Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

NTP  Bulan September 2005 Naik 0,11 %

NTP Bulan September 2005 Naik 0,11 %

2006-01-02

Pada bulan September 2005, Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat 101,84 atau naik 0,11 persen dibanding NTP Agustus 2005 yang mencapai 101,73. Hal ini disebabkan kenaikan Indeks harga yang diterima petani yang sebesar 1,10 persen lebih besar dibandingkan kenaikan Indeks harga yang dibayar petani yang sebesar 0,99 persen. Dari 19 propinsi yang diamati selama bulan September 2005, 6 propinsi mengalami kenaikan, 1 propinsi stabil, sedangkan 12 propinsi lainnya mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Propinsi Riau, yaitu sebesar 5,63 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Propinsi Bengkulu yaitu sebesar 1,82 persen. Pada September 2005, terjadi inflasi di daerah pedesaan Indonesia sebesar 1,38 persen. Inflasi pedesaan terjadi karena indeks harga sub kelompok makanan naik 1,88 persen, perumahan naik 1,14 persen, pakaian naik 0,82 persen, dan kelompok aneka barang dan jasa naik 0,54 persen.

Download PDF
Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Nopember 2005

Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Nopember 2005

2006-01-02

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Nopember 2005 mencapai 261,1 ribu orang, turun 2,51 persen dibanding jumlah wisman bulan Oktober 2005 sebanyak 267,8 ribu orang. Begitu pula jumlah wisman ke Bali yang menurun dari 86,8 ribu orang menjadi 67,7 ribu orang atau turun 22,02 persen. Penurunan ini masih merupakan dampak dari peledakan bom Bali II. Secara kumulatif, jumlah wisman dari 13 pintu masuk sampai dengan bulan Nopember 2005 mencapai 3,76 juta orang, yang berarti menurun 8,79 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2004 sebesar 4,12 juta orang Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 10 Daerah Tujuan Wisata (DTW) pada bulan Oktober 2005 mencapai rata-rata 41,84 persen, turun cukup tajam yaitu 10,5 poin dibanding TPK bulan September 2005 sebesar 52,34 persen. Penurunan yang cukup signifikan ini disebabkan antara lain karena pada bulan Oktober 2005 adalah bulan ramadhan 1426 H dan juga adanya pengaruh dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak. TPK hotel berbintang di Bali bulan Oktober 2005 juga turun tajam dari 53,16 persen menjadi 41,11 persen. Seirama dengan turunnya jumlah wisman ke Bali Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama bulan Oktober 2005 mengalami kenaikan 0,26 hari jika dibanding bulan September 2005, yaitu dari 2,03 hari menjadi 2,29 hari.

