Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

- Pada Januari 2025, Luas Panen Jagung Pipilan Sebesar 0,22 juta hektare.- Produksi Jagung Pipilan Kering dengan Kadar Air 14 Persen pada Januari 2025 Diperkirakan Sebanyak 1,24 juta ton.

- Pada Januari 2025, Luas Panen Jagung Pipilan Sebesar 0,22 juta hektare.- Produksi Jagung Pipilan Kering dengan Kadar Air 14 Persen pada Januari 2025 Diperkirakan Sebanyak 1,24 juta ton.

2025-03-03

Luas panen jagung pipilan pada Januari 2025 sebesar 0,22 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 0,13 juta hektare atau 146,15 persen dibandingkan luas panen pada Januari 2024 yang sebesar 0,09 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Januari 2025 diperkirakan sebanyak 1,24 juta ton, meningkat sebanyak 0,73 juta ton atau 141,98 persen dibandingkan pada Januari 2024 yang sebanyak 0,51 juta ton.Potensi luas panen jagung pipilan kering periode Februari–April 2025 diperkirakan sebesai 0,84 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sebanyak 4,70 juta ton.

Download PDF
 Indeks Harga Ekspor inflasi 2,13 persen dan Indeks Harga Impor inflasi 1,60 persen pada triwulan iv 2024 (q to q)

Indeks Harga Ekspor inflasi 2,13 persen dan Indeks Harga Impor inflasi 1,60 persen pada triwulan iv 2024 (q to q)

2025-03-03

Indeks Harga Ekspor (IHX) umum pada triwulan IV-2024 naik 2,13 persen terhadap triwulan III-2024 (q-to-q) dan naik 3,79 persen terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y).IHX kelompok migas triwulan IV-2024 turun 0,85 persen terhadap triwulan III-2024 (q-to-q) dan turun 11,61 persen terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y).IHX kelompok nonmigas triwulan IV-2024 naik 2,30 persen terhadap triwulan III-2024 (q-to-q) dan naik 4,81 persen terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y).Kenaikan tertinggi IHX triwulan IV-2024 (q-to-q) terjadi pada Golongan Barang Lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) yaitu sebesar 15,62 persen, sedangkan penurunan terdalam terjadi pada Golongan Barang Nikel dan barang daripadanya (HS 75) yaitu sebesar 9,76 persen.Indeks Harga Impor (IHM) umum pada triwulan IV-2024 naik 1,60 persen terhadap triwulan III-2024 (q-to-q) dan naik 7,36 persen terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y).IHM kelompok migas triwulan IV-2024 turun 0,96 persen terhadap triwulan III-2024 (q-to-q) dan turun 6,26 persen terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y).IHM kelompok nonmigas triwulan IV-2024 naik 2,12 persen terhadap triwulan III-2024 (q-to-q) dan naik 10,55 persen terhadap triwulan IV-2023 (y-on-y).Kenaikan tertinggi IHM triwulan IV-2024 (q-to-q) terjadi pada Golongan Barang Plastik dan barang dari plastik (HS 39) yaitu sebesar 11,49 persen, sedangkan penurunan terdalam terjadi pada Golongan Barang Daging hewan (HS 02) yaitu sebesar 15,66 persen.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2025 sebesar 123,45 atau turun 0,18 persen. Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,25 persen.

Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2025 sebesar 123,45 atau turun 0,18 persen. Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,25 persen.

2025-03-03

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani(It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya belipetani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produkpertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Februari 2025 sebesar 123,45 atau turun 0,18 persen dibandingNTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan penurunan Indeks Hargayang Diterima Petani (It) sebesar 0,50 persen lebih besar dibandingkan penurunanIndeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,32 persen.Pada Februari 2025, NTP Provinsi Sumatera Barat mengalami penurunan terbesar(2,79 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTPProvinsi Sulawesi Utara mengalami kenaikan tertinggi (4,14 persen) dibandingkankenaikan NTP provinsi lainnya.Pada Februari 2025 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) diIndonesia sebesar 0,55 persen yang utamanya disebabkan oleh penurunan indekspada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perumahan,air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Februari 2025 sebesar125,69 atau turun 0,67 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Transaksi penjualan beras di penggilingan di 33 provinsi selama Februari 2025, tercatat transaksi beras kualitas premium 36,50 persen, kualitas medium 51,36 persen, kualitas submedium 10,23 persen, dan kualitas pecah 1,91 persen.Pada Februari 2025, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp13.079,00 per kg, turun sebesar 0,25 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp12.596,00 per kg atau turun sebesar 0,10 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp12.646,00 atau turun sebesar 0,60 persen, dan rata-rata harga beras pecah di penggilingan sebesar Rp12.942,00 per kg atau naik sebesar 6,28 persen.Dibandingkan dengan Februari 2024, rata-rata harga beras di penggilingan pada Februari 2025 untuk kualitas premium, medium, submedium dan pecah masing-masing turun sebesar 9,95 persen; 11,05 persen; 7,53 persen; dan 4,89 persen.

