Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Gini ratio Maret 2025 tercatat sebesar 0,375

Gini ratio Maret 2025 tercatat sebesar 0,375

2025-07-25

Pada Maret 2025, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan gini ratio adalah sebesar 0,375. Angka ini menurun 0,006 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,381 dan menurun 0,004 poin jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2024 yang sebesar 0,379.Gini ratio di daerah perkotaan pada Maret 2025 tercatat sebesar 0,395; turun dibanding gini ratio September 2024 yang sebesar 0,402 dan gini ratio Maret 2024 yang sebesar 0,399.Gini ratio di daerah perdesaan pada Maret 2025 tercatat sebesar 0,299; turun dibanding gini ratio September 2024 yang sebesar 0,308 dan gini ratio Maret 2024 yang sebesar 0,306.Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, pada Maret 2025, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 18,65 persen. Jika dirinci berdasarkan daerah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 17,64 persen. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 21,75 persen.

Download PDF
Persentase Penduduk Miskin Maret 2025 turun menjadi 8,47 persen.

Persentase Penduduk Miskin Maret 2025 turun menjadi 8,47 persen.

2025-07-25

Persentase penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 8,47 persen, menurun 0,10 persen poin terhadap September 2024 dan menurun 0,56 persen poin terhadap Maret 2024.Jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 23,85 juta orang, menurun 0,21 juta orang terhadap September 2024 dan menurun 1,37 juta orang terhadap Maret 2024.Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2025 sebesar 6,73 persen, naik dibandingkan September 2024 yang sebesar 6,66 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2025 sebesar 11,03 persen, menurun dibandingkan September 2024 yang sebesar 11,34 persen.Dibanding September 2024, jumlah penduduk miskin Maret 2025 perkotaan meningkat sebanyak 0,22 juta orang (dari 11,05 juta orang pada September 2024 menjadi 11,27 juta orang pada Maret 2025). Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan justru menurun sebanyak 0,43 juta orang (dari 13,01 juta orang pada September 2024 menjadi 12,58 juta orang pada Maret 2025).

Download PDF
Luas panen padi di Indonesia pada Mei 2025 diperkirakan mencapai 0,98 juta hektare dengan total produksi sekitar 4,98 juta ton gabah kering giling (GKG).

Luas panen padi di Indonesia pada Mei 2025 diperkirakan mencapai 0,98 juta hektare dengan total produksi sekitar 4,98 juta ton gabah kering giling (GKG).

2025-07-01

Pada Mei 2025, luas panen padi sebesar 0,98 juta hektare dengan produksi padi diperkirakan sebanyak 4,98 juta ton gabah kering giling (GKG).Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada Mei 2025 diperkirakan sebanyak 2,87 juta ton beras.

Download PDF
Pada Mei 2025, luas panen jagung pipilan sebesar 0,17 juta hektare. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Mei 2025 sebanyak 0,98 juta ton.

Pada Mei 2025, luas panen jagung pipilan sebesar 0,17 juta hektare. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Mei 2025 sebanyak 0,98 juta ton.

2025-07-01

Luas panen jagung pipilan pada Mei 2025 sebesar 0,17 juta hektare,mengalami penurunan sebesar 0,03 juta hektare atau 13,26 persendibandingkan luas panen pada Mei 2024 yang sebesar 0,20 jutahektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen padaMei 2025 sebanyak 0,98 juta ton, turun sebanyak 0,10 juta tonatau 9,01 persen dibandingkan pada Mei 2024 yang sebanyak 1,08juta ton.Potensi luas panen jagung pipilan periode Juni–Agustus 2025diperkirakan sebesar 0,66 juta hektare, dengan potensi produksijagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sebanyak 3,85juta ton.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2025 sebesar 121,72 atau naik 0,47 persen.Harga Beras Premium di Penggilingan naik 2,05 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Juni 2025 sebesar 121,72 atau naik 0,47 persen.Harga Beras Premium di Penggilingan naik 2,05 persen.

2025-07-01

NTP nasional Juni 2025 sebesar 121,72 atau naik 0,47 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,70 persen lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,23 persen. Pada Juni 2025, NTP Provinsi Jawa Timur mengalami kenaikan tertinggi (2,75persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP ProvinsiSulawesi Tenggara mengalami penurunan terbesar (2,84 persen) dibandingkanpenurunan NTP provinsi lainnya. Pada Juni 2025 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) diIndonesia sebesar 0,28 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indekspada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juni 2025 sebesar125,39 atau naik 0,55 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. Transaksi penjualan beras di penggilingan di 33 provinsi selama Juni 2025, tercatat transaksi beras kualitas premium 35,26 persen, kualitas medium 52,65 persen, kualitas submedium 10,88 persen, dan kualitas pecah 1,21 persen. Pada Juni 2025, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesarRp13.268 per kg, naik sebesar 2,05 persen dibandingkan bulan sebelumnya,sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp12.869 per kg ataunaik sebesar 2,33 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp12.675 per kg ataunaik sebesar 1,25 persen, dan rata-rata harga beras pecah di penggilingan sebesarRp13.333 per kg atau naik sebesar 2,71 persen. Dibandingkan dengan Juni 2024, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juni2025 untuk kualitas premium, medium, submedium dan pecah masing-masing naiksebesar 2,84 persen; 4,51 persen; 4,66 persen; dan 10,44 persen.

Download PDF
Pada Juni 2025, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar(IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 1,36 persen.

Pada Juni 2025, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar(IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 1,36 persen.

