Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2021 Tumbuh 5,02 Persen (y-on-y)

Ekonomi Indonesia Triwulan IV 2021 Tumbuh 5,02 Persen (y-on-y)

2022-02-07

Perekonomian Indonesia 2021 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp16.970,8 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp62,2 juta atau US$4.349,5.Ekonomi Indonesia tahun 2021 tumbuh sebesar 3,69 persen, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2020 yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 10,46 persen. Sementara dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 24,04 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2021 terhadap triwulan IV-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 5,02 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,16 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,83 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 1,06 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 22,20 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 33,00 persen.Struktur ekonomi Indonesia secara spasial tahun 2021 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi ekonomi sebesar 57,89 persen dan kinerja ekonomi yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,66 persen.

Download PDF
Harga Produsen Mengalami Inflasi 2,74 Persen di Triwulan IV-2021

Harga Produsen Mengalami Inflasi 2,74 Persen di Triwulan IV-2021

2022-02-02

Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan IV- 2021 naik 2,74 persen terhadap triwulan III-2021 (q-to-q) dan naik 8,77 persen terhadap triwulan IV-2020 (y-on-y).IHP Sektor Pertanian triwulan IV-2021 naik 2,38 persen terhadap triwulan III-2021 (q-to-q) dan naik 5,70 persen terhadap triwulan IV-2020 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan IV-2021 naik 12,21 persen dibandingkan triwulan III-2021 (q-to-q) dan naik 59,83 persen terhadap triwulan IV-2020 (y-on-y).IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan IV-2021 naik 1,18 persen terhadap triwulan III-2021 (q-to-q) dan naik 3,25 persen terhadap triwulan IV-2020 (y-on-y).IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan IV-2021 naik 0,07 persen dibandingkan dengan triwulan III-2021 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV- 2020 (y-on-y) naik 0,28 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan IV-2021 naik 0,06 persen jika dibandingkan dengan triwulan III-2021 (q-to-q) dan naik 1,34 persen terhadap triwulan IV-2020 (y-on-y).IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan IV-2021 naik 2,24 persen terhadap triwulan III-2021 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2020 (y-on-y) naik 2,70 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan IV- 2021 naik 0,10 persen terhadap triwulan III-2021 (q-to-q) dan naik 0,60 persen terhadap triwulan IV-2020 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan IV-2021 naik 0,68 persen terhadap triwulan III-2021 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan IV-2020 (y-on-y) naik 3,17 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan IV-2021 naik 0,25 persen terhadap triwulan III-2021 (q-to-q) dan naik 2,14 persen terhadap triwulan IV-2020 (y-on-y).

Download PDF
Januari 2022, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,75 persen

Januari 2022, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,75 persen

2022-02-02

„Pada Januari 2022, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,75 persen terhadap IHPB Desember 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian sebesar 0,79 persen.„„Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2022 antara lain ayam ras, telur ayam ras, daging ayam ras, LPG, minyak goreng, dan rokok kretek dengan filter.„„Perubahan IHPB di tahun kalender 2022 adalah sebesar 0,75 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 3,10 persen.„„IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Januari 2022 naik sebesar 0,35 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas semen, batu fondasi bangunan, aspal, pasir, gipsum, dan pipa PVC.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2022 sebesar 108,67 atau naik 0,30 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2022 sebesar 108,67 atau naik 0,30 persen

2022-02-02

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Januari 2022 sebesar 108,67 atau naik 0,30 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,81 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,50 persen.Pada Januari 2022, NTP Provinsi Aceh mengalami kenaikan tertinggi (1,74 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan terbesar (1,93 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Januari 2022, terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,45 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada seluruh kelompok pengeluaran.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Januari 2022 sebesar 108,65 atau naik 0,12 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 4,96 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 1,57 persen.Dari 1.321 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Januari 2022, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 57,61 persen; gabah kering giling (GKG) 26,95 persen; dan gabah luar kualitas 15,44 persen.Selama Januari 2022, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.010,00 per kg atau naik 4,96 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.117,00 per kg atau naik 4,94 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.389,00 per kg atau naik 6,41 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.502,00 per kg atau naik 6,39 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.712,00 per kg atau naik 9,51 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.824,00 per kg atau naik 9,86 persen.Dibandingkan Januari 2021, rata-rata harga gabah pada Januari 2022 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 1,80 persen; 1,34 persen; dan 5,22 persen. Di tingkat penggilingan, rata- rata harga gabah pada Januari 2022 dibandingkan dengan Januari 2021 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing naik sebesar 1,81 persen; 1,29 persen; dan 5,26 persen.Selama Januari 2022, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.133 observasi beras di penggilingan pada 881 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Pada Januari 2022, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.824,00 per kg, naik sebesar 1,57 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.381,00 per kg atau naik sebesar 2,77 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp9.038,00 per kg atau naik sebesar 1,68 persen.Dibandingkan dengan Januari 2021, rata-rata harga beras di penggilingan pada Januari 2022 untuk kualitas premium dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 0,45 persen dan 0,02 persen. Sementara, untuk kualitas medium turun sebesar 0,25 persen.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Desember 2021 mencapai 163,62 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional bulan Desember 2021 naik 29,84 persen.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Desember 2021 mencapai 163,62 ribu kunjungan dan Jumlah penumpang angkutan udara internasional bulan Desember 2021 naik 29,84 persen.

