Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Production Of Paddy Maize And Soybeans

Production Of Paddy Maize And Soybeans

2005-03-01

Produksi padi tahun 2004 (Angka Sementara) sebesar 54,06 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik sebesar 3,69 persen jika dibandingkan dengan produksi padi tahun 2003. Kenaikan produksi padi tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan luas pan

Download PDF
NTP Bulan Desember 2004 Naik 0,28%

NTP Bulan Desember 2004 Naik 0,28%

2005-03-01

Pada bulan Desember 2004, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 100,96 atau naik 0,37 persen dibanding NTP Nopember 2004 yang mencapai 100,58. Hal ini disebabkan kenaikan Indeks Harga yg Diterima Petani (IT) sebesar 0,93 persen dari 450,23 pada bulan Nopember menjadi 454,44 pada bulan Desember. Sedangkan pada periode yang sama, Indeks Harga yg Dibayar Petani (IB) naik sebesar 0,56 persen dari 447,62 ke 450,13. Dari 23 propinsi yang diamati selama bulan Desember 2004, 14 propinsi mengalami kenaikan NTP, sedangkan 9 propinsi mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Bali (3,42 persen), terutama karena naiknya harga bawang merah sebesar 73,91 persen. Penurunan NTP terbesar terjadi di Kalimantan Barat (minus 6,35 persen) karena turunnya harga jeruk siam produksi petani sebesar 33,33 persen. Upah harian buruh tani pada bulan Desember 2004 naik sebesar 0,28 persen dibanding bulan Nopember 2004 yaitu dari Rp 11.066,- menjadi Rp 11.097,- (secara riil turun 0,46 persen*). Sedangkan terhadap Desember 2003 (year on year) naik 10,47 persen. Upah bulanan pembantu rumah tangga pada bulan Pebruari 2005 naik 0,37 persen dibanding bulan Januari 2005, yaitu dari Rp 149.642,- menjadi Rp 150.195,-. (secara riil naik 0,54 persen*). Dibanding upah Pebruari 2004 (year on year) naik 9,25 persen. Upah bulanan buruh industri pada triwulan III 2004 (angka sementara) turun sebesar 2,38 persen dibanding triwulan II 2004 yaitu dari Rp 860.329,- menjadi Rp 839.876 (secara riil turun 2,87 persen*). Dibanding triwulan III 2003 (year on year) upah nominal naik 15,81 persen.

Download PDF
Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Januari 2005

Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Januari 2005

2005-03-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Januari 2005 mencapai 348,6 ribu orang, turun 16,28 persen dibanding jumlah wisman bulan Desember 2004 sebanyak 416,5 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Januari 2005 mencapai 12,43 juta orang, yang berarti turun tipis 0,43 persen dibanding bulan Desember 2004, sedangkan untuk barang mencapai 1,47 juta ton atau turun 2,26 persen. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Januari 2005 mencapai 1, 27 juta orang, yang berarti turun 7,36 persen dibanding bulan Desember 2004, sedangkan jumlah barang mencapai 15,86 juta ton atau turun 3,29 persen. Jumlah penumpang angkutan udara tujuan luar negeri (internasional) bulan Januari 2005 mencapai 462,4 ribu orang, yang berarti turun 13,21 persen dibanding bulan Desember 2004, sedangkan penumpang domestik mencapai 2,08 juta orang atau turun 1,00 persen.

Download PDF
Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Januari 2005

Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Januari 2005

2005-03-01

Nilai ekspor Indonesia bulan Januari 2005 mencapai US$ 6,13 milyar atau mengalami peningkatan sebesar 21,63 persen dibanding ekspor Januari 2004. Sementara dibanding bulan Desember 2004 justru menurun 4,84 persen. Ekspor Non-Migas bulan Januari 2005 mencapai US$ 4,91 milyar, turun 4,13 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan dibanding ekspor Januari 2004 naik 27,79 persen. Penurunan ekspor non migas terbesar bulan Januari 2005 terjadi pada lemak & minyak hewan/nabati sebesar US$ 187,0 juta, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bubur kayu/pulp sebesar US$ 84,6 juta. Nilai impor Indonesia bulan Januari 2005 mencapai US$ 4,01 milyar, atau turun 16,67 persen dibanding impor bulan Desember 2004 sebesar US$ 4,81 milyar. Sedangkan dibanding bulan Januari 2004 meningkat 19,87 persen. Impor non migas bulan Januari 2005 mencapai US$ 2,94 milyar atau turun 18,17 persen dibanding impor bulan Desember 2004, sedangkan dibanding impor bulan Januari 2004 meningkat 11,99 persen. Pada bulan Januari 2005, impor non migas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 573,8 juta atau 19,53 persen dari total impor non migas, sedangkan negara pemasok barang impor terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 488,0 juta dengan pangsa 16,61 persen, diikuti Cina 13,92 persen dan Amerika Serikat 8,26 persen.

