Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada bulan Juli 2021 mencapai 138,97 ribu kunjungan

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada bulan Juli 2021 mencapai 138,97 ribu kunjungan

2021-09-01

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada bulan Juli 2021 turun sebesar 10,77 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan bulan Juli tahun sebelumnya. Sebaliknya, jika dibandingkan dengan bulan Juni 2021, jumlah kunjungan wisman pada bulan Juli 2021 meningkat sebesar 1,25 persen. Secara kumulatif (Januari - Juli 2021), jumlah kunjungan wisman mencapai 937,75 ribu kunjungan atau turun sebesar 71,42 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 3,28 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada bulan Juli 2021 mencapai 22,38 persen atau turun 5,69 poin dibandingkan dengan TPK bulan Juli 2020 yang tercatat sebesar 28,07 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Juni 2021, TPK pada bulan Juli 2021 juga mengalami penurunan sebesar 16,17 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel klasifikasi bintang selama bulan Juli 2021 mencapai 1,82 hari, atau meningkat sebesar 0,16 poin jika dibandingkan dengan bulan Juli 2020 yang tercatat sebesar 1,66 hari. Jumlah barang angkutan kereta api Juli 2021 naik 6,31 persenJumlah angkutan angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada Juli 2021 sebanyak 995,4 ribu orang atau turun 71,70 persen dibanding Juni 2021. Jumlah feri tujuan luar negeri (internasional) turun 23,23 persen menjadi 43,3 ribu orang. Selama Januari–Juli 2021, jumlah penumpang domestik sebanyak 16,6 juta orang atau turun 15,44 persen, dan jumlah penumpang internasional sebanyak 312,0 ribu orang atau turun 90,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Jumlah feri angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada Juli 2021 tercatat 1,1 juta orang atau turun 22,94 persen dibanding Juni 2021.Jumlah barang yang diangkut turun 0,71 persen menjadi 26,2 juta ton. selama Januari-Juli 2021, jumlah penumpang mencapai 8,9 juta orang atau naik 5,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, sedangkan jumlah barang yang diangkut naik 7,96 persen atau mencapai 182,0 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Juli 2021 sebanyak 5,7 juta orang atau turun 60,52 persen dibanding Juni 2021. Berbeda dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 6,31 persen menjadi 4,9 juta ton. Selama Januari–Juli 2021, jumlah penumpang mencapai 87,7 juta orang atau turun 28,56 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Hal yang berbeda untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 7,43 persen menjadi 29,6 juta ton.

Download PDF
Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2021 sebesar 104,68 atau naik 1,16 persen

Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2021 sebesar 104,68 atau naik 1,16 persen

2021-09-01

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Agustus 2021 sebesar 104,68 atau naik 1,16 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,17 persen; lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,01 persen.Secara nasional, NTP Januari–Agustus 2021 sebesar 103,47 dengan nilai It sebesar 111,44 sedangkan Ib sebesar 107,71.Pada Agustus 2021, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan tertinggi (3,68 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Riau mengalami penurunan terbesar (1,41 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Agustus 2021 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,05 persen yang disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2021 sebesar 104,80 atau naik 1,00 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 3,19 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 1,04 persen.Dari 1.813 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Agustus 2021, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 64,75 persen; gabah kering giling (GKG) 20,19 persen; dan gabah luar kualitas 15,06 persen.Selama Agustus 2021, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.448,00 per kg atau naik 3,19 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.545,00 per kg atau naik 3,12 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya. Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp5.038,00 per kg atau naik 3,37 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.148,00 per kg atau naik 2,92 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.242,00 per kg atau naik 6,62 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.341,00 per kg atau naik 6,60 persen.Dibandingkan Agustus 2020, rata-rata harga gabah pada Agustus 2021 di tingkat petani untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 7,67 persen; 6,64 persen; dan 5,68 persen. Di tingkat penggilingan, rata-rata harga gabah pada Agustus 2021 dibandingkan dengan Agustus 2020 untuk kualitas GKP, GKG, dan gabah luar kualitas masing-masing turun sebesar 7,34 persen; 6,68 persen; dan 5,41 persen.Selama Agustus 2021, survei harga produsen beras di penggilingan dilakukan terhadap 1.173 observasi beras di penggilingan pada 888 perusahaan penggilingan di 31 provinsi.Pada Agustus 2021,rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan sebesar Rp9.499,00 per kg; naik sebesar 1,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya; sedangkan beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp8.916,00 per kg atau naik sebesar 0,32 persen; dan rata-rata harga beras luar kualitas di penggilingan sebesar Rp8.689,00 per kg atau naik sebesar 2,44 persen.Dibandingkan dengan Agustus 2020, rata-rata harga beras di penggilingan pada Agustus 2021 untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing turun sebesar 4,65 persen; 4,49 persen; dan 3,31 persen.