2022-02-02

Perkembangan Pariwisata Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada bulan Desember 2021 mencapai 163,62 ribu kunjungan, turun tipis 0,28 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada bulan Desember 2020. Sebaliknya, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisman pada bulan Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar 8,66 persen. Dari Januari hingga Desember 2021, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1,56 juta kunjungan, turun 61,57 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada bulan Desember 2021 mencapai 51,57 persen, naik 10,78 poin dibandingkan dengan TPK bulan Desember 2020. TPK bulan Desember 2021 juga mengalami peningkatan sebesar 3,74 poin dibandingkan dengan TPK bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama bulan Desember 2021 tercatat sebesar 1,61 hari, sama dengan rata-rata lama menginap pada bulan Desember 2020. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, rata-rata lama menginap selama bulan Desember 2021 naik sebesar 0,02 poin. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Desember 2021 sebanyak 4,0 juta orang atau naik 14,34 persen dibanding November 2021. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 29,84 persen menjadi 96,6 ribu orang. Selama Januari–Desember 2021, jumlah penumpang domestik sebanyak 30,1 juta orang atau turun 7,18 persen, dan jumlah penumpang internasional sebanyak 627,9 ribu orang atau turun 82,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Desember 2021 tercatat 1,4 juta orang atau naik 4,09 persen dibanding November 2021. Jumlah barang yang diangkut turun 1,27 persen menjadi 25,9 juta ton. Selama Januari–Desember 2021 jumlah penumpang mencapai 15,0 juta orang atau naik 5,59 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2020, sedangkan jumlah barang yang diangkut naik 3,45 persen atau mencapai 313,0 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Desember 2021 sebanyak 17,4 juta orang atau naik 13,78 persen dibanding November 2021. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami penurunan 7,16 persen menjadi 4,4 juta ton. Selama Januari–Desember 2021 jumlah penumpang mencapai 149,8 juta orang atau turun 19,54 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Hal berbeda untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 10,29 persen menjadi 53,4 juta ton.

Download PDF
Inflasi terjadi pada Januari 2022 sebesar 0,56 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,53 persen.

Inflasi terjadi pada Januari 2022 sebesar 0,56 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,53 persen.

2022-02-02

Pada Januari 2022 terjadi inflasi sebesar 0,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,26. Dari 90 kota IHK, 85 kota mengalami inflasi dan 5 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,53 persen dengan IHK sebesar 109,81 dan terendah terjadi di Manokwari sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 111,34. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 0,66 persen dengan IHK sebesar 108,79 dan terendah terjadi di Jayapura sebesar 0,04 persen dengan IHK sebesar 105,83.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,17 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,43 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,51 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,79 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen; kelompok transportasi sebesar 0,02 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,41 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,08 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,36 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,62 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen.Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2022 sebesar 0,56 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Januari 2022 terhadap Januari 2021) sebesar 2,18 persen.Komponen inti pada Januari 2022 mengalami inflasi sebesar 0,42 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender Januari 2022 sebesar 0,42 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Januari 2022 terhadap Januari 2021) sebesar 1,84 persen.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Desember 2021 Naik Sebesar 0,17 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Desember 2021 Naik Sebesar 0,17 Persen

2022-01-17

• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.• Upah nominal harian buruh tani nasional pada Desember 2021 naik sebesar 0,17 persen dibanding upah nominal buruh tani November 2021, yaitu dari Rp57.081,00 menjadi Rp57.180,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,65 persen.• Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Desember 2021 naik 0,01 persen dibanding November 2021, yaitu dari Rp91.326,00 menjadi Rp91.335,00 per hari. Sementara upah riil mengalami penurunan sebesar 0,56 persen.

