Infografis BPS Republik Indonesia
Indeks Harga Perdagangan Besar Bulan April 2025(1)
2025-05-02
Pada April 2025, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 1,63 persen terhadap IHPBApril 2024. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi Hasil Pertanian,Kehutanan, dan Perikanan, yakni sebesar 2,62 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun(y-on-y) pada April 2025 antara lain: minyak goreng, kelapa sawit (TBS),mesin cetak dan percetakan, buah kelapa, dan SKM (rokok/sigaret kretekmesin).Pada April 2025, perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) turun sebesar0,05 persen, sedangkan menurut tahun kalender (y-to-d) naik sebesar 1,64persen.Perubahan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun(y-on-y) April 2025 sebesar 1,08 persen terhadap April 2024, antara laindisebabkan oleh kenaikan harga komoditas semen, kayu gelondongan,adukan semen (ready mix), aspal, dan genteng biasa.
Download InfografisPerkembangan Indeks Harga Konsumen Bulan April 2025(1)
2025-05-02
Pada April 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,95 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,47. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 5,96 persen dengan IHK sebesar 114,22 dan terendah terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 0,15 persen dengan IHK sebesar 106,95. Sementara inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 5,96 persen dengan IHK sebesar 114,22 dan terendah terjadi di Kota Sorong sebesar 0,12 persen dengan IHK sebesar 104,45.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) April 2025 sebesar 1,17 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) April 2025 sebesar 1,56 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti April 2025 sebesar 2,50 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,31 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 1,10 persen.
Download InfografisPerkembangan Ekspor dan Impor Bulan Maret 2025(1)
2025-04-21
Nilai impor Indonesia Maret 2025 mencapai US$18,92 miliar, naik 0,38 persen dibandingkan Februari 2025. Dibanding Maret 2024, nilai impor naik 5,34 persen.Impor migas Maret 2025 senilai US$3,13 miliar, naik 9,07 persen dibandingkan Februari 2025, namun turun 5,98 persen dibandingkan Maret 2024, sementara impor nonmigas senilai US$15,79 miliar, turun 1,18 persen dibandingkan Februari 2025, namun naik 7,91 persen dibandingkan Maret 2024
Download InfografisLuas Panen dan Produksi Padi di Indonesia (Hasil KSA Amatan Februari 2025)(1)
2025-04-08
Pada Februari 2025, luas panen padi sebesar 0,76 juta hektare dengan produksi padi diperkirakan sebesar 3,88 juta ton gabah kering giling (GKG).Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi beras pada Februari 2025 diperkirakan sebesar 2,23 juta ton.
Download InfografisPerkembangan Transportasi Bulan Februari 2025(1)
2025-04-08
Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Februari 2025 sebanyak 4,4 juta orang atau turun 13,75 persen dibandingkan dengan Januari 2025. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 8,89 persen menjadi 1,6 juta orang. Jumlah barang yang diangkut menggunakan angkutan udara domestik mengalami penurunan sebesar 18,45 persen menjadi 49,5 ribu ton. Selama Januari–Februari 2025, jumlah penumpang domestik sebanyak 9,5 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 3,3 juta orang, masing-masing naik sebesar 1,36 persen dan 14,50 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut naik 2,61 persen menjadi 110,2 ribu ton.Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Februari 2025 tercatat 2,0 juta orang atau turun 19,62 persen dibandingkan dengan Januari 2025. Jumlah barang yang diangkut naik 3,92 persen menjadi 40,1 juta ton. Selama Januari–Februari 2025, jumlah penumpang mencapai 4,6 juta orang atau naik 19,34 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2024, sementara jumlah barang yang diangkut naik 28,13 persen atau mencapai 78,7 juta ton.Jumlah penumpang kereta yang berangkat pada Februari 2025 sebanyak 42,0 juta orang atau turun 3,04 persen dibanding Januari 2025. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut dengan kereta mengalami penurunan sebesar 5,55 persen menjadi 5,5 juta ton. Selama Januari–Februari 2025, jumlah penumpang mencapai 85,4 juta orang atau naik 10,77 persendibanding periode yang sama tahun 2024. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta naik 1,76 persen menjadi 11,3 juta ton.
Download InfografisPerkembangan Pariwisata Bulan Februari 2025(1)
2025-04-08
Tingkat Penghunian Kamar di hotel bintang mengalami penurunan dari 48,38 persen pada Januari 2025 menjadi 47,21 persen pada Februari 2025, turun 1,17 poin (m-to-m).Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Indonesia mengalami peningkatan dari 1,57 malam pada Januari 2025 menjadi 1,58 malam pada Februari 2025, naik 0,01 poin (m-to-m).