Download PDF
Nilai Ekspor-Impor Indonesia  Bulan Nopember 2005

Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Nopember 2005

2006-01-02

Nilai ekspor Indonesia bulan Nopember 2005 mencapai US$ 6,83 milyar, lebih rendah 12,05 persen dibanding ekspor bulan Oktober 2005 sebesar US$ 7,76 milyar. Secara kumulatif nilai ekspor Januari-Nopember tahun 2005 mengalami peningkatan 18,98 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Ekspor Non-Migas bulan Nopember 2005 mencapai US$ 5,23 milyar, turun 12,02 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan nilai ekspor Januari-Nopember 2005 mengalami kenaikan sebesar 18,26 persen. Peningkatan ekspor non migas terbesar bulan Nopember 2005 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 181,1 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak & minyak hewan / nabati sebesar US$ 211,1 juta. Ekspor non migas ke Amerika Serikat bulan Nopember 2005 mengalami penurunan sebesar US$ 347,5 juta, disusul ke Korea Selatan US$ 101,7 juta dan ke Uni Eropa sebesar US$ 75,4 juta. Sedangkan ekspor non migas ke Malaysia dan Singapura meningkat masing-masing sebesar US$ 85,2 juta dan US$ 63,4 juta. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian dan ekspor hasil industri pada Januari-Nopember tahun 2005 meningkat masing-masing 25,12 persen dan 12,70 persen dibanding periode yang sama tahun 2004, demikian pula ekspor hasil tambang dan lainnya naik sebesar 75,53 persen. Nilai impor Indonesia bulan Nopember 2005 mencapai US$ 4,04 milyar atau menurun 15,75 persen dibanding impor bulan Oktober 2005 sebesar US$ 4,79 milyar, sedangkan selama Januari-Nopember tahun 2005 nilai impor mencapai US$ 52,69 milyar atau meningkat 26,80 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004 sebesar US$ 41,55 milyar. Impor non migas bulan Nopember 2005 mencapai US$ 2,81 milyar atau menurun 13,77 persen dibanding impor bulan Oktober 2005, sedangkan selama Januari-Nopember tahun 2005 mencapai US$ 36,61 milyar atau meningkat 18,04 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004. Selama Januari-Nopember tahun 2005 impor non migas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 7,29 milyar atau 19,91 persen dari total impor non migas, sedangkan negara pemasok barang impor terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 6,39 milyar dengan pangsa 17,46 persen, diikuti Cina 11,27 persen dan Amerika Serikat 9,16 persen. Sementara impor dari ASEAN mencapai 19,41 persen dan Uni Eropa sebesar 14,26 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor bahan baku/penolong selama Januari-Nopember tahun 2005 meningkat 26,34 persen, demikian juga impor barang modal dan barang konsumsi masing-masing meningkat sebesar 30,65 persen dan 24,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.

Download PDF
Deflasi 0,04 % Terjadi Pada Bulan Desember 2005

Deflasi 0,04 % Terjadi Pada Bulan Desember 2005

2006-01-02

Pada bulan Desember 2005 terjadi deflasi 0,04 persen. Dari 45 kota tercacat 25 kota mengalami deflasi dan 20 kota mengalami inflasi. Deflasi terbesar terjadi di Padang sebesar 1,62 persen, dan deflasi terkecil di Samarinda 0,01 persen. Sedangkan inflasi tertinggi di Banda Aceh 3,23 persen dan inflasi terendah di Pangkal Pinang dan Serang/Cilegon 0,04 persen. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 1,34 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,02 persen. Sedangkan lima kelompok lainnya mengalami inflasi yaitu sebagai berikut : kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,64 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,35 persen, kelompok sandang 0,80 persen, kelompok kesehatan 0,59 persen, dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,04 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2005 sama dengan laju inflasi year on year (Desember 2005 terhadap Desember 2004) yaitu masing-masing sebesar 17,11 persen. Kelompok yang memberikan andil inflasi tertinggi selama tahun 2005 adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 3,89 persen. Komoditas yang paling dominan memberikan andil inflasi nasional selama tahun 2005 adalah tarif angkutan dalam kota 2,79 persen dan bensin 2,61 persen.