Download PDF
Pada Februari 2025, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 1,30 persen

Pada Februari 2025, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 1,30 persen

2025-03-03

Pada Februari 2025, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 1,30 persen terhadapIHPB Februari 2024.Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi ProdukLogam, Mesin, dan Perlengkapannya, yakni sebesar 2,42 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun(y-on-y) pada Februari 2025 antara lain: kelapa sawit (TBS), minyak goreng,SKM (rokok/sigaret kretek mesin), dan sepeda motor.Pada Februari 2025, perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) sebesar0,13 persen, sedangkan tahun kalender (y-to-d) sebesar 0,94 persen.Perubahan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y)Februari 2025 sebesar 0,83 persen terhadap Februari 2024, antara laindisebabkan oleh kenaikan harga komoditas semen, kayu gelondongan,aspal, kawat galbani bronjong, dan ubin lantai dari marmer/granit.

Download PDF
Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Januari 2025 tercatat 2,5 juta orang atau naik 4,48 persen dibandingkan dengan Desember 2024.

Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Januari 2025 tercatat 2,5 juta orang atau naik 4,48 persen dibandingkan dengan Desember 2024.

2025-03-03

Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Januari 2025 sebanyak 5,1 juta orang atau turun 10,18 persen dibandingkan dengan kondisi pada Desember 2024. Sebaliknya, jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 0,66 persen menjadi 1,7 juta orang. Sementara itu, jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik mengalami penurunan sebesar 4,78 persen menjadi 57,8 ribu ton.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Januari 2025 tercatat 2,5 juta orang atau naik 4,48 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Sementara itu, jumlah barang yang diangkut turun 0,20 persen menjadi 38,9 juta ton.Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada Januari 2025 sebanyak 43,4 juta orang atau turun 5,48 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut dengan kereta mengalami penurunan sebesar 9,48 persen menjadi 5,8 juta ton.

Download PDF
Inflasi Year-on-Year (y-on-y) Februari 2025  sebesar -0,09 persen

Inflasi Year-on-Year (y-on-y) Februari 2025 sebesar -0,09 persen

2025-03-03

Pada Februari 2025 terjadi deflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,48. Deflasi provinsi y-on-y terdalam terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 1,98 persen dengan IHK sebesar 103,98 dan terendah terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 105,81. Sementara inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 7,99 persen dengan IHK sebesar 115,17 dan terendah terjadi di Provinsi Riau sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 106,42. Sedangkan deflasi kabupaten/kota y-on-y terdalam terjadi di Kabupaten Muko Muko sebesar 2,10 persen dengan IHK sebesar 104,29 dan terendah terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 105,66. Sementara inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 7,99 persen dengan IHK sebesar 115,17 dan terendah terjadi di Kota Kupang sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 105,61.Deflasi y-on-y terjadi karena adanya penurunan indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 12,08 persen serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,26 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,25 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,18 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,79 persen; kelompok transportasi sebesar 0,94 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,14 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,04 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,47 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,43 persen.Tingkat deflasi month to month (m-to-m) Februari 2025 sebesar 0,48 persen dan tingkat deflasi year to date (y-to-d) Februari 2025 sebesar 1,24 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Februari 2025 sebesar 2,48 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,25 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 0,55 persen.