Download InfografisLuas Panen dan Produksi Jagung di Indonesia (Hasil KSA Amatan Februari 2025)(1)
2025-04-08
Luas panen jagung pipilan pada Februari 2025 sebesar 0,33 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 0,18 juta hektare atau 114,17 persen dibandingkan luas panen pada Februari 2024 yang sebesar 0,16 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Februari 2025 diperkirakan sebanyak 1,86 juta ton, meningkat sebanyak 1,03 juta ton atau 122,43 persen dibandingkan pada Februari 2024 yang sebanyak 0,84 juta ton.Potensi luas panen jagung pipilan kering periode Maret–Mei 2025 diperkirakan sebesai 0,66 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sebanyak 3,73 juta ton.
Download InfografisPerkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Beras Bulan Maret 2025(2)
Tanggal tidak tersedia
NTP nasional Maret 2025 sebesar 123,72 atau naik 0,22 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,51 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 1,29 persen.Pada Maret 2025, NTP Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan tertinggi (4,05 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Papua Barat Daya mengalami penurunan terbesar (5,50 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Maret 2025 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 1,70 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2025 sebesar 127,13 atau naik 1,14 persen dibanding NTUP bulan sebelumnyaTransaksi penjualan beras di penggilingan di 33 provinsi selama Maret 2025, tercatat transaksi beras kualitas premium 36,42 persen, kualitas medium 51,92 persen, kualitas submedium 10,95 persen, dan kualitas pecah 0,71 persen.Pada Maret 2025, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp13.207,00 per kg, naik sebesar 0,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp12.703,00 per kg atau naik sebesar 0,85 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp12.686,00 per kg atau naik sebesar 0,32 persen, dan rata-rata harga beras pecah di penggilingan sebesar Rp13.040,00 per kg atau naik sebesar 0,75 persen.Dibandingkan dengan Maret 2024, rata-rata harga beras di penggilingan pada Maret 2025 untuk kualitas premium, medium dan submedium masing-masing turun sebesar 9,22 persen; 9,03 persen; 6,24 persen, sedangkan kualitas pecah naik sebesar 0,72 persen.
Download InfografisPerkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Beras Bulan Maret 2025(1)
2025-04-08
NTP nasional Maret 2025 sebesar 123,72 atau naik 0,22 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,51 persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 1,29 persen.Pada Maret 2025, NTP Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan tertinggi (4,05 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Papua Barat Daya mengalami penurunan terbesar (5,50 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Maret 2025 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 1,70 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2025 sebesar 127,13 atau naik 1,14 persen dibanding NTUP bulan sebelumnyaTransaksi penjualan beras di penggilingan di 33 provinsi selama Maret 2025, tercatat transaksi beras kualitas premium 36,42 persen, kualitas medium 51,92 persen, kualitas submedium 10,95 persen, dan kualitas pecah 0,71 persen.Pada Maret 2025, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp13.207,00 per kg, naik sebesar 0,98 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp12.703,00 per kg atau naik sebesar 0,85 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp12.686,00 per kg atau naik sebesar 0,32 persen, dan rata-rata harga beras pecah di penggilingan sebesar Rp13.040,00 per kg atau naik sebesar 0,75 persen.Dibandingkan dengan Maret 2024, rata-rata harga beras di penggilingan pada Maret 2025 untuk kualitas premium, medium dan submedium masing-masing turun sebesar 9,22 persen; 9,03 persen; 6,24 persen, sedangkan kualitas pecah naik sebesar 0,72 persen.
Download InfografisIndeks Harga Perdagangan Besar Bulan Maret 2025(1)
2025-04-08
Pada Maret 2025, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 1,58 persen terhadapIHPB Maret 2024. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi ProdukLogam, Mesin, dan Perlengkapannya, yakni sebesar 2,61 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun(y-on-y) pada Maret 2025 antara lain: kelapa sawit (TBS), minyak goreng, mesin cetak dan percetakan, bawang merah, dan SKM (rokok/sigaret kretek mesin).Pada Maret 2025, perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) sebesar 0,75 persen, sedangkan tahun kalender (y-to-d) sebesar 1,69 persen.Perubahan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Maret 2025 sebesar 1,00 persen terhadap Maret 2024, antara laindisebabkan oleh kenaikan harga komoditas semen, kayu gelondongan,aspal, adukan semen (ready mix), dan kawat galbani bronjong.
Download Infografis