Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Februari 2021: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,26 persen

Februari 2021: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,26 persen

2021-05-05

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 sebanyak 139,81 juta orang, naik 1,59 juta orang dibanding Agustus 2020. Sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,31 persen poin. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2021 sebesar 6,26 persen, turun 0,81 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020. • Penduduk yang bekerja sebanyak 131,06 juta orang, meningkat sebanyak 2,61 juta orang dari Agustus 2020. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,34 persen poin). Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Transportasi dan Pergudangan (0,30 persen poin).Sebanyak 78,14 juta orang (59,62 persen) bekerja pada kegiatan informal, turun 0,85 persen poin dibanding Agustus 2020. Persentase setengah penganggur turun sebesar 1,48 persen poin, sementara persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,13 persen poin dibandingkan Agustus 2020. Jumlah pekerja komuter pada Februari 2021 sebanyak 8,01 juta orang, naik satu juta orang dibanding Agustus 2020. Terdapat 19,10 juta orang (9,30 persen penduduk usia kerja) yang terdampak Covid-19. Terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (1,62 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (0,65 juta orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (1,11 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid-19 (15,72 juta orang).

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan I-2021 turun 0,74 persen (y-on-y)

Ekonomi Indonesia Triwulan I-2021 turun 0,74 persen (y-on-y)

2021-05-05

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2021 mencapai Rp3 969,1 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2 683,1 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan I-2021 terhadap triwulan I-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,74 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 13,12 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 4,53 persen.Ekonomi Indonesia triwulan I-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,96 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Pendidikan sebesar 13,04 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami kontraksi pertumbuhan terdalam sebesar 43,35 persen.Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan I-2021 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa sebesar 58,70 persen, dengan kinerja ekonomi yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,83 persen (y-on-y). Kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,97 persen (y-on-y) dengan peranan sebesar 2,44 persen.

Download PDF
Harga Produsen Mengalami Inflasi 2,33 Persen di Triwulan I-2021

Harga Produsen Mengalami Inflasi 2,33 Persen di Triwulan I-2021

2021-05-03

• Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan I-2021 naik 2,33 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 3,05 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).• IHP Sektor Pertanian triwulan I-2021 naik 1,17 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 1,44 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).• IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan I-2021 naik 17,89 persen dibandingkan triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 13,64 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).• IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan I-2021 naik 0,71 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 2,13 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).• IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan I-2021 naik 0,12 persen dibandingkan dengan triwulan IV-2020 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2020 (y-on-y) naik 0,05 persen.• IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan I-2021 naik 0,84 persen jika dibandingkan dengan triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 0,84 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).• IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan I-2021 turun 0,50 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan terhadap triwulan I-2020 (y-on-y) naik 0,38 persen.• IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan I-2021 naik 0,24 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 0,30 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).• IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan I-2021 turun 0,08 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan I-2020 (y-on-y) naik 0,13 persen.• IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan I-2021 naik 0,41 persen terhadap triwulan IV-2020 (q-to-q) dan naik 1,74 persen terhadap triwulan I-2020 (y-on-y).

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Maret 2021 mencapai 132,60 ribu kunjungan.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Maret 2021 mencapai 132,60 ribu kunjungan.

2021-05-03

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan Maret 2021 merosot tajam sebesar 72,73 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan Maret 2020. Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Februari 2021, jumlah kunjungan wisman bulan Maret 2021 justru meningkat sebesar 14,54 persen. Secara kumulatif (Januari–Maret 2021), jumlah kunjungan wisman mencapai 385,59 ribu kunjungan atau turun sebesar 85,45 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 2,65 juta kunjungan.Sementara TPK hotel klasifikasi bintang mencapai 36,07 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia bulan Maret 2021 mencapai rata-rata 36,07 persen atau meningkat 3,83 poin dibandingkan dengan TPK bulan yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar 32,24 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Februari 2021, TPK bulan Maret 2021 mengalami kenaikan sebesar 3,67 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama bulan Maret 2021 tercatat sebesar 1,65 hari, atau terjadi penurunan sebesar 0,18 poin jika dibandingkan dengan keadaan Maret 2020.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) April 2021 sebesar 102,93 atau turun 0,35 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) April 2021 sebesar 102,93 atau turun 0,35 persen

