Infografis BPS Republik Indonesia
Perkembangan Harga Produsen Gabah&Beras Juli 2024
Tanggal tidak tersedia
Transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Juli 2024, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 64,54 persen, gabah kering giling (GKG) 26,67 persen, dan gabah luar kualitas 8,79 persen. Selama Juli 2024, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp6.497,00 per kg atau naik 5,28 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.631,00 per kg atau naik 4,93 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp7.167,00 per kg atau naik 4,49 persen dan di tingkat penggilingan Rp7.291,00 per kg atau naik 4,38 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp6.023,00 per kg atau naik 4,43 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.167,00 per kg atau naik 3,73 persen. Dibandingkan Juli 2023, rata-rata harga gabah pada Juli 2024 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 15,43 persen; 12,19 persen; dan 11,04 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Juli 2024 dibandingkan Juli 2023 untuk kualitas GKP, GKG, dan luar kualitas masing-masing naik sebesar 15,04 persen; 12,08 persen; dan 10,73 persen. Pada Juli 2024, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp13.241,00 per kg, naik sebesar 2,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp12.519,00 per kg atau naik sebesar 1,67 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp12.561,00 atau naik sebesar 3,72 persen, dan rata-rata harga beras pecah di penggilingan sebesar Rp12.347,00 per kg atau naik sebesar 2,26 persen. Dibandingkan dengan Juli 2023, rata-rata harga beras di penggilingan pada Juni 2024 untuk kualitas premium, medium, submedium, dan pecah masing-masing naik sebesar 14,77 persen; 12,57 persen; 21,21 persen; dan 23,81 persen.
Download InfografisPerkembangan NTP Juli 2024
2024-08-01
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. NTP nasional Juli 2024 sebesar 119,61 atau naik 0,70 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,31 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) turun sebesar 0,39 persen. Pada Juli 2024, NTP Provinsi Bengkulu mengalami kenaikan tertinggi (3,48 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Tengah mengalami penurunan terbesar (4,69 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya. Pada Juli 2024 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,54 persen yang utamanya disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Juli 2024 sebesar 122,25 atau naik 0,29 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.
Download InfografisInflasi Juli 2024
2024-08-01
Pada Juli 2024 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,09.
Download Infografis