Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Jumlah Angkatan Kerja Februari 2005 Mencapai 105,8 Juta Orang

Jumlah Angkatan Kerja Februari 2005 Mencapai 105,8 Juta Orang

2005-07-01

Jumlah angkatan kerja Februari 2005 mencapai 105,8 juta orang, bertambah 1,8 juta orang dibanding Agustus 2004 sebesar 104,0 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja dalam 6 bulan yang sama hanya bertambah 1,2 juta orang, dari 93,7 juta menjadi 94,9 juta orang, yang berarti menambah jumlah penganggur baru sebesar 600 ribu orang. Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2005 mencapai 10,3 persen, lebih tinggi sedikit dibanding TPT pada Agustus 2004 sebesar 9,9 persen. Jumlah penduduk yang bekerja tidak penuh (underemployment) pada Februari 2005 mencapai 29,6 juta orang atau 31,2 persen dari seluruh penduduk yang bekerja, angka ini lebih tinggi dari keadaan Agustus 2004 sebesar 29,8 persen. Jumlah pekerja informal pada Februari 2005 mencapai 60,6 juta orang atau 63,9 persen dari seluruh penduduk yang bekerja, angka ini lebih tinggi dari keadaan Agustus 2004 sebesar 63,2 persen.

Download PDF
Produksi Padi, Jagung dan Kedelai Tahun 2004

Produksi Padi, Jagung dan Kedelai Tahun 2004

2005-07-01

Produksi padi tahun 2004 (Angka Tetap) sebesar 54,09 juta ton gabah kering giling (GKG) atau naik sebesar 3,74 persen jika dibandingkan dengan produksi padi tahun 2003. Kenaikan produksi padi tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan luas panen p

Download PDF
NTP Bulan April 2005 Tercatat 100,79 Naik 0,47 %

NTP Bulan April 2005 Tercatat 100,79 Naik 0,47 %

2005-07-01

Pada bulan April 2005, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 100,79 atau naik 0,47 persen dibanding NTP Maret 2005 yang mencapai 100,32. Hal ini disebabkan kenaikan Indeks Harga yg Diterima Petani (IT) sebesar 0,40 persen dari 469,31 menjadi 471,18. Sedangkan pada periode yang sama, Indeks Harga yg Dibayar Petani (IB) turun sebesar 0,07 persen dari 467,80 pada bulan Maret 2005 menjadi 467,47 pada bulan April 2005. Dari 22 propinsi yang diamati selama bulan April 2005, 11 propinsi mengalami kenaikan dan 11 propinsi mengalami penurunan NTP. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Lampung (6,28 persen), terutama karena naiknya harga ketela pohon tidak pahit produksi petani sebesar 14,52 persen. Penurunan NTP terbesar terjadi di Sulawesi Tengah (minus 4,13 persen) karena turunnya cengkeh produksi petani sebesar 11,49 persen. Pada April 2005, terjadi deflasi di daerah pedesaan Indonesia sebesar 0,23 persen. Deflasi pedesaan terjadi karena harga kelompok makanan turun 0,82 persen, sedangkan kelompok perumahan naik 0,38 persen, pakaian naik 0,23 persen dan aneka barang dan jasa naik 0,46 persen. Berdasarkan observasi 687 transaksi gabah di 15 propinsi pada Juni 2005, rata-rata harga gabah pada bulan Juni 2005 dibandingkan bulan Mei 2005 untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) turun 7,60 persen dari Rp.1.868,64/kg menjadi Rp.1.726,56/kg; kualitas Gabah Kering Panen (GKP) naik 5,76 persen, dan gabah kualitas rendah naik 0,52 persen. Secara rata-rata harga gabah semua kualitas masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP turun dibanding bulan lalu, yaitu: dari 30,98 persen (Mei 2005) menjadi 19,44 persen (Juni 2005). Persentase gabah yang berkualitas rendah naik yaitu dari 9,51 persen (Mei 2005) menjadi 16,88 persen (Juni 2005). Harga gabah terendah di tingkat petani adalah sebesar Rp.1.000,00/kg yang dijumpai di Kec. Lambuya, Kab. Kendari, Sultra (kualitas GKP). Sedangkan harga tertinggi sebesar Rp.2.700,00/kg dijumpai di Kec. Lembang Jaya, Kab. Solok, Sumbar (kualitas GKP).