Download PDF
Pada Agustus 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,09 persen

Pada Agustus 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik 0,09 persen

2021-09-01

• Pada Agustus 2021, Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional naik sebesar 0,09 persen terhadap Juli 2021. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,11 persen.• Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Agustus 2021 antara lain kelapa sawit, wortel, kubis/kol, batu bara, minyak goreng, dan herbisida.• Perubahan IHPB di tahun kalender 2021 adalah sebesar 1,66 persen dan perubahan IHPB tahun ke tahun sebesar 2,88 persen.• IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi pada Agustus 2021 naik sebesar 0,27 persen terhadap bulan sebelumnya, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas besi beton, batu fondasi bangunan, pasir, barang dari logam aluminium siap pasang untuk bangunan, dan bahan bangunan dari seng.

Download PDF
Inflasi terjadi pada Agustus 2021 sebesar 0,03 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 0,62 persen.

Inflasi terjadi pada Agustus 2021 sebesar 0,03 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 0,62 persen.

2021-09-01

Pada Agustus 2021 terjadi inflasi sebesar 0,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,57. Dari 90 kota IHK, 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 0,62 persen dengan IHK sebesar 108,48 dan terendah terjadi di Tanjung sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 108,17. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,04 persen dengan IHK sebesar 107,20 dan terendah terjadi di Meulaboh, Sukabumi, dan Timika masing-masing sebesar 0,03 persen dengan IHK masing-masing sebesar 109,93;106,56; dan 108,14.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,27 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,32 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,20 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,10 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,15 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,32 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07 persen; kelompok transportasi sebesar 0,05 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,07 persen.Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2021 sebesar 0,84 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2021 terhadap Agustus 2020) sebesar 1,59 persen.Komponen inti pada Agustus 2021 mengalami inflasi sebesar 0,21 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Agustus) 2021 sebesar 1,03 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Agustus 2021 terhadap Agustus 2020) sebesar 1,31 persen.

Download PDF
Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia 2020 Sebesar 5,59 pada Skala 0 –10

Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia 2020 Sebesar 5,59 pada Skala 0 –10

2021-08-18

Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) merupakan suatu ukuran standar yang dapat menggambarkan tingkat pembangunan teknologi informasi dan komunikasi suatu wilayah, kesenjangan digital, serta potensi pengembangan TIK. IP-TIK disusun oleh 11 indikator yang dikombinasikan menjadi 3 subindeks, yaitu subindeks akses dan infrastruktur, subindeks penggunaan, dan subindeks keahlian. Skala IP-TIK berada pada rentang 0–10, semakin tinggi nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK suatu wilayah semakin pesat, demikian pula sebaliknya, semakin rendah nilai indeks menunjukkan pembangunan TIK di suatu wilayah relatif masih lambat. Indeks Pembangunan TIK (IP-TIK) Indonesia 2020 mencapai 5,59 meningkat dibanding IP-TIK 2019 sebesar 5,32. Peningkatan IP-TIK 2020 ini didorong oleh pencapaian ketiga subindeksnya yaitu: (1) subindeks akses dan infrastruktur TIK yang mencerminkan kesiapan TIK Indonesia (ICT readiness) mencapai 5,67; (2) subindeks penggunaan yang mencerminkan tingkat penggunaan TIK di Indonesia mencapai 5,34; dan (3) subindeks keahlian yang mencerminkan kemampuan yang diperlukan dalam TIK di Indonesia mencapai 5,92. IP-TIK level provinsi secara umum mengalami peningkatan dari 2019 ke 2020. Provinsi dengan IP-TIK tertinggi pada 2020 adalah DKI Jakarta, yaitu 7,46 sedangkan provinsi dengan IP-TIK terendah adalah Papua, yaitu 3,35.

