Logo BPS
BPS REPUBLIK INDONESIA

Berita Statistik BPS Republik Indonesia

Kunjungan wisatawan mancanegara pada Agustus 2023 tumbuh 68,92 persen bila dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu

Kunjungan wisatawan mancanegara pada Agustus 2023 tumbuh 68,92 persen bila dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu

2023-10-02

Memasuki Agustus 2023, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,13 juta kunjungan. Jumlah ini naik tipis 1,02 persen dibandingkan Juli 2023 (month-to-month) dan naik 68,92 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (year-on-year). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Agustus 2023 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (15,43 persen), Australia (11,39 persen), dan Singapura (9,31 persen). Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Agustus 2023 meningkat 166,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, masing-masing meningkat sebesar 280,74 persen dan 158,64 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Agustus 2023 mencapai 52,46 persen, naik 5,08 poin secara year-on-year (y-on-y), tetapi mengalami penurunan 2,17 poin secara month-to-month (m-to-m). Sejalan dengan TPK hotel bintang, TPK hotel nonbintang pada Agustus 2023 mencapai 25,48 persen, naik 1,79 poin secara y-on-y, tetapi mengalami penurunan 0,26 poin secara m-to-m. Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami kenaikan sebesar 0,02 poin dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,68 hari.

Download PDF
September 2023 inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 2,28 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 5,26 persen

September 2023 inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 2,28 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 5,26 persen

2023-10-02

Pada September 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,44. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 5,26 persen dengan IHK sebesar 119,96 dan terendah terjadi di Manado dan Gorontalo masing-masing sebesar 1,16 persen dengan IHK masingmasing sebesar 113,96 dan 113,23.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,17 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,98 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,26 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,97 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,14 persen; kelompok transportasi sebesar 0,99 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,58 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,08 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,40 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,68 persen.Tingkat inflasi month to month (m-to-m) September 2023 sebesar 0,19 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) September 2023 sebesar 1,63 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti September 2023 sebesar 2,00 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,12 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 1,46 persen.

Download PDF
Ekspor Agustus 2023 mencapai US$22,00 miliar, naik 5,47 persen dibanding Juli 2023 dan Impor Agustus 2023 senilai US$18,88 miliar, turun 3,53 persen dibanding Juli 2023

Ekspor Agustus 2023 mencapai US$22,00 miliar, naik 5,47 persen dibanding Juli 2023 dan Impor Agustus 2023 senilai US$18,88 miliar, turun 3,53 persen dibanding Juli 2023

2023-09-15

A. PERKEMBANGAN EKSPORNilai ekspor Indonesia Agustus 2023 mencapai US$22,00 miliar atau naik 5,47 persen dibanding ekspor Juli 2023. Dibanding Agustus 2022 nilai ekspor turun sebesar 21,21 persen.Ekspor nonmigas Agustus 2023 mencapai US$20,69 miliar, naik 5,35 persen dibanding Juli 2023, dan turun 21,25 persen jika dibanding ekspor nonmigas Agustus 2022.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Agustus 2023 mencapai US$171,52 miliar atau turun 11,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara ekspor nonmigas mencapai US$161,13 miliar atau turun 12,27 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Agustus 2023 terhadap Juli 2023 terjadi pada komoditas bijih logam, terak, dan abu sebesar US$790,8 juta (223,50 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$265,6 juta (8,42 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Agustus 2023 turun 11,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 8,14 persen dan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 16,58 persen.Ekspor nonmigas Agustus 2023 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,38 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,13 miliar dan India US$1,84 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 45,20 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,82 miliar dan US$1,26 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Agustus 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$24,58 miliar (14,33 persen), diikuti Kalimantan Timur US$19,25 miliar (11,23 persen) dan Jawa Timur US$14,36 miliar (8,37 persen).B. PERKEMBANGAN IMPORNilai impor Indonesia Agustus 2023 mencapai US$18,88 miliar, turun 3,53 persen dibandingkan Juli 2023 dan turun 14,77 persen dibandingkan Agustus 2022.Impor migas Agustus 2023 senilai US$2,66 miliar, turun 15,01 persen dibandingkan Juli 2023 dan turun 28,08 persen dibandingkan Agustus 2022. Impor nonmigas Agustus 2023 senilai US$16,22 miliar, turun 1,34 persen dibandingkan Juli 2023 dan turun 12,10 persen dibandingkan Agustus 2022. Penurunan impor golongan barang nonmigas terbesar Agustus 2023 dibandingkan Juli 2023 adalah kapal, perahu, dan struktur terapung senilai US$198,0 juta (62,31 persen). Sementara peningkatan terbesar adalah ampas dan industri makanan US$138,7 juta (42,59 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Agustus 2023 adalah Tiongkok US$40,72 miliar (32,65 persen), Jepang US$11,15 miliar (8,94 persen), dan Thailand US$6,95 miliar (5,57 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$20,62 miliar (16,53 persen) dan Uni Eropa US$9,65 miliar (7,74 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Agustus 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal senilai US$2.740,2 juta (11,85 persen) dan barang konsumsi US$996,2 juta (7,66 persen). Sementara impor bahan baku/penolong turun US$16.236,6 juta (13,14 persen).Neraca perdagangan Indonesia Agustus 2023 mengalami surplus US$3,12 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$4,46 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,34 miliar.