Download PDF
Harga Gabah Bulan Nopember 2005, GKG Naik 15,56%

Harga Gabah Bulan Nopember 2005, GKG Naik 15,56%

2005-12-01

Berdasarkan observasi 567 transaksi gabah di 13 propinsi pada Nopember 2005, rata-rata harga gabah baik di tingkat petani maupun penggilingan dibandingkan bulan Oktober 2005 untuk semua kualitas mengalami kenaikan. Rata-rata harga gabah di tingkat petani untuk kualitas GKG naik 15,56 persen; kualitas GKP naik 2,85 persen, dan gabah kualitas rendah naik 0,23 persen. Secara rata-rata, harga gabah semua kualitas di tingkat penggilingan masih berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Persentase harga gabah di tingkat penggilingan yang berada di bawah HPP pada bulan Nopember 2005 tidak ditemukan (0 persen). Persentase gabah yang berkualitas rendah turun yaitu dari 5,84 persen pada Oktober 2005 menjadi 4,59 persen pada Nopember 2005. Harga gabah terendah di tingkat petani adalah sebesar Rp.1.280,00/kg yang dijumpai di Kec. Ciampea, Kab. Bogor, Jabar dengan kualitas Rendah, sedangkan harga tertinggi sebesar Rp.2.291,66/kg dijumpai di Kec. Sei Tabuk, Kab. Banjar, Kalsel dengan kualitas GKP. Upah harian buruh tani pada bulan September 2005 (angka sementara) naik sebesar 0,19 persen dibanding bulan Agustus 2005 yaitu dari Rp 12.056,- menjadi Rp 12.078,- (secara riil turun 1,21 persen *). Dibanding upah September 2004 (year on year) upah nominal naik 7,83 persen. Upah harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada bulan November 2005 naik 0,82 persen dibanding bulan Oktober 2005, yaitu dari Rp 32.130,- menjadi Rp 32.393,- (secara riil turun 0,49 persen*). Dibanding upah November 2004 (year on year) upah nominal naik 13,53 persen. Upah bulanan buruh industri pada triwulan II 2005 (angka sangat sementara) naik sebesar 8,87 persen dibanding triwulan I 2005 (angka sementara) yaitu dari Rp 869.480,- menjadi Rp 946.616 (secara riil naik 7,73 persen*). Dibanding triwulan II 2004 (year on year) upah nominal naik 10,96 persen.

Download PDF
Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Oktober 2005

Pariwisata dan Transportasi Nasional Bulan Oktober 2005

2005-12-01

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia melalui 13 pintu masuk pada bulan Oktober 2005 mencapai 267,8 ribu orang, turun 30,85 persen dibanding jumlah wisman bulan September 2005 sebanyak 387,3 ribu orang. Begitu pula j

Download PDF
Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Oktober 2005

Nilai Ekspor-Impor Indonesia Bulan Oktober 2005

2005-12-01

Nilai ekspor Indonesia bulan Oktober 2005 mencapai US$ 7,76 milyar, lebih tinggi 5,17 persen dibanding ekspor bulan September 2005 sebesar US$ 7,38 milyar. Secara kumulatif nilai ekspor Januari-Oktober tahun 2005 mengalami peningkatan 19,51 persen dibanding periode yang sama tahun 2004. Ekspor Nonmigas bulan Oktober 2005 mencapai US$ 5,94 milyar, naik 4,90 persen dibanding bulan sebelumnya, sedangkan nilai ekspor Januari-Oktober 2005 mengalami kenaikan sebesar 18,75 persen. Peningkatan ekspor nonmigas terbesar bulan Oktober 2005 terjadi pada lemak & minyak hewani/nabani sebesar US$ 353,0 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 89,9 juta. Ekspor nonmigas ke Amerika Serikat bulan Oktober 2005 mencapai angka terbesar yaitu US$ 929,4 juta, disusul Jepang US$ 842,9 juta dan Singapura US$ 515,6 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,49 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 892,5 juta. Menurut sektor, ekspor hasil pertanian dan ekspor hasil industri pada Januari-Oktober tahun 2005 meningkat masing-masing 25,48 persen dan 13,50 persen dibanding periode yang sama tahun 2004, demikian pula hasil tambang dan lainnya naik sebesar 75,80 persen. Nilai impor Indonesia bulan Oktober 2005 mencapai US$ 4,79 milyar atau menurun 2,12 persen dibanding impor bulan September 2005 sebesar US$ 4,90 milyar, sedangkan selama Januari-Oktober tahun 2005 nilai impor mencapai US$ 48,63 milyar atau meningkat 29,13 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004 sebesar US$ 37,66 milyar. Impor nonmigas bulan Oktober 2005 mencapai US$ 3,26 milyar atau meningkat 4,44 persen dibanding impor bulan September 2005, sedangkan selama Januari-Oktober tahun 2005 mencapai US$ 33,81 milyar atau meningkat 19,41 persen dibanding impor periode yang sama tahun 2004. Selama Januari-Oktober tahun 2005 impor nonmigas terbesar terjadi pada mesin dan pesawat mekanik dengan nilai US$ 6,74 milyar atau 19,93 persen dari total impor nonmigas, sedangkan negara pemasok barang impor terbesar ditempati oleh Jepang dengan nilai US$ 5,95 milyar dengan pangsa 17,59 persen, diikuti Cina 11,25 persen dan Amerika Serikat 9,16 persen. Sementara impor dari ASEAN mencapai 19,33 persen dan Uni Eropa sebesar 14,30 persen. Menurut golongan penggunaan barang, impor bahan baku/penolong selama Januari-Oktober tahun 2005 meningkat 29,19 persen, demikian juga impor barang modal dan barang konsumsi masing-masing meningkat sebesar 33,69 persen dan 20,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.