Download PDF
Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juli 2021 Naik Sebesar 0,06 Persen

Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Juli 2021 Naik Sebesar 0,06 Persen

2021-08-18

• Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.• Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.• Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.• Upah nominal harian buruh tani nasional pada Juli 2021 naik sebesar 0,06 persen dibanding upah buruh tani Juni 2021, yaitu dari Rp56.794,00 menjadi Rp56.829,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,08 persen.• Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Juli 2021 naik 0,05 persen dibanding Juni 2021, yaitu dari Rp91.126,00 menjadi Rp91.171,00 per hari. Sementara upah riil mengalami penurunan sebesar 0,03 persen.

Download PDF
Ekspor Juli 2021 Mencapai US$17,7 Miliar dan Impor Juni 2021 senilai US$15,11 Miliar

Ekspor Juli 2021 Mencapai US$17,7 Miliar dan Impor Juni 2021 senilai US$15,11 Miliar

2021-08-18

EKSPORNilai ekspor Indonesia Juli 2021 mencapai US$17,70 miliar atau turun 4,53 persen dibanding ekspor Juni 2021. Dibanding Juli 2020, nilai ekspor naik 29,32 persen. Ekspor nonmigas Juli 2021 mencapai US$16,71 miliar, turun 3,46 persen dibanding Juni 2021, tetapi naik 28,26 persen dibanding ekspor nonmigas Juli 2020. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juli 2021 mencapai US$120,57 miliar atau naik 33,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$113,77 miliar atau naik 33,17 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas Juli 2021 terhadap Juni 2021 terjadi pada besi dan baja sebesar US$409,5 juta (20,56 persen), sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$614,0 juta (32,42 persen). Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Juli 2021 naik 31,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 8,72 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 49,13 persen. Ekspor nonmigas Juli 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$3,57 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,02 miliar dan Jepang US$1,19 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 40,57 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masingmasing sebesar US$3,18 miliar dan US$1,55 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juli 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$18,61 miliar (15,44 persen), diikuti Jawa Timur US$12,93 miliar (10,72 persen) dan Kalimantan Timur US$10,88 miliar (9,02 persen) .IMPORNilai impor Indonesia Juli 2021 mencapai US$15,11 miliar, turun 12,22 persen dibandingkan Juni 2021 atau naik 44,44 persen dibandingkan Juli 2020. Impor migas Juli 2021 senilai US$1,78 miliar, turun 22,28 persen dibandingkan Juni 2021 atau naik 86,39 persen dibandingkan Juli 2020. Impor nonmigas Juli 2021 senilai US$13,33 miliar, turun 10,67 persen dibandingkan Juni 2021 atau naik 40,21 persen dibandingkan Juli 2020. Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Juli 2021 dibandingkan Juni 2021 adalah mesin dan peralatan mekanis US$422,3 juta (18,39 persen). Sementara peningkatan terbesar adalah produk farmasi US$185,9 juta (66,67 persen). Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juli 2021 adalah Tiongkok US$29,71 miliar (32,00 persen), Jepang US$7,69 miliar (8,28 persen), dan Korea Selatan US$5,08 miliar (5,47 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$16,63 miliar (17,91 persen) dan Uni Eropa US$5,81 miliar (6,26 persen). Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari– Juli 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$2.129,9 juta (25,70 persen), bahan baku/penolong US$20.385,2 juta (33,91 persen), dan barang modal US$2.271,7 juta (17,53 persen). Neraca perdagangan Indonesia Juli 2021 mengalami surplus US$2,59 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$3,38 miliar. Sementara di sektor migas terjadi defisit US$0,79 miliar.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan II 2021 Tumbuh 7,07 Persen (y-on-y)

Ekonomi Indonesia Triwulan II 2021 Tumbuh 7,07 Persen (y-on-y)