2021-05-03

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional April 2021 sebesar 102,93 atau turun 0,35 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,10 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,25 persen.Secara nasional, NTP Januari–April 2021 sebesar 103,15 dengan nilai It sebesar 110,85 sedangkan Ib sebesar 107,47.Pada April 2021, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi (2,15 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar (2,26 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada April 2021 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,27 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran, sedangkan satu kelompok lainnya yaitu Kelompok Pendidikan relatif stabil.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional April 2021 sebesar 103,55 atau turun 0,31 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani turun 2,51 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan turun 0,60 persenDari 2.523 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama April 2021, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 65,36 persen; gabah kering giling (GKG) 13,71 persen; dan gabah luar kualitas 20,93 persen.Selama April 2021, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.275,- per kg atau turun 2,51 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.398,- per kg atau turun 1,85 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp4.882,- per kg atau turun 6,36 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.994,- per kg atau turun 6,31 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp3.981,- per kg atau turun 1,54 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.084,- per kg atau turun 1,32 persen.Dibandingkan April 2020, rata-rata harga gabah pada April 2021 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 7,06 persen; 13,91 persen; dan 6,13 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada April 2021 dibandingkan dengan April 2020 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 6,26 persen; 14,01 persen; dan 5,57 persen.Selama April 2021, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.195 observasi beras di penggilingan pada 896 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Pada April 2021, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.550,- per kg, turun sebesar 0,60 persen dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp8.979,- per kg atau turun sebesar 1,91 persen, dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.675,- per kg atau turun sebesar 0,76 persen.Dibandingkan dengan April 2020, rata-rata harga beras di penggilingan pada April 2021 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing turun sebesar 4,68 persen; 7,16 persen; dan 3,49 persen.

Download PDF
Pada April 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,31 persen

Pada April 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,31 persen

2021-05-03

Pada April 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,31 persen terhadap Maret 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 0,63 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada April 2021 antara lain ayam ras, telur ayam ras, sapi, daging ayam ras, daging sapi, rokok kretek dengan filter, dan minyak goreng. Perubahan IHPB di tahun kalender 2021 adalah sebesar 1,19 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 2,31 persen. IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada April 2021 naik sebesar 0,32 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas rangka atap baja, barang dari logam aluminium siap pasang untuk bangunan, kawat dan sejenisnya, besi konstruksi bangunan, dan besi beton.

Download PDF
Inflasi terjadi pada April 2021 sebesar 0,13 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 1,31 persen.

Inflasi terjadi pada April 2021 sebesar 0,13 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 1,31 persen.

2021-05-03

Pada April 2021 terjadi inflasi sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,29. Dari 90 kota IHK, 72 kota mengalami inflasi dan 18 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 1,31 persen dengan IHK sebesar 107,89 dan terendah terjadi di Yogyakarta sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 106,92. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,26 persen dengan IHK sebesar 104,20 dan terendah terjadi di Tanjung Pandan sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 107,83.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,20 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,19 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,26 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,20 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,21 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen. Sementara kelompok transportasi dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–April) 2021 sebesar 0,58 persen dan tngkat inflasi tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,42 persen.Komponen inti pada April 2021 mengalami inflasi sebesar 0,14 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–April) 2021 sebesar 0,37 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (April 2021 terhadap April 2020) sebesar 1,18 persen.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Maret 2021 Naik Sebesar 0,17 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Maret 2021 Naik Sebesar 0,17 Persen

2021-04-15

• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.• Upah nominal harian buruh tani nasional pada Maret 2021 naik sebesar 0,17 persen dibanding upah buruh tani Februari 2021, yaitu dari Rp56.373,00 menjadi Rp56.470,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen.• Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Maret 2021 naik 0,02 persen dibanding Februari 2021,yaitu dari Rp90.953,00 menjadi Rp90.971,00 per hari. Sementara upah riil mengalami penurunan sebesar 0,06 persen.