Download PDF
Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Mei 2005

Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Mei 2005

2005-07-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Mei 2005 mencapai 343,9 ribu orang, naik 3,06 persen dibanding jumlah wisman bulan April 2005 sebanyak 333,7 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan Mei 2005 mencapai 12,72 juta orang, yang berarti naik 4,42 persen dibanding bulan April 2005, sedangkan untuk barang mencapai 1,41 juta ton atau naik 3,29 persen. Selama Januari-Mei 2005, jumlah penumpang mencapai 60,51 juta orang atau turun 1,37 persen dan barang mencapai 6,91 juta ton atau naik 8,44 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan Mei 2005 mencapai 984,4 ribu orang atau naik 2,18 persen dibanding bulan April 2005, sedangkan angkutan barang mencapai 15,55 juta ton atau naik 6,50 persen. Selama Januari-Mei 2005 jumlah penumpang mencapai 5,44 juta orang atau turun 0,86 persen, sedangkan barang mencapai 74,02 juta ton atau naik 21,60 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan Mei 2005 mencapai 2,13 juta orang atau naik 5,37 persen dibanding bulan April 2005, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 428,4 ribu orang atau naik 4,69 persen. Selama Januari-Mei 2005 jumlah penumpang domestik mencapai 10,31 juta orang, naik 17,64 persen dan penumpang internasional mencapai 2,08 juta orang, turun 0,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.

Download PDF
Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Mei 2005

Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Mei 2005

2005-07-01

Nilai ekspor Indonesia bulan Mei 2005 mencapai US$ 7,21 milyar, lebih tinggi 6,17 persen dibanding ekspor bulan April 2005 sebesar US$ 6,79 milyar. Secara kumulatif ekspor Januari - Mei 2005 mengalami peningkatan 30,79 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Ekspor Non-Migas bulan Mei 2005 mencapai US$ 5,81 milyar, naik 11,20 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan kumulatif Januari - Mei 2005 mengalami kenaikan sebesar 34,01 persen. Peningkatan ekspor non migas terbesar bulan Mei 2005 terjadi pada kertas/karton sebesar US$ 154,9 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$ 70,6 juta. Nilai impor Indonesia bulan Mei 2005 mencapai US$ 4,96 milyar atau turun 1,18 persen dibanding impor bulan April 2005 sebesar US$ 5,02 milyar, sedangkan selama Januari-Mei 2005 nilai impor mencapai US$ 23,57 milyar atau meningkat 37,18 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004 sebesar US$ 17,18 milyar. Impor non migas bulan Mei 2005 mencapai US$ 3,70 milyar atau meningkat 4,26 persen dibanding impor bulan April 2005, sedangkan selama Januari-Mei 2005 mencapai US$ 17,07 milyar atau meningkat 31,13 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004. Selama Januari-Mei 2005 impor non migas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 3,24 milyar atau 18,98 persen dari total impor non migas, sedangkan negara pemasok barang impor terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 2,95 milyar dengan pangsa 17,30 persen, diikuti Cina 11,20 persen dan Amerika Serikat 9,43 persen. Sementara impor dari ASEAN mencapai 19,39 persen dan Uni Eropa sebesar 13,13 persen.

Download PDF
Inflasi Bulan Juni 2005 Mencapai 0,50%

Inflasi Bulan Juni 2005 Mencapai 0,50%

2005-07-01

Pada bulan Juni 2005 terjadi inflasi 0,50 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 37 kota mengalami inflasi, dan 8 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ternate sebesar 1,40 persen, dan inflasi terendah di Manado 0,10 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Sampit 1,89 persen dan deflasi terkecil di Denpasar 0,07 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 0,73 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 1,17 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,25 persen, kelompok sandang 0,40 persen, kelompok kesehatan 0,32 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,16 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,24 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2005 sebesar 4,28 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (Juni 2005 terhadap Juni 2004) sebesar 7,42 persen.

