sebesar 18,05 persen dan Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 12,13 persen. Harga gabah tertinggi di tingkat petani berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Unus senilai Rp4.100,- per kg yang terjadi di Kabupaten Kapuas (Kalimantan Tengah). Sedangkan harga terendah berasal dari gabah kualitas rendah varietas Ciherang senilai Rp2.200,- per kg, terjadi di Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat). Terjadi peningkatan persentase jumlah observasi kasus harga gabah di bawah HPP, yakni dari 4,10 persen menjadi 4,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan juga terjadi pada persentase jumlah observasi harga gabah kualitas rendah dari 10,58 persen menjadi 18,05 persen. Rata-rata harga gabah kualitas GKP di tingkat petani dan penggilingan masing-masing naik 10,07 persen menjadi Rp3.151,49,- per kg dan 9,71 persen menjadi Rp3.210,46,- per kg dibandingkan bulan lalu. Sedangkan gabah kualitas GKG naik 13,04 persen menjadi Rp3.458,45,- per kg di tingkat petani dan 13,08 persen menjadi Rp3.532,17,- per kg di tingkat penggilingan. Sementara itu, gabah kualitas rendah juga meningkat 5,80 persen menjadi Rp2.757,71,- per kg di tingkat petani dan 5,40 persen menjadi Rp2.814,31,- per kg di tingkat penggilingan. Diberlakukannya kebijakan HPP per 1 Januari 2010, diperkirakan menjadi stimulus kenaikan harga yang relatif signifikan. Upah nominal harian buruh tani Nasional pada Desember 2009 naik sebesar 0,21 persen dibanding upah November 2009, yaitu dari Rp37.230,- menjadi Rp37.305,- per hari. Secara riil mengalami penurunan sebesar 0,22 persen1). Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Januari 2010 naik 0,29 persen dibanding upah Desember 2009, yaitu dari Rp56.406,- menjadi Rp56.570,- per hari. Secara riil turun sebesar 0,54 persen1). Upah nominal bulanan buruh industri pada triwulan III 2009 naik sebesar 4,76 persen dibanding upah triwulan II 2009 yaitu dari Rp1.118.910,- menjadi Rp1.172.150,-, secara riil naik 2,81 persen1). Dibanding upah triwulan III 2008 (year on year), upah nominal naik 7,71 persen.

Download PDF
Jumlah Wisatawan Mancanegara Desember 2009 Naik 17,63 Persen Dibandingkan Dengan November 2009.

Jumlah Wisatawan Mancanegara Desember 2009 Naik 17,63 Persen Dibandingkan Dengan November 2009.

2010-02-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Desember 2009 mencapai 625,4 ribu orang atau naik 2,45 persen dibanding jumlah wisman Desember 2008 yang sebanyak 610,5 ribu orang. Sementara itu jika dibandingkan dengan November 2009, jumlah wisman Desember 2009 naik 17,63 persen. Jumlah wisman yang datang melalui 11 pintu masuk utama pada Desember 2009 naik 1,65 persen dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 504,8 ribu orang menjadi 513,1 ribu orang. Jika dibanding November 2009, wisman yang datang melalui 11 pintu masuk naik 17,13 persen. Jumlah wisman ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai pada Desember 2009 naik 25,27 persen dibanding Desember 2008. Begitu pula jika dibanding November 2009, jumlah wisman ke Bali mengalami kenaikan sebesar 20,03 persen, yaitu dari 184,6 ribu orang menjadi 221,6 ribu orang pada Desember 2009. Secara kumulatif (Januari-Desember) 2009, jumlah wisman mencapai 6,32 juta orang atau naik 1,43 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2008 sebanyak 6,23 juta orang. Total pengeluaran tamu asing di Indonesia (perkiraan devisa yang masuk) untuk tahun 2009 mencapai US$6,3 miliar atau turun 13,70 persen dibanding penerimaan devisa tahun 2008 sebesar US$7,3 miliar. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 14 provinsi pada Desember 2009 mencapai rata-rata 52,56 persen, atau naik 2,65 poin dibanding TPK November 2009 sebesar 49,91 persen. TPK hotel berbintang di Bali pada Desember 2009 naik 4,76 poin bila dibanding November 2009, yaitu dari 54,90 persen menjadi 59,66 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 14 provinsi selama Desember 2009 adalah 1,97 hari turun 0,02 poin dibanding keadaan November 2009.

Download PDF
Nilai Ekspor Indonesia  Desember 2009 Naik 23,69 Persen, Nilai Impor Indonesia Desember 2009 Naik 17,15 Persen Dibandingkan Bulan Sebelumnya.

Nilai Ekspor Indonesia Desember 2009 Naik 23,69 Persen, Nilai Impor Indonesia Desember 2009 Naik 17,15 Persen Dibandingkan Bulan Sebelumnya.

2010-02-01

Nilai ekspor Indonesia Desember 2009 mencapai US$13,33 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 23,69 persen dibanding ekspor November 2009. Sementara bila dibanding Desember 2008 mengalami peningkatan sebesar 49,82 persen. Ekspor nonmigas Desember 2009 mencapai US$10,83 miliar, naik 28,30 persen dibanding November 2009, sedangkan dibanding ekspor Desember 2008 meningkat 44,55 persen. Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2009 mencapai US$116,49 miliar atau menurun 14,98 persen dibanding periode yang sama tahun 2008, sementara ekspor nonmigas mencapai US$97,47 miliar atau menurun 9,66 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar Desember 2009 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$1.092,2 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada mesin/peralatan listrik sebesar US$46,8 juta. Ekspor nonmigas ke Jepang Desember 2009 mencapai angka terbesar yaitu US$1,25 miliar, disusul Cina US$1,19 miliar dan Amerika Serikat US$1,04 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,16 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,45 miliar. Menurut sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Desember 2009 turun sebesar 16,93 persen dibanding periode yang sama tahun 2008, demikian juga ekspor hasil pertanian turun 4,83 persen, sebaliknya ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 31,93 persen. Nilai impor Indonesia Desember 2009 mencapai US$10,33 miliar atau meningkat 17,15 persen dibanding November 2009 yang besarnya US$8,81 miliar, sedangkan selama Januari-Desember 2009 nilai impor mencapai US$96,86 miliar atau turun 25,03 persen dibanding periode yang sama tahun 2008. Impor nonmigas Desember 2009 mencapai US$8,22 miliar atau meningkat 17,75 persen dibanding impor November 2009, sedangkan selama Januari-Desember 2009 mencapai US$77,87 miliar atau turun 21,06 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Impor migas Desember 2009 mencapai US$2,10 miliar atau meningkat 14,88 persen dibanding impor November 2009, sedangkan selama Januari-Desember 2009 mencapai US$18,99 miliar atau turun 37,85 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor nonmigas terbesar Desember 2009 masih sama seperti November 2009 yaitu golongan barang mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$1,42 miliar, walaupun mengalami peningkatan sebesar 12,13 persen dibanding bulan sebelumnya. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Desember 2009 masih ditempati oleh Cina dengan nilai US$13,50 miliar dengan pangsa 17,33 persen, diikuti Jepang US$9,82 miliar (12,61 persen) dan Singapura US$9,24 miliar (11,86 persen). Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 23,18 persen dan Uni Eropa sebesar 11,11 persen. Impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari-Desember 2009 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami penurunan untuk semua golongan, yaitu impor barang konsumsi sebesar 18,63 persen, bahan baku/penolong sebesar 29,99 persen, dan barang modal sebesar 4,47 persen.

Download PDF