Download PDF
Pada Agustus 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,72 persen.

Pada Agustus 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun sebesar 3,72 persen.

2023-09-01

Pada Agustus 2023, perubahan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nasional tahun ke tahun (y-on-y) sebesar 3,72 persen terhadap IHPB Agustus 2022. Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada Sektor Pertanian, yaitu sebesar 5,18 persen.Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga tahun ke tahun (y-on-y) pada Agustus 2023 antara lain: bawang putih, padi, pasir, beras, rokok kretek dengan filter, dan bensin.Perubahan IHPB bulan ke bulan (m-to-m) Agustus 2023 sebesar 0,04 persen dan perubahan IHPB tahun kalender (y-to-d) Agustus 2023 sebesar 1,83 persen.Perubahan IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi tahun ke tahun (y-on-y) Agustus 2023 sebesar 2,13 persen terhadap Agustus 2022, antara lain disebabkan oleh kenaikan harga komoditas pasir, batu fondasi bangunan, batu split, semen, solar, dan aspal.

Download PDF
Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah Agustus 2023

Perkembangan Nilai Tukar Petani dan Harga Produsen Gabah Agustus 2023

2023-09-01

Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2023 sebesar 111,85 atau naik 1,09 persen.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 3,62 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 1,88 persen.Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.NTP nasional Agustus 2023 sebesar 111,85 atau naik 1,09 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 1,08 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani turun (Ib) sebesar 0,01 persen. Pada Agustus 2023, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan tertinggi (2,47 persen) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sumatera Selatan mengalami penurunan terbesar (1,32 persen) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.Pada Agustus 2023 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,05 persen yang disebabkan oleh penurunan indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2023 sebesar 112,55 atau naik 1,02 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Download PDF
Kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli 2023 tumbuh 74,07 persen bila dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu dan Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Juli 2023 naik 9,11 persen

Kunjungan wisatawan mancanegara pada Juli 2023 tumbuh 74,07 persen bila dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu dan Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Juli 2023 naik 9,11 persen

