Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

November 2025: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,74 persen dan Rata-rata upah buruh sebesar 3,33 juta rupiah.

November 2025: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,74 persen dan Rata-rata upah buruh sebesar 3,33 juta rupiah.

2026-02-05

Jumlah angkatan kerja berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) pada November 2025 sebanyak 155,27 juta orang, naik 1,262 juta orang dibanding Agustus 2025. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,95 persen, naik sebesar 0,36 persen poin dibanding Agustus 2025.Penduduk bekerja pada November 2025 sebanyak 147,91 juta orang, naik 1,371 juta orang dari Agustus 2025. Lapangan usaha yang mengalami peningkatan terbanyak pada penduduk bekerja adalah Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum sebanyak 0,381 juta orang.Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 4,74 persen, turun 0,11 persen poin dibanding Agustus 2025.Rata-rata upah buruh pada November 2025 sebesar 3,33 juta rupiah.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Tumbuh 5,11 Persen

2026-02-05

Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau USD 5.083,4.Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan IV-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.Ekonomi Indonesia triwulan IV-2025 terhadap triwulan III-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 0,86 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,59 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 37,68 persen.Selama tahun 2025, kelompok provinsi di Pulau Jawa mendominasi ekonomi Indonesia secara spasial dengan kontribusi mencapai 56,93 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,30 persen (c-to-c).

Download PDF
Persentase Penduduk Miskin September 2025 turun  menjadi 8,25 persen.

Persentase Penduduk Miskin September 2025 turun menjadi 8,25 persen.

2026-02-05

Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 8,25 persen, menurun 0,22 persen poin terhadap Maret 2025 dan menurun 0,32 persen poin terhadap September 2024.Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 23,36 juta orang, menurun 0,49 juta orang terhadap Maret 2025 dan menurun 0,70 juta orang terhadap September 2024.Persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 sebesar 6,60 persen, turun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,73 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin di perdesaan pada September 2025 sebesar 10,72 persen, menurun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 11,03 persen.Dibanding Maret 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 berkurang sebanyak 0,09 juta orang (dari 11,27 juta orang pada Maret 2025 menjadi 11,18 juta orang pada September 2025). Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 0,40 juta orang (dari 12,58 juta orang pada Maret 2025 menjadi 12,18 juta orang pada September 2025).

Download PDF
Gini ratio September 2025 tercatat sebesar 0,363.

Gini ratio September 2025 tercatat sebesar 0,363.

2026-02-05

Pada September 2025, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan gini ratio adalah sebesar 0,363. Angka ini menurun 0,012 poin jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,375 dan menurun 0,018 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,381.Gini ratio di daerah perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,383; turun dibanding gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,395 dan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,402.Gini ratio di daerah perdesaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,295; turun dibanding gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,299 dan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,308.Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, pada September 2025, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 19,28 persen. Jika dirinci berdasarkan daerah, di daerah perkotaan angkanya tercatat sebesar 18,32 persen. Sementara untuk daerah perdesaan, angkanya tercatat sebesar 22,09 persen.

Download PDF
Luas panen padi pada tahun 2025 mencapai sekitar 11,32 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG)

Luas panen padi pada tahun 2025 mencapai sekitar 11,32 juta hektare dengan produksi padi sebanyak 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG)

2026-02-02

Luas panen padi pada 2025 mencapai sekitar 11,32 juta hektare, mengalami kenaikan sebesar 1,27 juta hektare atau 12,69 persen dibandingkan luas panen padi di 2024 yang sebesar 10,05 juta hektare.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) pada 2025 sebanyak 71,95 juta ton GKP, mengalami kenaikan sebanyak 8,44 juta ton GKP atau 13,29 persen dibandingkan produksi padi GKP di 2024 yang sebanyak 63,51 juta ton GKP.Produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025 sebanyak 60,21 juta ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 7,06 juta ton GKG atau 13,29 persen dibandingkan produksi padi GKG di 2024 yang sebanyak 53,14 juta ton GKG.Produksi beras pada 2025 untuk konsumsi pangan penduduk sebanyak 34,69 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan produksi beras di 2024 yang sebanyak 30,62 juta ton.

Download PDF
Penumpang angkutan laut domestik pada Desember 2025 naik 21,69 persen.

Penumpang angkutan laut domestik pada Desember 2025 naik 21,69 persen.