2025-07-01

Pada Juni 2025, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 1,36 persen terhadap IHPB Juni 2024. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi Produk Logam, Mesin dan Perlengkapannya, yakni sebesar 2,15 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Juni 2025 antara lain: beras biasa, kelapa sawit (TBS), minyak goreng, mesin cetak dan percetakan, dan buah kelapa.Pada Juni 2025, perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) naik sebesar 0,12 persen, sedangkan menurut tahun kalender (y-to-d) naik sebesar 1,32 persen.Perubahan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Juni 2025 sebesar 0,77 persen terhadap Juni 2024, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas kayu gelondongan, semen, kerangka/kusen/pintu/jendela dari aluminium, aspal, dan kerikil.

Download PDF
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Mei 2025 mencapai 1,31 juta kunjungan, naik 14,01 persen (y-on-y).

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Mei 2025 mencapai 1,31 juta kunjungan, naik 14,01 persen (y-on-y).

2025-07-01

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Mei 2025 mencapai 1,31 juta kunjungan, naik 14,01 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Mei 2025 mencapai 97,67 juta perjalanan, naik 17,81 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Mei 2025 mencapai 585,80 ribu perjalanan, turun 6,52 persen (y-on-y).Tingkat Penghunian Kamar di hotel bintang pada Mei 2025 mencapai 48,28 persen, turun 5,75 poin (y-on-y).

Download PDF
Inflasi y-on-y pada bulan Juni 2025 sebesar 1,87%. Inflasi provinsiy-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Selatan sebesar 3,00%dan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 4,00% .

Inflasi y-on-y pada bulan Juni 2025 sebesar 1,87%. Inflasi provinsiy-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Selatan sebesar 3,00%dan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 4,00% .

2025-07-01

Pada Juni 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 1,87 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,27. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Selatan sebesar 3,00 persen dengan IHK sebesar 111,03 dan terendah terjadi di Provinsi Sumatera Barat sebesar 0,45 persen dengan IHK sebesar 108,41. Sedangkan deflasi provinsi y-on-y terdalam terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 0,67 persen dengan IHK sebesar 107,22 dan terendah terjadi di Provinsi Bengkulu sebesar 0,10 persen dengan IHK sebesar 106,61. Sementara inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 4,00 persen dengan IHK sebesar 112,25 dan terendah terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 105,60. Sedangkan deflasi kabupaten/kota y-on-y terdalam terjadi di Kabupaten Mukomuko sebesar 1,34 persen dengan IHK sebesar 105,61 dan terendah terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 0,15 persen dengan IHK sebesar 105,92.Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Juni 2025 sebesar 0,19 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Juni 2025 sebesar 1,38 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Juni 2025 sebesar 2,37 persen; inflasi m-to-m sebesar 0,07 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 1,24 persen.

Download PDF
Pada Mei 2025, penumpang angkutan udara internasional naik 11,05% jadi 1,8 juta orang dibandingkan April. Angkutan barang via kereta capai 6,5 juta ton, naik 10,43% dibandingkan  April.

Pada Mei 2025, penumpang angkutan udara internasional naik 11,05% jadi 1,8 juta orang dibandingkan April. Angkutan barang via kereta capai 6,5 juta ton, naik 10,43% dibandingkan April.

2025-07-01

Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Mei 2025 sebanyak 4,5 juta orang atau turun 16,65 persen dibandingkan dengan April 2025. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 11,05 persen menjadi 1,8 juta orang. Jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik mengalami peningkatan sebesar 5,72 persen menjadi 57,3 ribu ton. Selama Januari–Mei 2025, jumlah penumpang domestik sebanyak 23,8 juta orang atau turun 4,87 persen, dan jumlah penumpang internasional sebanyak 8,1 juta orang atau naik 9,89 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024. Sementara jumlah barang yang diangkut naik 4,55 persen menjadi 287,3 ribu ton.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Mei 2025 tercatat 2,6 juta orang atau turun 21,42 persen dibandingkan dengan April 2025. Jumlah barang yang diangkut naik 9,93 persen menjadi 42,5 juta ton. Selama Januari–Mei 2025, jumlah penumpang mencapai 12,8 juta orang atau naik 21,67 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2024, sementara jumlah barang yang diangkut naik 23,15 persen atau mencapai 200,7 juta ton.Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada Mei 2025 sebanyak 45,1 juta orang atau naik 0,53 persen dibanding April 2025. Serupa denganjumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut dengan kereta mengalami peningkatan sebesar 10,43 persen menjadi 6,5 juta ton. Selama Januari–Mei 2025, jumlah penumpang mencapai 216,2 juta orang atau naik 9,37 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta naik 1,74 persen menjadi 29,4 juta ton.

Download PDF
Ekspor Mei 2025 mencapai US$24,61 miliar dan Impor Mei 2025 mencapai US$20,31 miliar.

Ekspor Mei 2025 mencapai US$24,61 miliar dan Impor Mei 2025 mencapai US$20,31 miliar.

2025-07-01

Nilai ekspor Indonesia Januari–Mei 2025 mencapai US$111,98 miliar atau naik 6,98 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$106,06 miliar juga naik 8,22 persen. Nilai ekspor Indonesia Mei 2025 mencapai US$24,61 miliar atau naik 9,68 persen dibanding ekspor Mei 2024. Ekspor nonmigas Mei 2025 mencapai US$23,50 miliar, naik 11,80 persen dibanding Mei 2024Nilai impor Indonesia Januari-Mei 2025 mencapai US$96,60 miliar atau naik 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas juga naik 7,92 persen menjadi US$82,96 miliar. Nilai impor Indonesia Mei 2025 mencapai US$20,31 miliar, naik 4,14 persen dibandingkan Mei 2024. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 5,44 persen menjadi US$17,67 miliar.

Download PDF