Download PDF
Bulan Februari 2005 Deflasi Sebesar 0,17%

Bulan Februari 2005 Deflasi Sebesar 0,17%

2005-03-01

Pada bulan Februari 2005 terjadi deflasi 0,17 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 33 kota mengalami deflasi dan 12 kota mengalami inflasi. Deflasi terbesar terjadi di Sibolga sebesar 3,01 persen, dan deflasi terkecil di Padang 0,01 persen. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Samarinda 0,85 persen, dan inflasi terendah di Palu 0,02 persen. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan turun sebesar 1,46 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen. Sedangkan kelompok-kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,54 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,38 persen, kelompok sandang 0,04 persen, kelompok kesehatan 0,18 persen, dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,10 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Februari) 2005 sebesar 1,26 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (Februari 2005 terhadap Februari 2004) sebesar 7,15 persen.

Download PDF
ITB dan ITK Indonesia Triwulan IV-2004  diatas Angka 100

ITB dan ITK Indonesia Triwulan IV-2004 diatas Angka 100

2005-02-16

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan IV-2004 (Oktober-Desember 2004) untuk Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia berada diatas angka 100, yaitu 118,99 untuk Jabotabek, 107,18 untuk Luar Jabotabek dan 113,55 untuk Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi bisnis untuk Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia pada triwulan IV-2004 lebih baik dibanding triwulan III-2004 (Juli-September 2004). Perkiraan ITB triwulan I-2005 (Januari-Maret 2005) untuk Jabotabek, Luar Jabotabek, dan Indonesia juga berada diatas 100, yaitu 110,36 untuk Jabotabek, 110,72 untuk Luar Jabotabek dan 110,52 untuk Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa prospek bisnis di Jabotabek, Luar Jabotabek dan Indonesia pada triwulan I-2005 diperkirakan lebih baik dibanding triwulan IV-2004. Indeks Tendensi Konsumen (ITK) triwulan IV-2004 (Oktober-Desember 2004) di Jabotabek diatas angka 100, yaitu 110,36. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV-2004 di Jabotabek lebih baik dibanding triwulan III-2004 (Juli-September 2004). Perkiraan ITK triwulan I-2005 (Januari-Maret 2005) berada diatas angka 100, yaitu 105,71. Hal ini mengindikasikan bahwa perkiraan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan I-2005 di Jabotabek lebih baik dibanding triwulan IV-2004 (Oktober-Desember 2004).

Download PDF
PDB Indonesia Tahun 2004 Tumbuh 5,13 %

PDB Indonesia Tahun 2004 Tumbuh 5,13 %

2005-02-16

Perekonomian Indonesia tahun 2004 yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 2.303,0 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp. 1.660,6 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 5,13 persen dibanding tahun 2003. Pertumbuhan PDB terjadi di hampir semua sektor ekonomi kecuali sektor pertambangan dan penggalian. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 12,70 persen, diikuti oleh sektor bangunan sebesar 8,17 persen, dan sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 7,72 persen. Secara triwulanan, pertumbuhan PDB triwulan IV tahun 2004 dibandingkan dengan PDB triwulan III tahun 2004 (q-to-q) menurun sebesar minus 1,55 persen. Kemudian PDB triwulan III dibanding triwulan II meningkat sebesar 3,36 persen, dan PDB triwulan II terhadap triwulan I meningkat sebesar 1,63 persen. Selanjutnya, perbandingan PDB riil triwulanan tahun 2004 dengan triwulan yang sama tahun 2003 (year-on-year) menunjukkan laju pertumbuhan triwulan IV mencapai 6,65 persen, triwulan III 5,10 persen, triwulan II sebesar 4,38 persen, dan triwulan I 4,38 persen. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2004 didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang meliputi pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,94 persen, konsumsi pemerintah 1,95 persen, pembentukan modal tetap bruto 15,71 persen, ekspor 8,47 persen; serta pertumbuhan impor sebesar 24,95 persen. Ditinjau dari sisi penggunaan PDB, sebagian besar digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 66,54 persen, konsumsi pemerintah 8,15 persen, pembentukan modal tetap atau investasi fisik 20,99 persen, ekspor 30,91 persen, dan impor sebesar 26,93 persen. PDB per-kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2004 mencapai Rp. 10.641,73 ribu, meningkat dibandingkan dengan tahun 2003 sebesar Rp. 9.572,48 ribu. Sedangkan Produk Nasional Bruto (PNB) per-kapita tahun 2004 mencapai Rp. 10.276,47 ribu. Dalam dolar, PDB per-kapita dan PNB per-kapita tahun 2004 masing-masing, mencapai US $ 1.181,6 dan US $ 1.141,1 sementara untuk tahun 2003 masing-masing US $ 1.115,7 dan US $ 1.072,2.