2021-08-05

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2021 mencapai Rp4.175,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.772,8 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan II-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,31 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,07 persen.Ekonomi Indonesia triwulan II-2021 terhadap triwulan II-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 7,07 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,10 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31,78 persen.Ekonomi Indonesia semester I-2021 terhadap semester I-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,10 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 7,78 persen. Sementara dari sisi pengeluaran semua komponen tumbuh, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 18,51 persen.Pertumbuhan (y-on-y) triwulan II-2021 terjadi di semua kelompok pulau. Hal ini terutama terlihat pada kelompok provinsi di Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 57,92 persen, dan pertumbuhan (y-on-y) sebesar 7,88 persen.

Download PDF
Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan II-2021 naik 1,57 persen terhadap triwulan I-2021 (q-to-q) dan naik 6,18 persen terhadap triwulan II-2020 (y-on-y)

Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan II-2021 naik 1,57 persen terhadap triwulan I-2021 (q-to-q) dan naik 6,18 persen terhadap triwulan II-2020 (y-on-y)

2021-08-02

Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan II-2021 naik 1,57 persen terhadap triwulan I-2021 (q-to-q) dan naik 6,18 persen terhadap triwulan II-2020 (y-on-y).IHPSektorPertaniantriwulanII-2021naik1,04persenterhadaptriwulan I-2021 (q-to-q) dan naik 4,03 persen terhadap triwulan II-2020 (y-on-y).IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan II-2021 naik 7,13 persen dibandingkan triwulan I-2021 (q-to-q) dan naik 38,55 persen terhadap triwulan II-2020 (y-on-y).IHPSektorIndustriPengolahantriwulanII-2021naik0,90persenterhadap triwulan I-2021 (q-to-q) dan naik 3,05 persen terhadap triwulan II-2020 (y-on-y).IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan II-2021 naik 0,05 persen dibandingkan dengan triwulan I-2021 (q-to-q) dan terhadap triwulan II- 2020 (y-on-y) naik 0,12 persen.IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan II-2021 naik 0,01 persen jika dibandingkan dengan triwulan I-2021 (q-to-q) dan naik 0,85 persen terhadap triwulan II-2020 (y-on-y).IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan II-2021 naik 1,36 persen terhadap triwulan I-2021 (q-to-q) dan terhadap triwulan II-2020 (y-on-y) naik 3,11 persen.IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan II- 2021 naik 0,12 persen terhadap triwulan I-2021 (q-to-q) dan naik 0,65 persen terhadap triwulan II-2020 (y-on-y).IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan II-2021 naik 0,46 persen terhadap triwulan I-2021 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan II-2020 (y-on-y) naik 1,28 persen.IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan II-2021 naik 0,41 persen terhadap triwulan I-2021 (q-to-q) dan naik 1,80 persen terhadap triwulan II-2020 (y-on-y).

Download PDF
Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Juni 2021 mencapai 140,85 ribu kunjungan

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Juni 2021 mencapai 140,85 ribu kunjungan

2021-08-02

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada bulan Juni 2021 menurun sebesar 10,04 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada bulan Juni 2020. Jika dibandingkan dengan keadaan pada bulan Mei 2021, jumlah kunjungan wisman bulan Juni 2021 juga mengalami penurunan sebesar 7,71 persen. Secara kumulatif (Januari–Juni 2021), jumlah kunjungan wisman mencapai 802,38 ribu kunjungan atau menurun drastis sebesar 74,33 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020 yang berjumlah 3,13 juta kunjungan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada bulan Juni 2021 mencapai rata-rata 38,55 persen atau meningkat sebesar 18,85 poin dibandingkan dengan TPK bulan Juni 2020 yang tercatat sebesar 19,70 persen. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Mei 2021, TPK bulan Juni 2021 juga mengalami peningkatan sebesar 6,58 poin. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia di hotel klasifikasi bintang selama bulan Juni 2021 mencapai 1,68 hari, atau menurun tipis sebesar 0,01 poin jika dibandingkan dengan keadaan pada bulan Juni 2020 yang tercatat sebesar 1,69 hari.

Download PDF