2026-02-02

Pada Desember 2025, penumpang angkutan udara domestik naik 9,02 persen menjadi 5,5 juta orang, penumpang internasional naik 8,54 persen menjadi 1,8 juta orang, dan barang domestik naik 4,97 persen menjadi 57,0 ribu ton. Selama Januari–Desember 2025, penumpang domestik 59,8 juta orang (turun 5,82 persen), penumpang internasional 20,5 juta orang (naik 8,14 persen), dan barang 671,1 ribu ton (naik 0,01 persen).Penumpang angkutan laut domestik pada Desember 2025 naik 21,69 persen menjadi 2,6 juta orang dan barang yang diangkut turun 1,88 persen menjadi 46,4 juta ton. Selama Januari–Desember 2025, penumpang 30,5 juta orang (naik 16,48 persen), dan barang 508,4 juta ton (naik 16,56 persen).Penumpang kereta pada Desember 2025 naik 7,03 persen menjadi 50,7 juta orang dan barang naik 1,00 persen menjadi 6,6 juta ton. Selama Januari–Desember 2025, penumpang 549,9 juta orang (naik 8,88 persen) dan barang 74,1 juta ton (naik 0,85 persen).Penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan pada Desember 2025 naik 20,46 persen menjadi 4,7 juta orang. Selama Januari–Desember 2025, penumpang naik 12,02 persen.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP)  Bulan Januari 2026 sebesar 123,60 atau turun 1,40

Nilai Tukar Petani (NTP) Bulan Januari 2026 sebesar 123,60 atau turun 1,40

2026-02-02

NTP nasional Januari 2026 sebesar 123,60 atau turun 1,40 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami penurunan sebesar 1,85 persen lebih besar dari penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,45 persen.Pada Januari 2026 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,75 persen. Penurunan IKRT terdalam terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Januari 2026 sebesar 128,15 atau turun 2,00 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Download PDF
Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,76 Persen di Triwulan IV-2025

Harga Produsen Mengalami Inflasi 0,76 Persen di Triwulan IV-2025

2026-02-02

Indeks Harga Produsen (IHP) umum sembilan sektor pada triwulan IV-2025 naik 0,76 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 2,80 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan triwulan IV-2025 naik 0,58 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 5,27 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan IV-2025 naik 1,78 persen dibandingkan triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 2,43 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan IV-2025 naik 0,87 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 2,80 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan IV-2025 naik 0,18 persen dibandingkan dengan triwulan III-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV2024 (y-on-y) naik 2,55 persen. IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan IV-2025 naik 0,33 persen jika dibandingkan dengan triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 2,70 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Pengangkutan triwulan IV-2025 naik 0,51 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y) naik 1,54 persen. IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum triwulan IV-2025 naik 0,41 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 1,87 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y). IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan IV-2025 naik 0,17 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y) naik 1,65 persen. IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan IV-2025 naik 0,20 persen terhadap triwulan III-2025 (q-to-q) dan naik 1,54 persen terhadap triwulan IV-2024 (y-on-y).

Download PDF
Desember 2025, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,41 juta kunjungan, jumlah perjalanan wisnus 105,98 juta, jumlah perjalanan wisnas 823,77 ribu, dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang 56,12  persen.

Desember 2025, kunjungan wisman di Indonesia mencapai 1,41 juta kunjungan, jumlah perjalanan wisnus 105,98 juta, jumlah perjalanan wisnas 823,77 ribu, dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang 56,12 persen.

2026-02-02

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Desember 2025 mencapai 1,41 juta kunjungan, naik 14,43 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Desember 2025 mencapai 105,98 juta perjalanan, naik 4,84 persen (y-on-y).Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Desember 2025 mencapai 823,77 ribu perjalanan, naik 1,64 persen (y-on-y).Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Desember 2025 mencapai 56,12 persen, turun 1,94 persen poin (y-on-y).

Download PDF
Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 3,55 persen

Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 3,55 persen

2026-02-02

Pada Januari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,55 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,75. Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh sebesar 6,69 persen dengan IHK sebesar 114,23 dan terendah terjadi di Provinsi Lampung sebesar 1,90 persen dengan IHK sebesar 109,71. Sementara itu, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 8,68 persen dengan IHK sebesar 116,41 dan terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 0,99 persen dengan IHK sebesar 109,67.Tingkat deflasi month-to-month (m-to-m) dan tingkat deflasi year to date (y-to-d) pada Januari 2026 masing-masing sebesar 0,15 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Januari 2026 sebesar 2,45 persen; dengan tingkat inflasi m-to-m dan tingkat inflasi y-to-d masing-masing sebesar 0,37 persen.

Download PDF