Download PDF
Harga Produsen Gabah Bulan Januari  2005

Harga Produsen Gabah Bulan Januari 2005

2005-02-01

Dibandingkan bulan yang lalu, rata-rata harga gabah pada bulan Januari 2005 untuk semua kualitas naik; Gabah Kering Giling (GKG) naik 9,45 persen; Gabah Kering Simpan (GKS) naik 12,65 persen; Gabah Kering Panen (GKP) naik 6,39 persen, dan gabah kualitas rendah naik 7,70 persen. Namun demikian, rata-rata harga gabah kualitas GKG tersebut masih berada di bawah HPP, yaitu Rp. 1.665,00/kg. Secara umum harga gabah membaik karena persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) turun tajam: dari 25,43 persen (Desember 2004) menjadi 7,19 persen (Januari 2005). Persentase gabah yang berkualitas rendah naik yaitu dari 7,33 persen (Desember 2004) menjadi 15,86 persen (Januari 2005). Berdasarkan hasil dari 479 observasi gabah di 15 propinsi pada Januari 2005, harga gabah terendah di tingkat petani adalah sebesar Rp. 1.000,00/kg yang dijumpai di Jawa Barat (Kec. Sukaraja, Kab. Sukabumi) dengan kualitas di luar kualitas (kualitas rendah). Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp. 1.900,00/kg dijumpai di Jawa Barat (Kec. Gabuswetan, Kab. Indramayu) dengan kualitas GKS.

Download PDF
NTP Bulan Nopember 2004 Turun 0,15%

NTP Bulan Nopember 2004 Turun 0,15%

2005-02-01

Pada bulan Nopember 2004, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 100,58 atau turun 0,15 persen dibanding NTP Oktober 2004 yang mencapai 100,73. Naiknya harga kebutuhan pokok rumah tangga pada bulan Ramadhan menjelang Lebaran sebesar 0,87 persen tidak diimbangi kenaikan harga komoditas pertanian yang memadai yaitu 0,72 persen , merupakan penyebab utama penurunan NTP tersebut. Dari 23 propinsi yang diamati selama bulan Nopember 2004, 13 propinsi mengalami kenaikan NTP, sedangkan 10 propinsi mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Nusa Tenggara Timur (15,92 persen), terutama karena naiknya harga gabah sebesar 23,08 persen. Penurunan NTP terbesar terjadi di Kalimantan Barat (minus 21,46 persen) karena turunnya harga jeruk siam produksi petani sebesar 50 persen. Pada Nopember 2004, terjadi inflasi di daerah pedesaan Indonesia sebesar 1,02 persen, sedangkan daerah perkotaan hanya inflasi 0,89 persen pada bulan yang sama. Inflasi pedesaan terjadi karena harga keempat kelompok konsumsi rumah tangga mengalami kenaikan, yaitu kelompok makanan naik 1,23 persen, perumahan naik 0,67 persen, pakaian naik 1,65 persen dan aneka barang dan jasa naik 0,26 persen.

Download PDF
Upah Harian Buruh Tani  Bulan Nopember 2004 Naik 0,46%

Upah Harian Buruh Tani Bulan Nopember 2004 Naik 0,46%

2005-02-01

Upah harian buruh tani pada bulan Nopember 2004 naik sebesar 0,46 persen dibanding bulan Oktober 2004 yaitu dari Rp 11.016,- menjadi Rp 11.066,- (secara riil turun 0,62 persen*). Sedangkan terhadap Nopember 2003 (year on year) naik 10,55 persen. Upah bulanan pembantu rumah tangga naik 1,12 persen pada bulan Januari 2005 dibanding bulan Desember 2004, yaitu dari Rp 147.982,- menjadi Rp 149.642,-. (secara riil turun 0,30 persen*). Dibanding upah Desember 2003 (year on year) naik 9,46 persen. Upah bulanan buruh industri pada triwulan III 2004 turun sebesar 2,00 persen dibanding triwulan II 2004 yaitu dari Rp 849.726,- menjadi Rp 832.772 (secara riil turun 2,49 persen*). Dibanding triwulan III 2003 (year on year) upah nominal naik 14,83 persen.

Download PDF