Infografis BPS Republik Indonesia
Perkembangan Indeks Harga Konsumen Bulan Oktober 2025(1)
2025-11-03
Pada Oktober 2025 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,04. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Utara sebesar 4,97 persen dengan IHK sebesar 110,89 dan terendah terjadi di Provinsi Papua sebesar 0,53 persen dengan IHK sebesar 104,69. Sementara inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kerinci sebesar 6,70 persen dengan IHK sebesar 113,49 dan terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,43 persen dengan IHK sebesar 107,21. Sedangkan deflasi kabupaten/kota y-on-y terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 0,19 persen dengan IHK sebesar 107,96.Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Oktober 2025 sebesar 0,28 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Oktober 2025 sebesar 2,10 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Oktober 2025 sebesar inflasi y-on-y sebesar 2,36 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,39 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 2,01 persen.
Download InfografisPerkembangan Ekspor dan Impor Bulan September 2025(1)
2025-11-03
Nilai ekspor Indonesia Januari–September 2025 mencapai US$209,81 miliar atau naik 8,14 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$199,77 miliar naik 9,57 persen. Sementara pada September 2025, ekspor mencapai US$24,68 miliar, naik 11,41 persen dibanding September 2024. Ekspor nonmigas September 2025 mencapai US$23,68 miliar, naik 12,79 persen dibanding September 2024.Nilai impor Indonesia Januari–September 2025 mencapai US$176,32 miliar atau naik 2,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas juga naik 5,17 persen menjadi US$152,57 miliar. Sementara pada September 2025, impor mencapai US$20,34 miliar, naik 7,17 persen dibandingkan September 2024. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 7,62 persen menjadi US$17,70 miliar.Neraca perdagangan Indonesia Januari–September 2025 mengalami surplus US$33,48 miliar yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$47,20 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$13,72 miliar.
Download InfografisPerkembangan Transportasi Bulan Agustus 2025(1)
2025-10-01
Pada Agustus 2025, penumpang angkutan udara domestik turun 6,66 persen menjadi 5,1 juta orang, penumpang internasional naik 5,19 persen menjadi 1,9 juta orang, dan barang yang diangkut domestik turun 2,86 persen menjadi 54,3 ribu ton. Selama Januari–Agustus 2025, penumpang domestik 39,4 juta orang (turun 6,44 persen), penumpang internasional 13,5 juta orang (naik 9,54 persen), dan barang 456,1 ribu ton (naik 4,30 persen).Penumpang angkutan laut domestik pada Agustus 2025 turun 15,52 persen menjadi 2,5 juta orang dan barang yang diangkut naik 0,97 persen menjadi43,0 juta ton. Selama Januari–Agustus 2025, penumpang 21,0 juta orang (naik 18,64 persen), dan barang 327,6 juta ton (naik 19,12 persen).Penumpang kereta pada Agustus 2025 turun 9,02 persen menjadi 45,6 juta orang dan barang naik 2,61 persen menjadi 6,4 juta ton. Selama Januari–Agustus 2025, penumpang 357,5 juta orang (naik 8,83 persen) dan barang 48,0 juta ton (turun 0,39 persen).Penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan pada Agustus 2025 turun 7,72 persen menjadi 4,1 juta orang. Selama Januari–Agustus 2025, penumpang naik 16,68 persen.
Download InfografisIndeks Harga Perdagangan Besar Bulan September 2025(1)
2025-10-01
Pada September 2025, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 2,31 persen terhadap IHPB September 2024. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Seksi Hasil Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, yakni sebesar 5,74 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun(y-on-y) pada September 2025 antara lain: beras biasa, bawang merah,kelapa sawit (TBS), minyak goreng, dan jagung.Pada September 2025, perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) naiksebesar 0,07 persen, sedangkan menurut tahun kalender (y-to-d) naiksebesar 1,84 persen.Perubahan IHPB Kelompok Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun(y-on-y) September 2025 sebesar 1,01 persen terhadap September 2024, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas semen, kayu gelondongan, bata semen berongga (batako), kerangka/kusen pintu/jendela dari aluminium, dan balok kayu.