Download PDF
Ekspor Januari 2025 mencapai US$21,45 miliar, turun 8,56persen dibandingkan dengan Desember 20242. Impor Januari 2025 senilai US$18,00 miliar, turun 15,18persen dibandingkan dengan Desember 2024

Ekspor Januari 2025 mencapai US$21,45 miliar, turun 8,56persen dibandingkan dengan Desember 20242. Impor Januari 2025 senilai US$18,00 miliar, turun 15,18persen dibandingkan dengan Desember 2024

2025-02-17

Nilai ekspor Indonesia Januari 2025 mencapai US$21,45 miliar atau turun 8,56 persen dibanding ekspor Desember 2024. Dibanding Januari 2024 nilai ekspor naik sebesar 4,68 persen. Ekspor nonmigas Januari 2025 mencapai US$20,40 miliar, turun 6,96 persen dibanding Desember 2024 namun naik 6,81 persen jika dibanding ekspor nonmigas Januari 2024.Nilai impor Indonesia Januari 2025 mencapai US$18,00 miliar, turun 15,18 persen dibandingkan Desember 2024 atau turun 2,67 persen dibandingkan Januari 2024. Impor migas Januari 2025 senilai US$2,48 miliar, turun 24,69 persen dibandingkan Desember 2024 atau turun 7,99 persen dibandingkan Januari 2024 Ssementara nonmigas Januari 2025 senilai US$15,52 miliar, turun 13,43 persen dibandingkan Desember 2024 atau turun 1,76 persen dibandingkan Januari 2024.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Tahun 2024 Tumbuh 5,03 Persen (C-to-C). Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2024 Tumbuh 5,02 Persen (Y-on-Y). Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2024 Tumbuh 0,53 Persen (Q-to-Q).

Ekonomi Indonesia Tahun 2024 Tumbuh 5,03 Persen (C-to-C). Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2024 Tumbuh 5,02 Persen (Y-on-Y). Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2024 Tumbuh 0,53 Persen (Q-to-Q).

2025-02-05

Perekonomian Indonesia 2024 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp22.139,0 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp78,6 juta atau USD4.960,3.Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, melambat dibanding capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 9,80 persen. Sementara itu, pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 12,48 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 5,02 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 11,36 persen. Sementara itu, Komponen Ekspor Barang dan Jasa pada sisi pengeluaran mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,63 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 0,53 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,63 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 38,58 persen.Selama tahun 2024 kelompok provinsi di Pulau Jawa mewarnai struktur dan kinerja ekonomi Indonesia secara spasial dengan kontribusi sebesar 57,02 persen dan kinerja ekonomi yang mencatat pertumbuhan 4,92 persen (c-to-c).

Download PDF
Pada 2024, luas panen padi mencapai sekitar 10,05 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 53,14 juta ton gabah kering giling (GKG).

Pada 2024, luas panen padi mencapai sekitar 10,05 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 53,14 juta ton gabah kering giling (GKG).

2025-02-03

Luas panen padi pada 2024 mencapai sekitar 10,05 juta hektare, mengalami penurunan sebanyak 167,57 ribu hektare atau 1,64 persen dibandingkan luas panen padi di 2023 yang sebesar 10,21 juta hektare.Produksi padi pada 2024 yaitu sebesar 53,14 juta ton GKG, mengalami penurunan sebanyak 838,27 ribu ton atau 1,55 persen dibandingkan produksi padi di 2023 yang sebesar 53,98 juta ton GKG.Produksi beras pada 2024 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 30,62 juta ton, mengalami penurunan sebanyak 480,04 ribu ton atau 1,54 persen dibandingkan produksi beras di 2023 yang sebesar 31,10 juta ton.

Download PDF
Pada 2024, luas panen jagung pipilan mencapai 2,55 juta hektare. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2024 sebanyak 15,14 juta ton.

Pada 2024, luas panen jagung pipilan mencapai 2,55 juta hektare. Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2024 sebanyak 15,14 juta ton.

2025-02-03

Luas panen jagung pipilan pada 2024 mencapai 2,55 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 72,56 ribu hektare atau 2,93 persen dibandingkan luas panen pada 2023 yang sebesar 2,48 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2024 sebanyak 15,14 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 364,48 ribu ton atau 2,47 persen dibandingkan pada 2023 yang sebanyak 14,77 juta ton.Potensi luas panen jagung pipilan kering periode Januari–Maret 2025 diperkirakan mencapai 0,85 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sebanyak 4,81 juta ton.

Download PDF