Download PDF
NTP Bulan Maret 2005 Naik 0,27%

NTP Bulan Maret 2005 Naik 0,27%

2005-06-01

Pada bulan Maret 2005, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 100,32 atau naik 0,27 persen dibanding NTP Pebruari 2005 yang mencapai 100,05. Hal ini disebabkan kenaikan Indeks Harga yg Diterima Petani (IT) sebesar 1,46 persen dari 462,55 menjadi 469,31. Sedangkan pada periode yang sama, Indeks Harga yg Dibayar Petani (IB) naik sebesar 1,19 persen dari 462,32 pada bulan Pebruari 2005 menjadi 467,80 pada bulan Maret 2005. Berdasarkan observasi 831 transaksi gabah di 18 propinsi pada Mei 2005, rata-rata harga gabah pada bulan Mei 2005 dibandingkan bulan April 2005 untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) turun 1,84 persen; kualitas Gabah Kering Panen (GKP) turun 0,37 persen, dan gabah kualitas rendah naik 8,02 persen. Secara rata-rata harga gabah semua kualitas masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Upah harian buruh tani pada bulan Maret 2005 naik sebesar 2,10 persen dibanding bulan Pebruari 2005 yaitu dari Rp 11.522,- menjadi Rp 11.765,- (secara riil naik 0,56 persen*). Sedangkan terhadap Maret 2004 (year on year) naik 11,19 persen. Upah bulanan pembantu rumah tangga pada bulan Mei 2005 naik 0,37 persen dibanding bulan April 2005, yaitu dari Rp 150.968,- menjadi Rp 151.521,-. (secara riil naik 0,16 persen*). Dibanding upah Mei 2004 (year on year) naik 6,82 persen. Upah bulanan buruh industri pada triwulan IV 2004 (angka sementara) turun sebesar 0,67 persen dibanding triwulan III 2004 yaitu dari Rp 820.040,- menjadi Rp 814.528 (secara riil turun 3,10 persen*). Dibanding triwulan IV 2003 (year on year) upah nominal naik 8,74 persen.

Download PDF
Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan April 2005

Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan April 2005

2005-06-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan April 2005 mencapai 333,7 ribu orang, turun 3,55 persen dibanding jumlah wisman bulan Maret 2005 sebanyak 346,0 ribu orang. Jumlah penumpang kereta api bulan April 2005 mencapai 12,18 juta orang, yang berarti turun 1,23 persen dibanding bulan Maret 2005, sedangkan untuk barang mencapai 1,37 juta ton atau naik 3,56 persen. Selama Januari-April 2005, jumlah penumpang mencapai 47,79 juta orang atau turun 2,52 persen dan barang mencapai 5,50 juta ton atau naik 12,04 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang pelayaran dalam negeri bulan April 2005 mencapai 963,4 ribu orang atau turun 8,05 persen dibanding bulan Maret 2005, sedangkan angkutan barang mencapai 14,60 juta ton atau naik 8,75 persen. Selama Januari-April 2005 jumlah penumpang mencapai 4,46 juta orang atau turun 0,44 persen, sedangkan barang mencapai 58,47 juta ton atau naik 22,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Jumlah penumpang angkutan udara domestik bulan April 2005 mencapai 1,99 juta orang atau turun 3,45 persen dibanding bulan Maret 2004, sedangkan jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) mencapai 387,5 ribu orang atau turun 0,92 persen. Selama Januari-April 2005 jumlah penumpang domestik mencapai 8,17 juta orang, naik 19,61 persen dan penumpang internasional mencapai 1,65 juta orang, turun 3,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.

Download PDF
Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan April 2005

Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan April 2005

2005-06-01

Nilai ekspor Indonesia bulan April 2005 mencapai US$ 6,75 milyar, lebih rendah 8,28 persen dibanding ekspor bulan Maret 2005 sebesar US$ 7,36 milyar. Namun secara kumulatif ekspor Januari - April 2005 mengalami peningkatan 31,12 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Ekspor Non-Migas bulan April 2005 mencapai US$ 5,20 milyar, turun 6,96 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan kumulatif Januari - April 2005 mengalami kenaikan sebesar 33,01 persen. Nilai impor Indonesia bulan April 2005 mencapai US$ 5,02 milyar atau naik 0,88 persen dibanding impor bulan Maret 2005 sebesar US$ 4,98 milyar, sedangkan selama Januari-April 2005 nilai impor mencapai US$ 18,41 milyar atau meningkat 33,85 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004 sebesar US$ 13,75 milyar. Impor non migas bulan April 2005 mencapai US$ 3,54 milyar atau meningkat 5,84 persen dibanding impor bulan Maret 2005, sedangkan selama Januari-April 2005 mencapai US$ 13,22 milyar atau meningkat 26,60 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004.

Download PDF
Inflasi Bulan Mei 2005 Mencapai 0,21 %

Inflasi Bulan Mei 2005 Mencapai 0,21 %

2005-06-01

Pada bulan Mei 2005 terjadi inflasi 0,21 persen. Dari 45 kota IHK tercatat 27 kota mengalami inflasi, dan 18 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tasikmalaya sebesar 1,36 persen, dan inflasi terendah di Cirebon 0,03 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Ternate 1,60 persen dan deflasi terkecil di Kediri 0,02 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 0,13 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,23 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,36 persen, kelompok sandang 0,16 persen, kelompok kesehatan 0,59 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,04 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,04 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2005 sebesar 3,76 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (Mei 2005 terhadap Mei 2004) sebesar 7,40 persen.

Download PDF