Download PDF
[Revisi per 25 Jan 2022] Gini Ratio September 2021 tercatat sebesar 0,381

[Revisi per 25 Jan 2022] Gini Ratio September 2021 tercatat sebesar 0,381

2022-01-17

Pada September 2021, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,381. Angka ini menurun 0,003 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2021 yang sebesar 0,384 dan menurun 0,004 poin dibandingkan dengan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,385.Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2021 tercatat sebesar 0,398; turun dibanding Gini Ratio Maret 2021 yang sebesar 0,401 dan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,399.Gini Ratio di daerah perdesaan pada September 2021 tercatat sebesar 0,314; turun dibanding Gini Ratio Maret 2021 yang sebesar 0,315 dan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,319.Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 17,97 persen. Hal ini berarti pengeluaran penduduk pada September 2021 berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Jika dirinci menurut wilayah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 17,00 persen yang berarti tergolong pada kategori ketimpangan sedang. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 20,83 persen, yang berarti tergolong dalam kategori ketimpangan rendah.

Download PDF
Persentase Penduduk Miskin September 2021 turun menjadi 9,71 persen

Persentase Penduduk Miskin September 2021 turun menjadi 9,71 persen

2022-01-17

Persentase penduduk miskin pada September 2021 sebesar 9,71 persen, menurun 0,43 persen poin terhadap Maret 2021 dan menurun 0,48 persen poin terhadap September 2020.Jumlah penduduk miskin pada September 2021 sebesar 26,50 juta orang, menurun 1,04 juta orang terhadap Maret 2021 dan menurun 1,05 juta orang terhadap September 2020.Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2021 sebesar 7,89 persen, turun menjadi 7,60 persen pada September 2021. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2021 sebesar 13,10 persen, turun menjadi 12,53 persen pada September 2021.Dibanding Maret 2021, jumlah penduduk miskin September 2021 perkotaan turun sebanyak 0,32 juta orang (dari 12,18 juta orang pada Maret 2021 menjadi 11,86 juta orang pada September 2021). Sementara itu, pada periode yang sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 0,73 juta orang (dari 15,37 juta orang pada Maret 2021 menjadi 14,64 juta orang pada September 2021).Garis Kemiskinan pada September 2021 tercatat sebesar Rp486.168,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp360.007,- (74,05 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp126.161,- (25,95 persen).Pada September 2021, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,50 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.187.756,-/rumah tangga miskin/bulan.

Download PDF
Ekspor Desember 2021 mencapai US$22,38 miliar dan Impor Desember 2021 senilai US$21,36 miliar

Ekspor Desember 2021 mencapai US$22,38 miliar dan Impor Desember 2021 senilai US$21,36 miliar

2022-01-17

EKSPORNilai ekspor Indonesia Desember 2021 mencapai US$22,38 miliar atau turun 2,04 persen dibanding ekspor November 2021. Dibanding Desember 2020 nilai ekspor naik sebesar 35,30 persen.Ekspor nonmigas Desember 2021 mencapai US$21,28 miliar, turun 1,06 persen dibanding November 2021, dan naik 37,13 persen dibanding ekspor nonmigas Desember 2020.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2021 mencapai US$231,54 miliar atau naik 41,88 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$219,27 miliar atau naik 41,52 persen.Penurunan terbesar ekspor nonmigas Desember 2021 terhadap November 2021 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$880,4 juta (21,32 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$428,8 juta (16,84 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Desember 2021 naik 35,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 2,86 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 92,15 persen.Ekspor nonmigas Desember 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,10 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,64 miliar dan Jepang US$1,70 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,34 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,93 miliar dan US$1,71 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Desember 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$33,86 miliar (14,62 persen), diikuti Kalimantan Timur US$24,32 miliar (10,50 persen) dan Jawa Timur US$23,00 miliar (9,94 persen). IMPORNilai impor Indonesia Desember 2021 mencapai US$21,36 miliar, naik 10,51 persen dibandingkan November 2021 atau naik 47,93 persen dibandingkan Desember 2020.Impor migas Desember 2021 senilai US$3,38 miliar, naik 11,66 persen dibandingkan November 2021 atau naik 127,95 persen dibandingkan Desember 2020.Impor nonmigas Desember 2021 senilai US$17,98 miliar, naik 10,29 persen dibandingkan November 2021 atau naik 38,78 persen dibandingkan Desember 2020.Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Desember 2021 dibandingkan November 2021 adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya US$401,5 juta (15,24 persen). Sementara penurunan terbesar adalah serealia US$135,2 juta (38,63 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Desember 2021 adalah Tiongkok US$55,74 miliar (32,66 persen), Jepang US$14,61 miliar (8,56 persen), dan Thailand US$9,08 miliar (5,32 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$29,31 miliar (17,17 persen) dan Uni Eropa US$10,97 miliar (6,43 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Desember 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$5.529,5 juta (37,73 persen), bahan baku/penolong US$44.174,2 juta (42,80 persen), dan barang modal US$4.924,1 juta (20,77 persen).Neraca perdagangan Indonesia Desember 2021 mengalami surplus US$1,02 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$3,30 miliar. Sementara di sektor migas terjadi defisit US$2,28 miliar.

Download PDF