2023-09-01

A. Perkembangan Pariwisata Memasuki Juli 2023, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia mencapai 1,12 juta kunjungan. Jumlah ini naik 5,66 persen dibandingkan Juni 2023 (month-to-month) dan naik 74,07 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu (year-on-year). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Juli 2023 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (13,96 persen), Australia (12,74 persen), dan Singapura (9,78 persen). Secara kumulatif, kunjungan wisman pada Januari hingga Juli 2023 meningkat 196,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022. Peningkatan kunjungan ini utamanya tercatat pada pintu bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta, masing-masing meningkat sebesar 366,72 persen dan 185,83 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di hotel bintang pada Juli 2023 mencapai 54,63 persen, naik 4,86 poin secara year-on-year (y-on-y) dan naik 0,96 poin secara secara month-to-month (m-to-m). Sejalan dengan TPK hotel Bintang, TPK hotel nonbintang pada Juli 2023 mencapai 25,74 persen, naik 1,05 poin secara y-on-y dan naik 1,16 poin secara m-to-m. Sementara itu, rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami kenaikan sebesar 0,07 poin dibandingkan tahun lalu, yaitu mencapai 1,68 hari. B. Perkembangan Transportasi Nasional Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat pada Juli 2023 sebanyak 6,0 juta orang atau naik 9,11 persen dibanding kondisi pada Juni 2023. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) turun 5,51 persen menjadi 1,3 juta orang. Selama Januari–Juli 2023, jumlah penumpang domestik sebanyak 36,4 juta orang dan jumlah penumpang internasional sebanyak 8,4 juta orang, masing-masing naik sebesar 22,54 persen dan 258,55 persen dibanding kondisi pada periode yang sama tahun 2022. Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Juli 2023 tercatat 1,8 juta orang atau naik 4,98 persen dibanding Juni 2023. Jumlah barang yang diangkut turun 0,78 persen menjadi 29,8 juta ton. Selama Januari–Juli 2023, jumlah penumpang mencapai 11,4 juta orang atau naik 12,06 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2022, sementara jumlah barang yang diangkut naik 9,76 persen atau mencapai 200,3 juta ton. Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada Juli 2023 sebanyak 32,9 juta orang atau naik 8,97 persen dibanding Juni 2023. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 3,93 persen menjadi 6,0 juta ton. Selama Januari–Juli 2023, jumlah penumpang mencapai 207,1 juta orang atau naik 44,95 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Hal yang sama untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 12,34 persen menjadi 38,3 juta ton.

Download PDF
Agustus 2023 inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 3,27 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 6,40 persen

Agustus 2023 inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 3,27 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 6,40 persen

2023-09-01

Pada Agustus 2023 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,22. Inflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 6,40 persen dengan IHK sebesar 122,04 dan terendah terjadi di Jambi sebesar 1,92 persen dengan IHK sebesar 116,37.Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,51 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,12 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,40 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,21 persen; kelompok kesehatan sebesar 2,69 persen; kelompok transportasi sebesar 9,65 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,88 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,07 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,88 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,76 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,22 persen.Tingkat deflasi month to month (m-to-m) Agustus 2023 sebesar 0,02 persen dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Agustus 2023 sebesar 1,43 persen.Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Agustus 2023 sebesar inflasi y-on-y sebesar 2,18 persen, inflasi m-to-m sebesar 0,13 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 1,33 persen.

Download PDF
Ekspor Juli 2023 mencapai US$20,88 miliar, naik 1,36 persen dibanding Juni 2023 dan Impor Juli 2023 senilai US$19,57 miliar, naik 14,10 persen dibanding Juni 2023

Ekspor Juli 2023 mencapai US$20,88 miliar, naik 1,36 persen dibanding Juni 2023 dan Impor Juli 2023 senilai US$19,57 miliar, naik 14,10 persen dibanding Juni 2023