Download PDF
Inflasi Bulan November 2005  Mencapai 1,31 %

Inflasi Bulan November 2005 Mencapai 1,31 %

2005-12-01

Pada bulan November 2005 terjadi inflasi 1,31 persen. Dari 45 kota tercatat 44 kota mengalami inflasi dan hanya satu kota yang mengalami deflasi yaitu Ternate 0,28 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Bandung sebesar 3,37 persen, dan inflasi terendah di Kediri 0,14 persen. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 2,47 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 2,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,64 persen, kelompok sandang 0,33 persen, kelompok kesehatan 0,59 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,29 persen dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan yang mencapai 0,53 persen. Laju inflasi tahun kalender (Januari-November) 2005 sebesar 17,17 persen, sedangkan tingkat inflasi year on year (November 2005 terhadap November 2004) sebesar 18,38 persen.

Download PDF
ITB  Triwulan III-2005  Sebesar 105,70,

ITB Triwulan III-2005 Sebesar 105,70,

2005-11-21

Indeks Tendensi Bisnis (ITB) di Indonesia pada Triwulan III-2005 (Juli-September 2005) berada di atas 100 yaitu sebesar 105,70, mengindikasikan kondisi bisnis pada triwulan III-2005 meningkat dibanding Triwulan II-2005 (April-Juni 2005). Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Triwulan III-2005 (Juli-September 2005) di Jabotabek dibawah angka 100, yaitu 93,20. Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan III-2005 di Jabotabek menurun dibanding Triwulan II-2005 (April-Juni 2005).

Download PDF
PDB Indonesia  Triwulan III tahun 2005 Meningkat  2,87 %

PDB Indonesia Triwulan III tahun 2005 Meningkat 2,87 %

2005-11-21

PDB Indonesia pada triwulan III tahun 2005 meningkat sebesar 2,87 persen terhadap triwulan II tahun 2005. Pertumbuhan PDB triwulan III tahun 2005 ini terjadi pada semua sektor ekonomi. PDB Indonesia pada triwulan III tahun 2005 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2004 mengalami pertumbuhan sebesar 5,34 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan PDB triwulan I sampai dengan triwulan III tahun 2005 dibandingkan dengan periode yang sama Tahun 2004 tumbuh sebesar 5,76 persen. PDB Indonesia selama 3 triwulan pertama tahun 2004 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 1 703,0 triliun, sedang selama 3 triwulan pertama tahun 2005 sudah mencapai Rp 2 012,4 triliun. Di sisi penggunaan, pertumbuhan PDB triwulan III tahun 2005 terhadap triwulan II tahun 2005 didorong oleh kenaikan konsumsi pemerintah sebesar 20,47 persen, sedangkan konsumsi rumah tangga naik sebesar 1,79 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 1,55 persen, ekspor sebesar 1,89 persen, di sisi lain impor sebesar 2,35 persen.

Download PDF