Download InfografisPerkembangan Pariwisata Bulan Agustus 2025(1)
2025-10-01
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Agustus 2025 mencapai 1,51 juta kunjungan, naik 12,33 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Agustus 2025 mencapai 93,57 juta perjalanan, naik 23,31 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Agustus 2025 mencapai 684,93 ribu perjalanan, naik 5,61 persen (y-on-y).Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Agustus 2025 mencapai 50,51 persen, turun 4,34 persen poin (y-on-y).
Download InfografisLuas Panen dan Produksi Jagung Rilis Oktober(1)
2025-10-01
Luas panen jagung pipilan pada Agustus 2025 sebesar 0,23 juta hektare, mengalami penurunan sebesar 0,03 juta hektare atau 10,04 persen dibandingkan luas panen pada Agustus 2024 yang sebesar 0,26 juta hektare.Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada Agustus 2025 sebanyak 1,39 juta ton, turun sebanyak 0,13 juta ton atau 8,54 persen dibandingkan pada Agustus 2024 yang sebanyak 1,52 juta ton.Potensi luas panen jagung pipilan periode September–November 2025 diperkirakan sebesar 0,61 juta hektare, dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sebanyak 3,83 juta ton.
Download InfografisLuas Panen dan Produksi Padi Rilis Oktober(1)
2025-10-01
Luas panen padi pada Agustus 2025 sebesar 1,11 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 0,09 juta hektare atau 9,18 persen dibandingkan luas panen padi di Agustus 2024 yang sebesar 1,02 juta hektare.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada Agustus 2025 diperkirakan sebanyak 6,73 juta ton GKP, mengalami kenaikan sebanyak 0,60 juta ton GKP atau 9,84 persen dibandingkan produksi padi GKP di Agustus 2024 yang sebanyak 6,12 juta ton GKP.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada Agustus 2025 diperkirakan sebanyak 5,63 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 0,51 juta ton GKG atau 9,90 persen dibandingkan produksi padi GKG di Agustus 2024 yang sebanyak 5,12 juta ton GKG.Produksi beras pada Agustus 2025 untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan sebanyak 3,24 juta ton beras, mengalami kenaikan sebanyak 0,29 juta ton beras atau 9,81 persen dibandingkan produksi beras di Agustus 2024 yang sebanyak 2,95 juta ton beras.
Download InfografisPerkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Beras Bulan September 2025(2)
Tanggal tidak tersedia
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional September 2025 sebesar 124,36 atau naik 0,63 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,08 persen.Pada September 2025, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp13.739 per kg, turun sebesar 0,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.386 per kg atau turun sebesar 0,54 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp13.278 per kg atau turun sebesar 0,31 persen.
Download InfografisPerkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Beras Bulan September 2025(1)
2025-10-01
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional September 2025 sebesar 124,36 atau naik 0,63 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,71 persen lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,08 persen.Pada September 2025, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp13.739 per kg, turun sebesar 0,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp13.386 per kg atau turun sebesar 0,54 persen, beras kualitas submedium sebesar Rp13.278 per kg atau turun sebesar 0,31 persen.
Download InfografisPerkembangan Indeks Harga Konsumen Bulan September 2025(1)
2025-10-01
Pada September 2025 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,65 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,74. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Utara sebesar 5,32 persen dengan IHK sebesar 111,11 dan terendah terjadi di Provinsi Papua sebesar 0,99 persen dengan IHK sebesar 104,94. Sedangkan deflasi provinsi y-on-y terjadi di Provinsi Maluku Utara sebesar 0,17 persen dengan IHK sebesar 108,48. Sementara inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Deli Serdang sebesar 6,81 persen dengan IHK sebesar 111,99 dan terendah terjadi di Kota Ternate sebesar 0,06 persen dengan IHK sebesar 108,70. Sedangkan deflasi kabupaten/kota y-on-y terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 1,21 persen dengan IHK sebesar 107,51.Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) September 2025 sebesar 0,21 persen dan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) September 2025 sebesar 1,82 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti September 2025 sebesar 2,19 persen; inflasi m-to-m sebesar 0,18 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 1,61 persen.
Download Infografis