2023-08-15

A. PERKEMBANGAN EKSPORNilai ekspor Indonesia Juli 2023 mencapai US$20,88 miliar atau naik 1,36 persen dibanding ekspor Juni 2023. Dibanding Juli 2022, nilai ekspor turun sebesar 18,03 persen.Ekspor nonmigas Juli 2023 mencapai US$19,65 miliar, naik 1,62 persen dibanding Juni 2023 dan turun 18,74 persen jika dibanding ekspor nonmigas Juli 2022.Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Juli 2023 mencapai US$149,53 miliar atau turun 10,27 persen dibanding periode yang sama tahun 2022. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai US$140,47 miliar atau turun 10,76 persen.Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juli 2023 terhadap Juni 2023 terjadi pada komoditas nikel dan barang daripadanya sebesar US$175,6 juta (43,29 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$234,3 juta (6,93 persen).Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Juli 2023 turun 10,02 persen dibanding periode yang sama tahun 2022, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 3,40 persen dan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 13,78 persen.Ekspor nonmigas Juli 2023 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu US$4,93 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,03 miliar dan India US$1,82 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,70 persen. Sementara itu, ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,60 miliar dan US$1,27 miliar.Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Juli 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$21,13 miliar (14,13 persen), diikuti Kalimantan Timur US$17,12 miliar (11,45 persen) dan Jawa Timur US$12,70 miliar (8,49 persen). B. PERKEMBANGAN IMPORNilai impor Indonesia Juli 2023 mencapai US$19,57 miliar, naik 14,10 persen dibandingkan Juni 2023 atau turun 8,32 persen dibandingkan Juli 2022.Impor migas Juli 2023 senilai US$3,13 miliar, naik 40,94 persen dibandingkan Juni 2023 atau turun 29,70 persen dibandingkan Juli 2022.Impor nonmigas Juli 2023 senilai US$16,44 miliar, naik 10,10 persen dibandingkan Juni 2023 atau turun 2,69 persen dibandingkan Juli 2022.Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Juli 2023 dibandingkan Juni 2023 adalah mesin/perlengakapan elektrik dan bagiannya senilai US$341,6 juta (17,33 persen). Sementara itu, penurunan terbesar adalah ampas dan industri makanan US$126,0 juta (27,91 persen).Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Juli 2023 adalah Tiongkok US$35,53 miliar (32,74 persen), Jepang US$9,65 miliar (8,89 persen), dan Thailand US$6,16 miliar (5,68 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$17,89 miliar (16,49 persen) dan Uni Eropa US$8,44 miliar (7,77 persen).Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Juli 2023 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada golongan barang modal senilai US$2.879,1 juta (14,71 persen) dan barang konsumsi US$709,8 juta (6,36 persen). Sementara itu, impor bahan baku/penolong turun US$12.820,2 juta (12,00 persen).Neraca perdagangan Indonesia Juli 2023 mengalami surplus US$1,31 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$3,22 miliar, namun tereduksi oleh defisit sektor migas senilai US$1,91 miliar.

Download PDF
Ekonomi Indonesia Triwulan II-2023 Tumbuh 5,17 Persen (y-on-y)

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2023 Tumbuh 5,17 Persen (y-on-y)

2023-08-07

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2023 mencapai Rp5.226,7 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.075,7 triliun.Ekonomi Indonesia triwulan II-2023 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,86 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 15,80 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 41,30 persen.Ekonomi Indonesia triwulan II-2023 terhadap triwulan II-2022 tumbuh sebesar 5,17 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,28 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,62 persen.Ekonomi Indonesia semester I-2023 terhadap semester I-2022 tumbuh sebesar 5,11 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,59 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 7,53 persen.Ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan II-2023 terlihat menunjukkan penguatan pada beberapa wilayah. Kelompok provinsi di Pulau Jawa menjadi kontributor utama ekonomi Nasional dengan peranan sebesar 57,27 persen dan mencatat laju pertumbuhan sebesar 5,18 persen (y-on-y) dibanding triwulan II-2022.

Download PDF
Indeks Ketimpangan Gender (IKG) 2022

Indeks Ketimpangan Gender (IKG) 2022

2023-08-01

Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Indonesia tahun 2022 sebesar 0,459, turun 0,006 poin dibandingkan 2021. Penurunan ketimpangan gender terjadi di sebagian besar provinsi di Indonesia. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2022 sebesar 0,459, turun 0,006 poin dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 0,465. Perbaikan ini dipengaruhi oleh peningkatan capaian dimensi kesehatan reproduksi dan pemberdayaan. Perbaikan dimensi kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh perbaikan indikator perempuan melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan yang turun dari 15,4 persen tahun 2021 menjadi 14,0 persen pada tahun 2022. Perbaikan dimensi pemberdayaan dipengaruhi oleh perbaikan indikator persentase perempuan 25 tahun ke atas yang berpendidikan SMA ke atas yang meningkat lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Persentase perempuan meningkat dari 34,87 persen tahun 2021 menjadi 36,95 persen, sedangkan persentase laki-laki meningkat dari 41,30 persen menjadi 42,06 persen pada tahun 2022.

Download PDF