Download PDF
Ekspor Maret 2021 Mencapai US$18,35 Miliar dan Impor Maret 2021 senilai US$16,79 Miliar

Ekspor Maret 2021 Mencapai US$18,35 Miliar dan Impor Maret 2021 senilai US$16,79 Miliar

2021-04-15

EKSPOR Nilai ekspor Indonesia Maret 2021 mencapai US$18,35 miliar atau naik 20,31 persen dibanding ekspor Februari 2021. Demikian juga dibanding Maret 2020 naik 30,47 persen. Ekspor nonmigas Maret 2021 mencapai US$17,45 miliar, naik 21,21 persen dibanding Februari 2021. Dibanding ekspor nonmigas Maret 2020, naik 30,07 persen. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2021 mencapai US$48,90 miliar atau meningkat 17,11 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$46,25 miliar atau meningkat 17,14 persen. Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2021 terhadap Februari 2021 terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$1.167,1 juta (67,90 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kendaraan dan bagiannya sebesar US$16,7 juta (2,06 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari– Maret 2021 naik 18,06 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 14,61 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 12,10 persen. Ekspor nonmigas Maret 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$3,73 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,07 miliar dan Jepang US$1,38 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,12 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,46 miliar dan US$1,44 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari– Maret 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$8,14 miliar (16,65 persen), diikuti Jawa Timur US$5,22 miliar (10,68 persen) dan Riau US$4,44 miliar (9,07 persen). IMPORNilai impor Indonesia Maret 2021 mencapai US$16,79 miliar, naik 26,55 persen dibandingkan Februari 2021 atau naik 25,73 persen dibandingkan Maret 2020. Impor migas Maret 2021 senilai US$2,28 miliar, naik 74,74 persen dibandingkan Februari 2021 atau naik 41,87 persen dibandingkan Maret 2020. Impor nonmigas Maret 2021 senilai US$14,51 miliar, naik 21,30 persen dibandingkan Februari 2021 atau naik 23,52 persen dibandingkan Maret 2020. Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Maret 2021 dibandingkan Februari 2021 adalah besi dan baja US$398,4 juta (63,34 persen). Sedangkan penurunan terbesar adalah lemak dan minyak hewan/nabati US$17,2 juta (40,97 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Maret 2021 adalah Tiongkok US$12,04 miliar (31,48 persen), Jepang US$3,13 miliar (8,19 persen), dan Korea Selatan US$2,34 miliar (6,12 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$7,16 miliar (18,71 persen) dan Uni Eropa US$2,41 miliar (6,31 persen). Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari– Maret 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$516,0 juta (14,62 persen), bahan baku/penolong US$3.024,9 juta (10,16 persen), dan barang modal US$672,2 juta (11,47 persen). Neraca perdagangan Indonesia Maret 2021 mengalami surplus US$1,57 miliar, yang berasal dari sektor nonmigas US$2,94 miliar. Sedangkan di sektor migas terjadi defisit US$1,37 miliar.

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Februari 2021 mencapai 117,00 ribu kunjungan

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Februari 2021 mencapai 117,00 ribu kunjungan

2021-04-01

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan Februari 2021 mengalami penurunan tajam sebesar 86,59 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan Februari 2020. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Januari 2021, jumlah kunjungan wisman bulan Februari 2021 menurun cukup tinggi sebesar 14,74 persen. Secara kumulatif (Januari–Februari 2021), jumlah kunjungan wisman mencapai 254,23 ribu kunjungan atau turun sebesar 88,25 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 2,16 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia bulan Februari 2021 mencapai rata-rata 32,40 persen atau turun 16,82 poin dibandingkan dengan TPK bulan yang sama tahun 2020 yang tercatat sebesar 49,22 persen. Sebaliknya, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK bulan Februari 2021 mengalami kenaikan sebesar 2,05 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama Februari 2021 tercatat sebesar 1,66 hari atau terjadi penurunan sebesar 0,08 poin jika dibandingkan dengan keadaan Februari 2020.

Download PDF